to singapore

Sebenernya udah pernah bikin review ke singapura ini. Tapi waktu itu kalo ga salah eror dan gagal upload deh jadi aja males lagi bikinnya.

Ini kayanya liburan yang agak ditunggu-tunggu nih. Terus terang abi baru sekali juga ke singapura. Mw liat kaya apa sih singapura sampe si ami ini pengen kesana-kesana terus. Yang ada dipikiran sih kayanya negara seiprit yang rapi. Soalnya pas sampai disana si ami langsung bikin status
” welcone again heaven for pedestrian “
Heheh..
Sampai disana naik air asia. Jadi beberapa minggu sebelum berangkat ada kejadian air asia jatuh di selat karimata rute surabaya – singapura. Tapi ya bismillah aja lah. Hidup mati sudah ada yang atur. . Ini juga pengalaman pertama buat eyza sama mamah.
Sampai disana saya harus akui kalau saya kagum dengan bandaranya. Kagum ya bukan takjub. . Airport yang besar, bersih, apalagi ya kata-kata yang bagus.. futuristik.. dan kaya akan fasilitas.
Keluar dari airport dan langsung naik cab yang kecil aja.. soalnya awal langsung ditawarin naik yg jenis alphard. Itu tarifnya bisa sampe SGD50 alias setara 500ribu walau dengan iming2 bisa menjangkau ke seluruh pelosok singapore. Cab biasa cuma SGD15 aja.. lumayan..
Kota nya benar-benar bersih dah. Tertata. Rapi. Jalan besar-besar tapi minim kendaraan bermotor apalagi roda dua. Jalanan lancar amat. Semua sisi perkotaan ditata dengan taman dan trotoar besar-besar yang di ubin sehingga selain pejalan kaki banyak juga pengguna sepeda, segway, otopet yang lalu lalang disana.
Pengalaman berjalan-jalan di singapore benar-benar berkesan. Begitu enjoy jalan-jalan di singapore. Bersih dari sampah, rapi, dan tentunya trotoar luas dan berubin baik. Enak banget di pake jalan kaki. Kayanya semua yang dibutuhkan pejalan kaki ada disini lah. . Suasana enak, hidup keteraturan, jalanan yang bebas asap polusi, minim kendaraan bermotor apalagi roda dua yang ribet. Angka kriminalitas yang rendah juga menambah rasa nyaman ketika berjalan-jalan di singapura.
Masalahnya cuma satu. ..
Susahnya cari makanan halal. Kemudian ditambah biaya hidup yang diatas rata-rata lah. Emang tiket pesawatnya murah tapi biaya hidupnya ini yang agak mahal. Jadi kalo mw cari makanan yang jelas-jelas halal yaa pergi ke restorant fastfood atau kalo mau yang agak murah yahh ke seven eleven dehh.. cukup antara 1-5 dolar buat beli makanan yang dipanaskan kembali.
Untung ami orangnya selektif juga kalo belanja. Jadi bisa tahan-tahan ga belanja di singapura. Hehehe. Jadi jalan-jalan ke orchard cuma buat foto-foto sama makan es krim 1,2 dolar trus jalan -jalan aja deh sepanjang trotoar.
Oiya satu lagi yang saya sorot dari kehidupan di singapura adalah MRT. Yess benda yang lebih pas dibilang kereta bawah tanah ini menjangkau ke seluruh singapura dan semua stasiun terintegrasi dengan mall. Jadi kalo mau cari MRT ya cari aja mall.. kalo MRT ini abi katakan takjub deh. Langsung berandai-andai kalo di indonesia ada benda model gini. Mobil nganggur aja tuh di rumah. Mending naik ginian. Bebas macet, murah, dan good sightseeing.
Memang kalau ditilik dari sejarahnya yang katanya singapura ini hanya pelabuhan kecil dan gersang yang ada di semenanjung malaya. Bahkan dulu buat perdagangan aja ga dilirik dan bahkannn ya bahkan mereka harus impor air bersih untuk kehidupan sehari-hari. Melihat kenyataan seperti itu abi langsung bertanya-tanya.. siapa orang yang ada di balik kemajuan pesat singapura ini?
Maka muncullah nama LEE KWAN YEW. Seorang imigran china dari guangzhou yang katanya ada darah-darah semarangnya. Dia membangun singapura ini menjadi macan nya asia saat ini. Prinsipnya adalah membangun kemerdekaan ekonomi terlebih dahulu baru politik. Menurutnya
“Coba tanyakan kepada setiap rakyat, apa yang lebih mereka inginkan? Perbaikan ekonomi atau perbaikan sistem politik”
Untuk mencapai hal tersebut konon LEE KWAN YEW juga ikut mengatur segala sisi kehidupan rakyatnya. Bahkan dia mengakuinya bahwa untuk menjamin kemerdekaan ekonomi semua harus hidup secara teratur dan sesuai dengan apa yang diharapkan sehingga dia harus tahu siapa keluarga anda, dengan siapa anda menikah, siapa tetangga anda, dan jika ada masalah keluarga dia berhak melakukan intervensi dan semua itu dilakukan untuk menciptakan budaya penurut dan disiplin rakyat singapura. Dan abi rasa hal itu benar-benar terbukti. Tapi tentulah kita di Indonesia ini tidak perlu mencontoh mentah-mentah apa yang dilakukan singapura. Lain lubuk maka lain pula ikannya. Tujuan bisa sama tapi cara meraihnya adalah keratifitas kita masing-masing.
Kira-kira itulah sepenggal cerita dari singapura. Negara kecil namun mampu berada di garda terdepan kemajuan ekonomi.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s