Self thought : Hidup setelah mati

0

Tadi istri tiba tiba sodorin hp nya untuk memperlihatkan salah satu post di Instagram tentang orang yang mirip Jupe di acara tahlilan atau pemakaman nya sang artis. Beberapa cerita menang seperti itu, ada saja yang merasa melihat orang yang sedang meninggal seolah terlihat diantara yang hadir. Entah benar atau tidak, namun jika dipikir nampaknya seseorang yang atau mati pasti sudah terputus secara lahiriah dengan kehidupan duniawi. Sekarang yang terjadi adalah dua sibuk memikirkan kehidupan setelahnya. Rasa sayang, rasa menyesal, rasa rindu, tas sedih, rasa marah untuk kembali kepada dunia nampaknya hampir tidak ada. Mungkin seperti seseorang ingin makan tapi di saat bersamaan juga ingin tidur karena mengantuk luar biasa. Akhirnya dia melupakan salah satu perasaan nafsunya untuk mengikuti yang lainnya. Yah Semua itu hanya terjawab ketika nanti kita sudah menemui waktu kita masing masing. Wallahu alam.

Self thought : Rezeki Tidak Kemana

0

Kemarin adalah hari ulang tahun yang ke 30. Rencana ingin merayakan kecil-kecilan sama anak istri saja dengan cara berbuka puasa di luar. Pergi ke mall, sedikit menghabiskan waktu dengan window shoping lalu akhirnya mulai cari-cari tempat makan tapi semua sudah penuh. Akhirnya mencoba pergi ke restoran yang agak mahal sedikit karena berpikir pasti sedikit yang malam disitu. Namun sampai sana juga ternyata waiting list. Hufft paling malas rasanya kalau malam saja harus pakai waiting list segala. Akhirnya makan di hari spesial itu berakhir dengan beni nasi goreng pinggir jalan dengan harga Rp.36rb saja. Nampak nya memang sudah digariskan bahwa rezeki harus masuk ke kantung Abang nasi goreng melalu uang kami. Kalau Tuhan sudah berkehendak siapa yang bisa menolak. Kita ternyata hanyalah bidak catur kecil. Yang mungkin kita pikir sebuah kebetulan tapi semua kejadian beli nasi goreng tersebut benar benar terlalu kebetulan kita dipikir baik baik.
Mutiara :

– Rezeki sudah ada yang mengatur. Tidak perlu takut. Yang penting kita mau mengejar Rizki nya. Seperti sebuah quote yang ditulis seorang penjual buah di pinggir jalan di Afrika: 

Kenapa saya harus takut miskin, sedangkan saya adalah hamba dari yang Maha Kaya.

RESOLUSI 2017 : The goals is waiting dream to be realized.

1

Tempat yang sama dengan tahun kemarin. Hahha. Kayanya emang cuma disini yang memenuhi syarat buat bikin resolusi.. nyaman, engga banyak org, menyediakan kopi hitam, dan tempatnya besar jd bisa berbaur. 

Oiya sudah beberapa bulan ini mulai punya hobi baru yaitu minum kopi hitam tepatnya. Jadi dirumah sudah banyak gear-gear kopi yang siap memanjakan lidah si empu nya. Ada kopi aceh, raung, papua, turki, vietnam, blend, dll. Wkwkwk

Oke sekarang kita akan buat resolusi 2017. Sengaja cari tempat yang pas biar feelnya kena dan muncul ide-ide yang segar.

1. Terkait pekerjaan dulu. Pau yang sekarang sudah sangat jauh lebih baik dari yang dulu. Mulai dari sdm, adm, dan manajemen. Jadi target tahun ini pau harus bisa tembus 24x tegahan. InsyaAllah dengan kekuatan yang kita punya angka tersebut adalah realistis. Dan semoga keadaan berpihak pada kami. Amin
2. Membuat kamus pau agar penerus kami bisa adaptasi tanpa harus proses memulai dari 0.

