What is Waw .. in South Korea (family traveling with child)

Akhirnya selesai juga perjalanan dengan tema pelarian diri dari pekerjaan yang semrawut. Setelah berada 5 hari 4 malam di korea. Selesai sudah liburan kali ini ( sebelum masuk ke liburan singkat lainnya.. hhehe). Berbekal tiket airasia promo , dapat Rp. 9.800.000 ++ / 3 org / PP, yang dibeli bulan juli 2015 lalu akhirnya kita bertiga berangkat memenuhi hasrat berlibur, terutama istri, ke Luar negeri. Googling sana sini tentang korea mulai dari tempat menginap sampai cara beli bis pun diladeni demi liburan yang nyaman dan tenteram. 

Hari pertama sampai di korea waktu itu waktu menunjukkan pukul 08.30 waktu korea. Masuk ke bandara dan incheon dan proses imigrasi yang cukup. Friendly. Hal mengejutkan pertama yang terjadi adalah ketika akan pindah terminal naik subway. Turun dari eskalator dan melihat orang-orang sudah berjajar rapi di pintu-pintu masuk kereta. WAW. Seandainya di Indonesia orang-orangnya juga tertib seperti ini pasti negara aman dan damai deh. Salah satu hal-hal pertama yang disiapkan ketika berada di korea tentu saja beli Tmoney card alias kartu ajaib untuk naik angkutan umum di korea mulai dari subway, bis, dll. Entah istri dapat petunjuk darimana katanya kalo beli Tmoney harus di Sevel (7 11) puter-puter ga nemu itu sevel batang hidungnya dimana. Akhirnya tanya ke bagian informasi dan si mbak-mbak informasi nya dengan bahasa inggris patah-patah dan gaya malu-malu khas orang korea menunjukkan tempat bernama CJstore ya semacam covenience store semacam sevel juga. Disitu bisa beli kartu dan juga langsung isi top up pertama. 

Untuk masalah konektivitas internet selama di korea kita memberanikan diri ga beli prepaid sim atau wifi ruter atau rental HP yang menjamur di pinggiran airport. Berbekal keyakinan bahwa public wifi di korea dapat menampung tindak tanduk internet selama di korea. Dan benar saja di setiap public area pasti terdapat free wifi yang lumayan cepatlah dan itu adalah WAWW yang. Kedua.

Karena sampe sana keadaan sudah lapar selapar laparnya maka langsung cari tempat makan. Agak susah emang cari makanan halal di Korea ini karena orang-orangnya kebanyakan adalah pemakan binatang berhidung lucu itu. Sampai-sampai ketika di hotel bertemu dengan teman istri yang kebetulan sedang tugas belajar di Korea langsung mewanti-wanti. “Makan di fast food boleh tapi jangan makan saus tomatnya karena mengangdung Baaa…..bi” lalu “jangan beli cokelat atau susu merek Gh*na, karena juga mengandung baa..bi” dan alhasil sarannya semua terlambat.. terlambatt sudah.. karena semua yang diperingatkan sudah masuk ke dalam perut ini.. haiyyah.. untung kita punya kebiasaan bawa sambel sendiri dari Indonesia maka jadilah sambal sachetan Belibis ini menemani kemanapun kita pergi.

Selama jalan-jalan di korea rasanya setiap malam badan ini mau copot-copot. Di korea di desain sangat ramah dengan pejalan kaki. Ruang trotoar yang besar, area terbuka hijau dan pernak-pernij jalanan yang menarik memang tidak membuat bosan jalan-jalan di Korea. Mirip seperti di Singapura tapi menurut pendapat pribadi di Korea lebih nyaman. Untung si ucrut mau diajak jalan kaki emang the best lah anak satu ini. Kira-kira cakupan jalan kakinya minimal setengahnya dari jalan kaki yang orang dewasa walau umurnya baru injak 3 tahun. Mantapp boyy..

Area wisata di Korea juga dibuat terpusat berada di Seoul. Jadi kemana-mana dekat dan semua terjangkau dengan MRT, yang diperlukan hanya peta MRT dan tau harus exit sebelah mana. Sekilas mengenai MRT di korea. Masih mirip dengan singapura namun lebih banyak dan sedikit kompleks. Beberapa bagian ada stasiun-stasiun yang tidak menyediakan eskalator jadi memang buat Bumil harus ekstrasabar naik tangga satu-satu tapi hal ini hanya sebagian kecill saja. 

