Jalan-jalan ke Solo yokk

image

Setelah ngulas wisata kuliner, sekarang bahas wisata lainnya. Wisata sejarah maksudnya.. 

Kemarin kemana aja yah ke solo.?? 

image

image

image

Kayanya habis dari nikahan agus terus ke kraton. Yaudah bahas keraton ajalah.. setelah sholat zuhur di mesjid keraton lalu mampirlah ke sebelahnya. Keraton surakarta. Bayar 10ribu udah bisa masuk ke keratonnya. Di dalam keraton sih kayanya lebih mirip sama sekolah jaman dulu smp. Sekolah-sekolah jadul peninggalan zaman belanda. Dinding yang tinggi, jendela yang tinggi-tinggi dari kayu. Bentuk kotak dan saling berhadapan dengan tengahnya ada taman atau kalau di sekolahan dulu udah lapangan basket pasti. 

image

Setiap ruangan diisi dengan berbagai macam peninggalan keraton mulai dari uang koin, bagiab-bagian kereta kencana, pusaka, keris, dan lain-lain. Disitu juga ada sumur yang bisa diminum sama pengunjung. Entah ada khasiatnya apa engga. Dari area itu juga bisa tembus ke area kraton yang masih dipakai. Dilihat dari sejarahnya sih memang kayanya keraton ini dulu animisme kepercayaannya sampai akhirnya datang wali songo dan menjadi pemeluk islam. Disini juga kelihatan bagaimana keluarga keraton sangat mengagumi kebudayaan belanda dengan banyaknya hiasan patung belanda yang bisa kita lihat seperti di museum prasasti jakarta. Pencampuran budaya itu benar-benar terlihat dari penggunaan atau kebiasaan dari penduduk keraton. Mulai dari dupa, sumur yang dianggap bertuah, patung-patung dewi belanda, ukiran-ukiran jawa sampai kaligrafi islami. Pokoknya mashed up lah.

image

image

image

Setelah dari keraton geser ke pasar triwindu buat lihat-lihat barang antik. Katanya disini sentra nya barang-barang bekas dan antik. Baca-baca di blog katanya kalau belanja disini bisa bebas lihat kanan-kiri tanpa harus takut dipaksa beli sama penjualnya. Dan ternyata benar sodara-sodara, sesuai dengan apa yang dibaca. Disini isinya mungkin mirip-mirip antara satu toko dengan toko lainnya. Yang paling banyak sih kemarin mulai dari piringan hitam, sparepart kereta kuda, radio antik, hiasan-hiasan dinding, dan besi untuk batik cap. 

Habis itu seperti kebanyakan turis lainnya, perjalanan diarahkan menuju sentra batik di kampung laweyan lalu terakhir ke danar hadi batik. Yang dua terakhir ga perlu dijelaskan, sudah paham semua kayanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s