3. Mulai masuk ranah impor kayanya. Harus mulai tahu aturan-aturan lartas. Realistis, kita tidak selamanya ada disitu.

4. Mendapatkan penghargaan luar biasa.setelah jadi pegawai teladan aja gagal ToT … sedih

5. Hal yang 10 tahun lalu pernah ditulis di buku tahunan. Membuat sebuah sistem pengawasan baru. 

6. Daftar S2 UI . Paksaa.. entah kedepannya kamu pindah atau promosi. Kuliahh .. paksaaa. 
7. Memberikan kado terbaik untuk setiap momen berharga dengan keluarga. Ulang tahun ami, ulang tahun eyza, ulang tahun ammar, ulang tahun perkawinan. 

8. Jualan kopi turki, see i got the idea.

9. Baca buku sebulan 2x

10. Hatam quran 3x. Dan bulan puasa harus hatam dalam  30 hari. 

11. Naik gunung lagiiiiiiiiii. Jadiiinnn.. saya butuh feel seperti dulu lagi.

12. Punya berat badan 69Kg di akhir tahun ketika bikin resolusi 2018.

13. Masukin eyza ke TK. Eyza harus udah masuk TK.

14. Lebih mahir bahasa cina. 

15. Tes pretest/  toefl harus 550.

16. Ganti lantai rumah. Kayanya jadi sarang semut dibawahnya. Lantai teras, lantai dapur, lantai kamar tidur.


Okeee sekian resolusi yahun depan. Kenapa banyak?? Karena semenjak saya sadar betapa dahsyatnya kekuatan sebuah resolusi maka benar-benar ditulis sebanyak-banyak nya. Kita harus siap dengan perubahan jika kita memang menginginkan sesuatu. Jangan sampai ingin sesuatu namun ketika hal itu ada di depan mata malah bingung harus seperti apa dengan perubahan yang terjadi. Bismillah semoga Allah kasih jalan. Amin. 


Kaleidoskop Resolusi 2016

0

Hai hai.. 

Sekarang tanggal 29 desember 16. Kayanya cuma nemu ini waktu yang tepat buat tulis resolusi. Sebelum tulis resolusi mari kita flashback 2016 dahulu…
———————————————

1. Membuat analis memiliki visi dan goal yang jelas dulu deh. Jadi pola kerja tercipta dan bisa menjadi sesuatu yang bisa diwariskan kelak kepada penerus selanjutnya. Hal ini mulai dari pembentukan job desk, tugas, fungsi, capaian, dan lain-lain. Sudah tidak ada lagi main-main dan alakadarnya. Tahun depan 40% tangkapan terminal harus dari PAU.

Hasil : alhamdulillah Pau pada awal bulan sudah membuat visi dan misi untuk tahun 2016 termasuk target tegahan 40%. Visi dan misi sudah tersampaikan ,walau entah dibaca atau engga sama si bos choi, dengan baik. Dan alhamdulilah tegahan pau mencapai 12x sehingga 1x dalam sebulan dan melebihi target yaitu 41,xx% total tegahan.

2. Sudah menguasai dan bisa cas cis cus bahasa cina. Harus dimulai dengan program 1 hari 1 kalimat.

Hasil: walaupun belum lancar tapi sampai sekarang masih coba buat belajar mandarin . Kemarin sempat berhenti di tengah tapi lanjut lagi di penghujung tahun ini

3. Mulai ikut toefl deh. Karena kalo sesuai waktu tahun ini sudah bisa S1 dan  bisa lanjut buat daftar-daftar beasiswa

Hasil : belum ikut toefl nih.. dan beasiswa juga pupus karena ip tidak cukup. 

4. Hatam Alquran 2x dalam setahun.

Hasil : alhamdulillah sekarang menjelang 3x

5. Baca buku perbulan 2 buah.

Hasil : lebih ini sih.

6. Mau ganti mobil. Sudah mulai kekecilan mobilnya.

Hasil: alhamdulillah dikasih rejeki dan sekarang benar-benar sudah ganti. Lebih besar dan lebih bagus.

