Serambi Mekah.. ACEH

0

image

Waw akhirnya sampe juga ke tanah serambi mekah ini. Dulu sempat kepikiran kapan bisa injak tanah rencong ini buat wisata, akhirnya doa itu terjawab sudah. Walaupun nyelip-nyelipin waktu antara tugas dan wisata. 

Hal pertama yang ada dipikiran ketika tahu akan ke aceh adalah mau borong kopi. Hehehe.. jadi sudah sejak awal tahun ini keranjingan kopi dan mencoba jadi penikmat kopi sesungguhnya dan bukan penikmat kopi instan sachetan. 

Ternyata penerbangan ke aceh gak terlalu banyak. Agak susah juga pilih-pilih maskapai yang harganya murah berangkatnya shubuh yang mahal berangkatnya siang. Gak ada yang jam-jam tanggung. Akhirnya pilihan jatuh ke garuda. Walaupun agak mahal tapi bisa cukup untuk membunuh waktu selama di pesawat dimana biasanya kuping ini suka gak bisa diajak kompromi kalau bengong terbang agak jauh. Maklum pengidap kuping sakit waktu terbang jauh. 

Sampai disana beberapa saat menikmati dulu injakan kaki pertama di tanah aceh sambil melihat sekeliling dan bergumam dalam diri sendiri. Acara pertama langsung cuss hotel di banda aceh. Kebetulan banget dapat hotel di pusat kota daerah simpang 5. Sudah niat dari awal kalau jam-jam awal hanya mau menghabiskan waktu dan menikmati suasana sore di sekitar masjid baiturrahman yang begitu iconic terutama setelah tsunami terjadi. Lumayan juga jalan kaki dari hotel ke mesjid. Mau cari becak motor gak ada ketemu, akhirnya jalan kaki aja sambil menghibur diri kalau ini pahalanya lebih banyak.

image

Mesjid baiturrahman, mesjid yang rasanya begitu bersifat magis. Magis karena umurnya yang cukup tua dan magis karena menjadi saksi bisu saat terjadinya tsunami 2004 ditambah jam rusaknya yang tetap dipasang di pelataran utama dengan menunjuk pukul 08.40 atau 20 menit sejak tsunami menyentuh bumi aceh di bibir pantai. 

image

Selepas sholat lalu searching-searching di internet cari makanan enak yang ada di sekitaran. Syukurlan ditunjukkan kalau ternyata Mie Razali begitu dekat dengan hotel sehingga mampirlah untuk membeli sebungkus mie kuah kepiting. Mie Razali adalah salah satu tempat makan mie aceh yang terkenal karena pernah didatangi oleh Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya suatu hari ke aceh. Tapi ternyata bukan itu hidangan istimewanya yang mengesankan mulut dan hati ini di Aceh…….

image

Destinasi selanjutnya adalah mengunjungi salah satu museum yang lagi-lagi iconic setelah terjadinya tsunami yaitu Museum Tsunami yang jaraknya cukup jauh kalau jalan kaki dan terlalu dekat kalau naik mobil. Museum yang dibangun oleh walikota Bandung saat ini Pak Ridwan Kamil. Membaca artikelnya di suatu artikel dimana pak Ridwan menangis ketika membuat desain museum ini karena membayangkan korban-korban tsunami aceh. Bagian paling menarik pada bangunan ini pertama adalah desain luar yang kenaa banget. Lalu lorong pertama ketika masuk musium yang diilustrasikan akan membawa kita pada suasana ketika tsunami aceh terjadi. Dan terakhir adalah sebuah ruangan berbentuk kerucut dengan ujungnya sebuah siluet tulisan Allah lalu sisi dinding dipasang nama-nama korban tsunami seolah menggambarkan bahwa nama-nama tersebut sekarang sudah menjadi milik Allah dan sedang menuju kepadaNya. Membaca satu persatu nama dan diiringi suara lantunan Quran benar-benar membuat suasana haru yang menyayat hati.

image

image

****************

Kuliner, sekarang kita berbicara kuliner. Awalnya dikira mie aceh sudah begitu iconic di mata para traveller. Namun ternyata ada yang lebih nikmat dan membuat lidah ini benar-benar ketagihan. Nama makanan itu adalah Ayam Tangkap. 

image

image

Nama makanan ini sebenarnya sudah sering terdengar, namun yang terpikir paling hanya ayam goreng biasa dicocol sambal, tapi waw salah salah salah. Tidak seperti itu. 

Bermula dari ajakan pak supir untuk makan gulai kambing ganja. hehe ternyata hanya namanya saja, atau mungkin memang ada, untuk memancing para traveler mencoba makanan itu. Jadi pergilah kita ke Rumah Makan Hasan 3. Rumah makan yang cukup terkenal di aceh karena menyajikan menu-menu khas aceh. Disini mereka menyajikan berbagai menu mulai dari gulai kambing, perkedel, sambal, sayur, ikan, dan ayam. Namun yang paling membuat lidah ini tidak pernah berhenti mengunyah adalah ayamnya. Wawwww.. enakkkkkkkkk. Mungkin ini salah satu ayam goreng terenak yang pernah dimakan. Ayam goreng yang digoreng dengan bumbu-bumbu rempah dan disajikan panas-panas tidak lupa daun-daun yang ikut digoreng dan ternyata bisa pula dimakan. Aihhh enakk, setiap hari makan ayam tangkap dan tidak bosannya untuk mencoba lagi dan lagi. Bahkan dalam suatu malam satu piring ayam goreng masuk ke perut ini. Enakkkk.. saking enaknya sampai mau bawa pulang buat oleh-oleh. Tapi sayangnyaa waktu gak sempet keburu naik pesawat. Akhirnya coba cari-cari disini tapi belum nemu. Huftt. 

image

Kuliner terakhir adalah tentu saja komoditas utamanya kopi. warung kopi yang begitu dan sangat-sangat mudah ditemukan di aceh ini. Dan tidak pernah sepi. Cita rasa kopi original yang pas dan cocokk deh dengan lidah. Harganya murah buat nongkrong seharian di warung kopi seperti ini. Alhasil boronglah kopi ini buat dibawa ke rumah. Seduh sewaktu-waktu buat isi coffee time. 

Mantapppp…. 

Advertisements