Jogja by travel tour

image

pagi ini jam 02.00 nganter anak isteri ke bis di depan komplek buat acara gathering di Yogyakarta. Karena alasan pekerjaan dan lain-lain maka kita nyusul aja naik pesawat. Walaupun pilihan naik pesawat tadi adalah sebuah uji coba juga tapi itu ceritanya di lain post aja. 

image

Dengan alasan mau menghemat biaya dan tentu saja biar lebih berkesan maka dipilihlah moda transportasi bis. Perjalanan sejauh 8 jam perjalanan rela dilalui demi kota Jogja. 

Kali ini liburan dengan mengikuti ittenary dari travel dengan rincian Borobudur, Kraton Yogya, beringharjo, Goa pindul, malioboro. 

Sebenarnya ittenary yg dibuat agak kurang nyambung juga karena ada beberapa yang gak efektif seperti beringharjo dan malioboro dibuat terpisah hari padahal lokasinya cuma seberang jalan. Dan pantai indrayana yang katanya jalannya berkelok-kelok bikin muntah dan ada pesan dari travelnya untuk tidak turun dan berenang. Jadi hanya untuk foto dan menikmati keindahan.

Ittenary macam apa itu?  

Jadi karena kita baru ikut di hari kedua maka saya akan skip hari pertama. Hari kedua waktu itu rencananya adalah Goa Pindul, pantai inderayana dan Malioboro. Agak disayangkan gak ada wisata religinya disini. Padahal seperti kita tahu disinilah akulturasi budaya terjadi antara islam dan hindu. 

Waktu itu datang ke hotel jam sudah menunjukkan pukul 23.00 wib. Sudah larut malam dan saya tetap paksa dulu si abang supir buat cari dulu masakan padang. 

                                                                        ********

image

image

Yak pagi hari di Hotel Ruba Graha, hotel yg pemiliknya kayanya penyuka hewan reptil dan melata lainnya karena yang bersangkutan dengan bangga pajang hewan-hewan tak berkaki itu di depan pelataran hotel. Hari ini rencana pertama adalah ke Goa Pindul. Sebuah wisata baru di Yogya, wisatanya orang lokal karena kalau untuk orang bule terlalu culun kayanya. Jadi intinya wisata ini adalah wisata tubing, yaitu susur gua dengan menggunakan ban yang bergerak dengan aliran sungai. Sebelum sampe gua Pindul, si pemandu sudah mewanti-wanti bahwa hari ini akan ada 1500 wisatawan yang akan mencoba tubing di gua pindul. Waww.. kirain bercanda sampai akhirnya tiba disana. 

image

image

image

image

Jadi layaknya agen-agen arum jeram yang tersevar disana-sini dan begitupula dengan gua pindul. Dengan memilih salah satu agen pelayanan kemudian diantar menggunakan kendaraan bak terbuka ke aliran sungai nya. Ringkasnya klimaks dari rangkaian sungai ini adalah gua-gua stalaktit yang tercipta dari ratusan tahun memanjang sekitar 100 meter dan memiliki kedalaman 9-12 meter. Antiklimaksnya berada pada suatu ruangan guang yang bolong bulat diatasnya dan sadar bahwa‎ itu adalah tanah dan pepohonan diatas gua sehingga sebenarnya kita menyusuri lorong bawah tanah. Pada kondisi sepi, sebenarnya dapat meloncat dari lubant tersebut ke dalam dan nampaknya itu yang seru. Tapi karena kondisi yang ramai maka tidak diperbolehkan untuk melakukan hal tersebut. 

image

image

Hanya dalam waktu 15 – 30 menit seluruh lorong sudah dapat dijelajahi. Setelah itu ditawarkan apakah inging body rafting atau tidak. Ketika perjalanan pulang banyak sekali pemandangan bagaimana warga sekitar membangun ekonominya dengan pembukaan wisata gua pindul ini. Ada yang buka jadi agen wisata, tempat sewa ban, homestay, warung makan, bahkan sampai jasa angkut ban. Yah syukur Alhamdulillah lah kalo memang bermanfaat, sekarang tinggal gimana caranya merawat dan menambah nilai guna dari wisata tsb karena kayanta wisata ini adalah tipe-tipe wisata yang “sekali cukup”.  

image

image

image

Setelah basah-basahan di gua pindul, maka lanjut langsung ke Malioboro. Disana yaa sama aja ‎, pedagang batik tumpah ruah di jalan-jalan, sampe bingung mau mampir dimana.. yang pasti biasanya adalah Mirota Batik. Memang barang-barangnya lebih variatif daripada yang dijual di emperan dan terkesan eksklusif dan yang pasti gak bisa ditawar. Tergantung tujuan wisatanya, kalau mau niat cari yang antik-anti maka Mirota tempatnya. Kalau mau cari yang murah dan menyalurkan hobi tawar menawar maka diluar atau sepanjang jalan itu lah tempatnya.

image

Setelah puas cuci mata maka acara lanjut dengan isi perut. Dulu waktu ke Jogja sudah pernah makan di Bale Raos, sekarang mau coba tempat yang punya tema sama yaitu Gadri Resto yang dimiliki oleh Pengeran Joyokusumo dan merupakan adik dari Sultan Hamengkubuwono X. Makanannya sih kebanyakan sudah pernah dilihat yaitu nasi uduk, steak, ikan asam manis tapi dengan penamaan yang berbeda dan tentu rasa yang berbeda. Dari makanannya juva kelihatan kalo sang sultan juga adalah penyuka makanan barat tapi kayanya gak sekental wajtu bwrkunjung ke kesultanan solo. Waktu kesana suasana sepi, cuma ada dua bule yang cuma minum coca cola dan dua tamu lainnya yang lagi minum kopi. Jadi ragu waktu datang kok gak ada yang makan, jangan-jangan harga jackpot nih. Mana datang rombongan lagi sama bocah-bocah.

image

Selain menyajikan nuansa jawa yang kental, disini juga dipajang berbagai peninggalan kerajaan dan kondisi rumah yang dibuka untuk umum. Saking bingungnya bahkan kita gak ngerti mana batas cafe dan rumahnya karena masuk je dalam dikit setelah ruang tamu sudah ada meja mkan besar lagi dan dapur lengkap dengan ruang keluarga alhasil cuma intip mengintip ajalah, karena gak lucu nanti kalo kita mergokin sang pangeran lagi nyantai pake celana pendek atau kaos oblongan kan. Yang pasti tempatnya posisinya agak nyempil lah, kita juga gak paham kalo gak dikasih tahu bapak kusir sang penarik delman, yang sudah berusia 85 tahun , hasil dari sewaan di Malioboro ke resto tersebut.

image

image

Tapi dari semua cerita ada satu hal yang langsung terbersit ketika mengunjungi Yogyakarta adalah lirik ini 

Musisi jalanan mulai beraksi, seiring laraku kehilanganmu… “

Lagu Yogyakarta dari Kla Project seakan jadi lagu sepanjang zaman untuk menggambarkan keakraban kota jogja. Keramahan orang-orangnya, keunikan tradisinya, jalanan malioboro yang ikonik, jajanan murah nan meriah ditambah suasana khas jawa yang kental.  Yogya memang selalu menarik untuk dikunjungi bahkan sampai saat ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s