7. Sudah ikut kursus masak dan pandai masak.

Hasil: ini cukup engga 

8. Sudah buka usaha mau jne atau laundry atau makanan terserah. Ambil peluang. Siapa tau disini pintu rezeki nya.

Hasil : duhh ini belum kesampean, kemarin mau buka jne tapi lahan engga ada. Sekarang saya kepikiran hal baru. Resolusi ini masuk lagii…

9. Membuat 1 kajian dalam 1 bulan. Artinya 12 kajian dalam 1 tahun.

Hasil: ini juga lebih sih.. 

10. Miara ikan di rumah. Ikan yang dirawat sendiri dan bisa di panen setiap bulan untuk makan bersama.

Hasil : belum kesampean … hiks

11. Menghasilkan 3 orang jagoan interview di lapangan.

Hasil : bahkan sekarang mungkin puluhan .. subhanallah.

——————————————-

Kita hitunggg 

Goals achieved : 8

Goals pending : 3


Alhamdulillah

What is Waw .. in South Korea (family traveling with child)

0

Akhirnya selesai juga perjalanan dengan tema pelarian diri dari pekerjaan yang semrawut. Setelah berada 5 hari 4 malam di korea. Selesai sudah liburan kali ini ( sebelum masuk ke liburan singkat lainnya.. hhehe). Berbekal tiket airasia promo , dapat Rp. 9.800.000 ++ / 3 org / PP, yang dibeli bulan juli 2015 lalu akhirnya kita bertiga berangkat memenuhi hasrat berlibur, terutama istri, ke Luar negeri. Googling sana sini tentang korea mulai dari tempat menginap sampai cara beli bis pun diladeni demi liburan yang nyaman dan tenteram. 

Hari pertama sampai di korea waktu itu waktu menunjukkan pukul 08.30 waktu korea. Masuk ke bandara dan incheon dan proses imigrasi yang cukup. Friendly. Hal mengejutkan pertama yang terjadi adalah ketika akan pindah terminal naik subway. Turun dari eskalator dan melihat orang-orang sudah berjajar rapi di pintu-pintu masuk kereta. WAW. Seandainya di Indonesia orang-orangnya juga tertib seperti ini pasti negara aman dan damai deh. Salah satu hal-hal pertama yang disiapkan ketika berada di korea tentu saja beli Tmoney card alias kartu ajaib untuk naik angkutan umum di korea mulai dari subway, bis, dll. Entah istri dapat petunjuk darimana katanya kalo beli Tmoney harus di Sevel (7 11) puter-puter ga nemu itu sevel batang hidungnya dimana. Akhirnya tanya ke bagian informasi dan si mbak-mbak informasi nya dengan bahasa inggris patah-patah dan gaya malu-malu khas orang korea menunjukkan tempat bernama CJstore ya semacam covenience store semacam sevel juga. Disitu bisa beli kartu dan juga langsung isi top up pertama. 

Untuk masalah konektivitas internet selama di korea kita memberanikan diri ga beli prepaid sim atau wifi ruter atau rental HP yang menjamur di pinggiran airport. Berbekal keyakinan bahwa public wifi di korea dapat menampung tindak tanduk internet selama di korea. Dan benar saja di setiap public area pasti terdapat free wifi yang lumayan cepatlah dan itu adalah WAWW yang. Kedua.

Karena sampe sana keadaan sudah lapar selapar laparnya maka langsung cari tempat makan. Agak susah emang cari makanan halal di Korea ini karena orang-orangnya kebanyakan adalah pemakan binatang berhidung lucu itu. Sampai-sampai ketika di hotel bertemu dengan teman istri yang kebetulan sedang tugas belajar di Korea langsung mewanti-wanti. “Makan di fast food boleh tapi jangan makan saus tomatnya karena mengangdung Baaa…..bi” lalu “jangan beli cokelat atau susu merek Gh*na, karena juga mengandung baa..bi” dan alhasil sarannya semua terlambat.. terlambatt sudah.. karena semua yang diperingatkan sudah masuk ke dalam perut ini.. haiyyah.. untung kita punya kebiasaan bawa sambel sendiri dari Indonesia maka jadilah sambal sachetan Belibis ini menemani kemanapun kita pergi.

Selama jalan-jalan di korea rasanya setiap malam badan ini mau copot-copot. Di korea di desain sangat ramah dengan pejalan kaki. Ruang trotoar yang besar, area terbuka hijau dan pernak-pernij jalanan yang menarik memang tidak membuat bosan jalan-jalan di Korea. Mirip seperti di Singapura tapi menurut pendapat pribadi di Korea lebih nyaman. Untung si ucrut mau diajak jalan kaki emang the best lah anak satu ini. Kira-kira cakupan jalan kakinya minimal setengahnya dari jalan kaki yang orang dewasa walau umurnya baru injak 3 tahun. Mantapp boyy..

Area wisata di Korea juga dibuat terpusat berada di Seoul. Jadi kemana-mana dekat dan semua terjangkau dengan MRT, yang diperlukan hanya peta MRT dan tau harus exit sebelah mana. Sekilas mengenai MRT di korea. Masih mirip dengan singapura namun lebih banyak dan sedikit kompleks. Beberapa bagian ada stasiun-stasiun yang tidak menyediakan eskalator jadi memang buat Bumil harus ekstrasabar naik tangga satu-satu tapi hal ini hanya sebagian kecill saja. 

Area wisata di korea memang baik. Baik dari segi maintenance dan fasilitas. Misalnya istana gyeongbokgung yang berada di tengah kota seoul ini benar-benar di rawat dan super bersih. Korea sangat sadar mereka butuh fasilitas wisata yang mumpuni sehingga perawatannya tidak asal-asalan. Beruntungnya kemarin datang ke istana tersebut sedang diadakan upacara pergantian penjaga yang jadi tontonan turis-turis buat hunting photo karena si penjaga memakai pakaian tradisional korea ala zaman dulu. Badannya yang tinggi tegap jadi agak curiga kalo di sepatunya ada ganjelan buat tambah tinggi. Kemarin cuma sempat kunjungi Istana Gyeongbukgung, cheogyecheon stream,myeongdong market, nami island, seoul tower, dongdaemun tower,ittaewon, nangdaemun market, insadong market, dll. 

Khusus cheogyecheon stream ini adalah WAWWW selanjutnya. Membaca historinya sampai akhirnya menjadi seperti sekarang benar-benar butuh keberanian dan keyakinan tentang sesuatu yang baik. Karena seperti kita ketahui yaitu sesuatu yang dianggap baik belum tentu demikian oleh orang lain. Hal itu juga yang terjadi saat restorasi sungai di jantung kota Seoul ini. Banyak tantangan tapi berkat keteguhan dan niat baik akhirnya malah menjadi salah satu ikon dari korea saat ini. Luar biasa, , salut untuk bapak walikota seoul saat itu. 

Hal baik dan WAWWWW lagi adalah tata kota yang baik serta perencanaan yang matang dan tidak asal jadi. Contohnya saja adalah lahan untuk pedestrian, parkir bawah tanah, MRT, area terbuka hijau, pernak-pernik kota yang tidak asal jadi bahkan menurut kami bernilai seni dan indah. Karena indah itu makanya banyak orang-orang yang ingin mengabadikannya dan menyebarkannya ke seluruh dunia salah satunya ya lewat blog seperti ini. Makanya kadang heran lihat beberapa pernak pernik kota di Indonesia atau di bandara Soetta saja lah. Tugu ya kok batu, batu ditulis-tulis dan dikasih tanda-tangan. Dipajang pula di tengah-tengah bandara. Siapa juga yang mau foto disitu. 

Lanjut ke masalah personal attitude. Di korea ini banyak orang yang nampaknya masih bingung ketika istri jalan dengan lincahnya di jalanan Seoul. Terutama orang setengah baya keatas banyak yang menatap bingung dari ujung kaki sampai ujung rambut. Mungkin dalam hati mereka berkata “ini orang panas-panas gini badan malah ditutupin semua, apa gak kepanasan kali?”. Tapi yaa itulah budaya kan, yang pentingkan tidak menimbulkan gesekan karena saya yakin kalau mereka jalan-jalan di sekitaran komplek juga pasti dikerubungin sama orang-orang komplek ada orang putih bersih gini jalan-jalan disini. Ckckckck. Bagusnya adalah budaya menaati dan menghormati aturan masih berjalan. Di dalam fasilitas umum seperti MRT hampir 98% selalu dapat tempat duduk untuk si Bumil ini dan si ucrut ini. Makanya kalo pas mau naik MRT si ucrut selalu disodorin ke emaknya biar dobel impactnya dan pasti dikasih duduk. Jadi benar adanya tentang berita yang saya baca di blognya mas Choky Sihombing bahwa jang tertipu dengan kursi di pojokan karena itu adalah kursi prioritas untuk penyandang diabilitas, Bumil,Busui, dan lansia. Hal lain yang jadi perhatian selama di korea adalah. Kayanya orang-orang sana terutama lansia dan cewe-cewe nya kayanya seneng banget sama anak kecil seumuran si ucrut ini. Banyak banget orang yang terkekeh-kekeh liat tingkah si ucrut yang gak mau diem bahkan kadang dapat biskuit gratisan dari penumpang kereta. Hal lain yang dilihat adalah bahkan penyandang disabilitas pun dapat dengan mudah naik public transport disini dan waw semua jenis kegiatan atau hal-hal yang patut diketahui ada dalam sebuah SOP singkat yang dipasang ini benar-benar WAWWWWW.  

Di hari terakhir di seoul suatu kesempatan mengunjungi seoul art museum. Korea benar-benar memanjakan turis yang datang untuk. Betah berlama-lama disana. Banyak fasilitas yang diberikan gratis dengan suasana yang super nyaman. Taman-taman yang cantik, ornamen kota yang bagus, kursi-kursi taman yang terawat dan lingkungan yang selalu bersih dari sampah. Benar-benar WAWWWWWW

Dan satu lagi yang buat miris hati ini, masalah kenyamanan beribadah. Korea memang bukan negara muslim, tapi kelihatannya lebih menghargai kenyamanan seseorang dalam menjalankan ibadahnya. Tidak banyak tempat ibadah di Korea terutama mesjid. Namun di beberapa spot utama malah menghadirkan mesjid atau mushola yang cukup dan bahkan lebih baik. Mushola terdapat di Nami island, coex mall, bandara incheon, dan mesjid di ittaewon. 

Telatnya hati ini membaca tentang korea sebelum berkunjung. Ini malah terbalik.mengunjungi korea dulu baru membaca sekelumit sejarahnya di buku nya mas Junanto Hendrawan yang berjudul Shockign Korea. Ternyata semua kebesaran dan kemajuan korea selama ini benar-benar tidak terlepas dari kerja yang keras bahkan super keras dari semua elemen masyarakat di Korea. Semua merasa memiliki negara mereka karena negara memberikan apa yang dibutuhkan rakyatnya. Termasuk hal dimana pelajar-pelajar di Korea yang gila belajar. Baru sadar ternyata selama di Korea memang jarang sekali ditemukan pelajar korea yang kelayapan di jalanan Seoul. Semuanya entah pada ngumpet dimana dan ternyata pelajar-pelajar di Korea banyak yang mengikuti kelas tambahan dan belajar sampai larut malam untuk masuk universitas favorit dan menjadi pegawai di perusahaan sekelas Samsung, LG, Hyundai. Karena menurut mereka orang yang berhasil adalah orang yang bisa bekerja di perusahaan global tersebut. Sungguh benar-benar WAWWWWWWW.  

Sekelumit cerita tentang Korea benar-benar membuka mata ini tentang hal yang disebut kerja keras, keyakinan, dan konsistensi. Semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi sukses dan berguna. See you Korea..
Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.

Serambi Mekah.. ACEH

0

image

Waw akhirnya sampe juga ke tanah serambi mekah ini. Dulu sempat kepikiran kapan bisa injak tanah rencong ini buat wisata, akhirnya doa itu terjawab sudah. Walaupun nyelip-nyelipin waktu antara tugas dan wisata. 

Hal pertama yang ada dipikiran ketika tahu akan ke aceh adalah mau borong kopi. Hehehe.. jadi sudah sejak awal tahun ini keranjingan kopi dan mencoba jadi penikmat kopi sesungguhnya dan bukan penikmat kopi instan sachetan. 

Ternyata penerbangan ke aceh gak terlalu banyak. Agak susah juga pilih-pilih maskapai yang harganya murah berangkatnya shubuh yang mahal berangkatnya siang. Gak ada yang jam-jam tanggung. Akhirnya pilihan jatuh ke garuda. Walaupun agak mahal tapi bisa cukup untuk membunuh waktu selama di pesawat dimana biasanya kuping ini suka gak bisa diajak kompromi kalau bengong terbang agak jauh. Maklum pengidap kuping sakit waktu terbang jauh. 

Sampai disana beberapa saat menikmati dulu injakan kaki pertama di tanah aceh sambil melihat sekeliling dan bergumam dalam diri sendiri. Acara pertama langsung cuss hotel di banda aceh. Kebetulan banget dapat hotel di pusat kota daerah simpang 5. Sudah niat dari awal kalau jam-jam awal hanya mau menghabiskan waktu dan menikmati suasana sore di sekitar masjid baiturrahman yang begitu iconic terutama setelah tsunami terjadi. Lumayan juga jalan kaki dari hotel ke mesjid. Mau cari becak motor gak ada ketemu, akhirnya jalan kaki aja sambil menghibur diri kalau ini pahalanya lebih banyak.

image

Mesjid baiturrahman, mesjid yang rasanya begitu bersifat magis. Magis karena umurnya yang cukup tua dan magis karena menjadi saksi bisu saat terjadinya tsunami 2004 ditambah jam rusaknya yang tetap dipasang di pelataran utama dengan menunjuk pukul 08.40 atau 20 menit sejak tsunami menyentuh bumi aceh di bibir pantai. 

image

Selepas sholat lalu searching-searching di internet cari makanan enak yang ada di sekitaran. Syukurlan ditunjukkan kalau ternyata Mie Razali begitu dekat dengan hotel sehingga mampirlah untuk membeli sebungkus mie kuah kepiting. Mie Razali adalah salah satu tempat makan mie aceh yang terkenal karena pernah didatangi oleh Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya suatu hari ke aceh. Tapi ternyata bukan itu hidangan istimewanya yang mengesankan mulut dan hati ini di Aceh…….

image

Destinasi selanjutnya adalah mengunjungi salah satu museum yang lagi-lagi iconic setelah terjadinya tsunami yaitu Museum Tsunami yang jaraknya cukup jauh kalau jalan kaki dan terlalu dekat kalau naik mobil. Museum yang dibangun oleh walikota Bandung saat ini Pak Ridwan Kamil. Membaca artikelnya di suatu artikel dimana pak Ridwan menangis ketika membuat desain museum ini karena membayangkan korban-korban tsunami aceh. Bagian paling menarik pada bangunan ini pertama adalah desain luar yang kenaa banget. Lalu lorong pertama ketika masuk musium yang diilustrasikan akan membawa kita pada suasana ketika tsunami aceh terjadi. Dan terakhir adalah sebuah ruangan berbentuk kerucut dengan ujungnya sebuah siluet tulisan Allah lalu sisi dinding dipasang nama-nama korban tsunami seolah menggambarkan bahwa nama-nama tersebut sekarang sudah menjadi milik Allah dan sedang menuju kepadaNya. Membaca satu persatu nama dan diiringi suara lantunan Quran benar-benar membuat suasana haru yang menyayat hati.

image

image

****************

Kuliner, sekarang kita berbicara kuliner. Awalnya dikira mie aceh sudah begitu iconic di mata para traveller. Namun ternyata ada yang lebih nikmat dan membuat lidah ini benar-benar ketagihan. Nama makanan itu adalah Ayam Tangkap. 

image

image

Nama makanan ini sebenarnya sudah sering terdengar, namun yang terpikir paling hanya ayam goreng biasa dicocol sambal, tapi waw salah salah salah. Tidak seperti itu. 

Bermula dari ajakan pak supir untuk makan gulai kambing ganja. hehe ternyata hanya namanya saja, atau mungkin memang ada, untuk memancing para traveler mencoba makanan itu. Jadi pergilah kita ke Rumah Makan Hasan 3. Rumah makan yang cukup terkenal di aceh karena menyajikan menu-menu khas aceh. Disini mereka menyajikan berbagai menu mulai dari gulai kambing, perkedel, sambal, sayur, ikan, dan ayam. Namun yang paling membuat lidah ini tidak pernah berhenti mengunyah adalah ayamnya. Wawwww.. enakkkkkkkkk. Mungkin ini salah satu ayam goreng terenak yang pernah dimakan. Ayam goreng yang digoreng dengan bumbu-bumbu rempah dan disajikan panas-panas tidak lupa daun-daun yang ikut digoreng dan ternyata bisa pula dimakan. Aihhh enakk, setiap hari makan ayam tangkap dan tidak bosannya untuk mencoba lagi dan lagi. Bahkan dalam suatu malam satu piring ayam goreng masuk ke perut ini. Enakkkk.. saking enaknya sampai mau bawa pulang buat oleh-oleh. Tapi sayangnyaa waktu gak sempet keburu naik pesawat. Akhirnya coba cari-cari disini tapi belum nemu. Huftt. 

image

Kuliner terakhir adalah tentu saja komoditas utamanya kopi. warung kopi yang begitu dan sangat-sangat mudah ditemukan di aceh ini. Dan tidak pernah sepi. Cita rasa kopi original yang pas dan cocokk deh dengan lidah. Harganya murah buat nongkrong seharian di warung kopi seperti ini. Alhasil boronglah kopi ini buat dibawa ke rumah. Seduh sewaktu-waktu buat isi coffee time. 

Mantapppp…. 

Sweet Jogja : Musseum Affandi

1

image

Entah apa yang merasuki jiwa ini -cieeh- tapi dari semua opsi jalan-jalan di jogja maka pilihan jatuh di museum affandi. Sok nyeni banget dah ini. Padahal ngerti lukisan juga engga. Tapi ya itulah, kita gak akan tahu kalo kita ga terlibat langsung kan di dalamnya. 

Setelah makan siang di Raminten,maka acara selanjutnya adalah ke museum affandi yang terletak di jalan raya Solo KM… ?? KM berapa yah. lupa.. yang pasti tempatnya agak nyempil dengan plang yang gak terlalu besar. Pas masuk ke dalam agak bingung juga tempatnya gak kaya museum pada umumnya. Cuma sebuah bangunan ga jelas dengan patung-patung mirip leak plus rumah tingkat dengan fondasi kayu yang lebih mirip rumah pohon di film George of The Jungle. Sesampai disana langsung ditanya sama si security 

“Mau ke cafe mas? ”

“Bukan, ke museum”

Hampir aja nyangka kalo salah alamat, ternyata bener. Hehe. Beli tiket masuk Rp.30.000 plus hak cipta buat foto-foto di dalam Rp.10.000. Entah kalo di share di blog kaya gini kena bayar lagi ga. Waktu itu cuaca udah mendung, bahkan udah gerimis dan coba tebak… saya adalah pengunjung satu-satunya saat itu. mungkin rame nya pas weekend kali. 
Masuk ke gedung setengah lingkaran pertama, langsung disambut sama yg jaga ruangan dan ditanya mau ditemenin buat jelasin atau sendirian aja. serta merta dijawab mau sendirian aja namun beberapa menit kemudian langsung dikoreksi minta ditemenin buat lebih pahamin cerita dibalik lukisan-lukisan affandi yang waktu itu masih saya sangka macam lukisan anak sd. 

image

Untungnya si mbaknya runtut ceritanya sehingga kita bisa paham apa motif dan filosofi dibalik sebuah lukisan. Disini gak akan cerita tentang bagaimana biografi affandi yang bisa dilihat sendiri di google. Disini akan dibahas tentang makna dan motif dan peristiwa yang melatar belakanginya dari sebuah kejadian seseorang. 

image

Ini adalah gambar pertama affandi yang diberi judul self potrait. Ternyata lukisan itu menggambarkan affandi sendiri yang sedang melukis dirinya sendiri di depan cermin. Bahkan garis dari kaca nya juga ikut masuk dalam lukisan. Pada lukisan pertama memang nampaknya masih memiliki gaya yang jelas dan tegas. Masuk ke lukisan-lukisan berikutnya sudah menjadi lukisan yang semakin spontan dan sudah tidak menggunakan kuas lagi melainkan jari-jari tangan. Gedung galeri ini ternyata merupakan representasi dari daun pisang. Kenapa daun pisang? Karena dahulu affandi hidup kecilnya susah dan tidur hanya berselimut daun pisang. Sehingga suatu waktu waktu saat membuat galeri ini dia membentuknya menyerupai daun pisang dan menginginkan bahwa bangunan ini akan melindungi keluarganya. 

image

Lukisan lain yang menarik adalah lukisan dalam rumah gubuk dari kejauhan yang di dalamnya terdapat sebuah keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak. Dan lucunya disebelahnya dengan menggunakan jahitan terdapat lukisan yang menggambarkan versi jarak dekar atau zoom dari ketiga orang tersebut. Saat ini memang biasa saja. Tapi lukisan ini zaman dahulu menurut saya jenius. 

image

image

Ada lagi lukisan yang menggambarkan 3 pose seorang pengemis mulai dari dia datang, mendapat uang lalu pergi yang dibuat dalam satu kanvas. Kemudian expresi ibunda nya yang marah ketika mengetahui affandi akan pergi ke india.  

Atau lukisan-lukisan dengan menggunakan sketch pena ketika sedang berada di eropa. Kemudian lukisannya yang memegang cucunya yang baru lahir dalam kondisi telanjang dengan alasan ingin merasakan apa yang juga dirasakan oleh cucunya. Hmm. Lebay memang tapi berkarakter. 

Hal lain yang membuat tertarik adalah bagaimana affandi belajar untuk bisa melukis. Jadi tidak serta merta seorang yg gambarnya acak-acakan namun dibayari harga mahal. Tapi dari beberapa skecth nya ternyata affandi belajar untuk bisa membuat kaki, jari-jari, anatomi tubuh dan lainnya. Yang meyakinkan bahwasanya affandi bukanlah pelukis asal ndeplak. 

image

Terakhir pada museum ini disajikan video affandi melukis dengan jari jemarinya yang lincah dan filosofi yang mendasari hidupnya. Jangan dikiran beliau hidup bergelimang harta, namun ternyata lukisan-lukisannya baru menuai harga selangit setelah affandi wafat yaitu dengan lukisan termurah yang ada di galerinya seharga Rp.3M.  

image

image

Gak salah saya pilih jalan-jalan ke galeri ini, menyaksikan saksi kehiduapnnya melalui galeri lukisan sang maestro kelas dunia. Bahkan setelah berkunjung kesana, dalam perjalanan langsung buka play book untuk cari siapa tahu ada buku tentang beliau. Namun ternyata belum ada. Mungkin suatu hari ada untuk bisa kita ambil makna dan pelajaran bagaimana seseorang yang hidup dengan gairahnya akan sesuatu.