Area wisata di korea memang baik. Baik dari segi maintenance dan fasilitas. Misalnya istana gyeongbokgung yang berada di tengah kota seoul ini benar-benar di rawat dan super bersih. Korea sangat sadar mereka butuh fasilitas wisata yang mumpuni sehingga perawatannya tidak asal-asalan. Beruntungnya kemarin datang ke istana tersebut sedang diadakan upacara pergantian penjaga yang jadi tontonan turis-turis buat hunting photo karena si penjaga memakai pakaian tradisional korea ala zaman dulu. Badannya yang tinggi tegap jadi agak curiga kalo di sepatunya ada ganjelan buat tambah tinggi. Kemarin cuma sempat kunjungi Istana Gyeongbukgung, cheogyecheon stream,myeongdong market, nami island, seoul tower, dongdaemun tower,ittaewon, nangdaemun market, insadong market, dll. 

Khusus cheogyecheon stream ini adalah WAWWW selanjutnya. Membaca historinya sampai akhirnya menjadi seperti sekarang benar-benar butuh keberanian dan keyakinan tentang sesuatu yang baik. Karena seperti kita ketahui yaitu sesuatu yang dianggap baik belum tentu demikian oleh orang lain. Hal itu juga yang terjadi saat restorasi sungai di jantung kota Seoul ini. Banyak tantangan tapi berkat keteguhan dan niat baik akhirnya malah menjadi salah satu ikon dari korea saat ini. Luar biasa, , salut untuk bapak walikota seoul saat itu. 

Hal baik dan WAWWWW lagi adalah tata kota yang baik serta perencanaan yang matang dan tidak asal jadi. Contohnya saja adalah lahan untuk pedestrian, parkir bawah tanah, MRT, area terbuka hijau, pernak-pernik kota yang tidak asal jadi bahkan menurut kami bernilai seni dan indah. Karena indah itu makanya banyak orang-orang yang ingin mengabadikannya dan menyebarkannya ke seluruh dunia salah satunya ya lewat blog seperti ini. Makanya kadang heran lihat beberapa pernak pernik kota di Indonesia atau di bandara Soetta saja lah. Tugu ya kok batu, batu ditulis-tulis dan dikasih tanda-tangan. Dipajang pula di tengah-tengah bandara. Siapa juga yang mau foto disitu. 

Lanjut ke masalah personal attitude. Di korea ini banyak orang yang nampaknya masih bingung ketika istri jalan dengan lincahnya di jalanan Seoul. Terutama orang setengah baya keatas banyak yang menatap bingung dari ujung kaki sampai ujung rambut. Mungkin dalam hati mereka berkata “ini orang panas-panas gini badan malah ditutupin semua, apa gak kepanasan kali?”. Tapi yaa itulah budaya kan, yang pentingkan tidak menimbulkan gesekan karena saya yakin kalau mereka jalan-jalan di sekitaran komplek juga pasti dikerubungin sama orang-orang komplek ada orang putih bersih gini jalan-jalan disini. Ckckckck. Bagusnya adalah budaya menaati dan menghormati aturan masih berjalan. Di dalam fasilitas umum seperti MRT hampir 98% selalu dapat tempat duduk untuk si Bumil ini dan si ucrut ini. Makanya kalo pas mau naik MRT si ucrut selalu disodorin ke emaknya biar dobel impactnya dan pasti dikasih duduk. Jadi benar adanya tentang berita yang saya baca di blognya mas Choky Sihombing bahwa jang tertipu dengan kursi di pojokan karena itu adalah kursi prioritas untuk penyandang diabilitas, Bumil,Busui, dan lansia. Hal lain yang jadi perhatian selama di korea adalah. Kayanya orang-orang sana terutama lansia dan cewe-cewe nya kayanya seneng banget sama anak kecil seumuran si ucrut ini. Banyak banget orang yang terkekeh-kekeh liat tingkah si ucrut yang gak mau diem bahkan kadang dapat biskuit gratisan dari penumpang kereta. Hal lain yang dilihat adalah bahkan penyandang disabilitas pun dapat dengan mudah naik public transport disini dan waw semua jenis kegiatan atau hal-hal yang patut diketahui ada dalam sebuah SOP singkat yang dipasang ini benar-benar WAWWWWW.  

Di hari terakhir di seoul suatu kesempatan mengunjungi seoul art museum. Korea benar-benar memanjakan turis yang datang untuk. Betah berlama-lama disana. Banyak fasilitas yang diberikan gratis dengan suasana yang super nyaman. Taman-taman yang cantik, ornamen kota yang bagus, kursi-kursi taman yang terawat dan lingkungan yang selalu bersih dari sampah. Benar-benar WAWWWWWW

Dan satu lagi yang buat miris hati ini, masalah kenyamanan beribadah. Korea memang bukan negara muslim, tapi kelihatannya lebih menghargai kenyamanan seseorang dalam menjalankan ibadahnya. Tidak banyak tempat ibadah di Korea terutama mesjid. Namun di beberapa spot utama malah menghadirkan mesjid atau mushola yang cukup dan bahkan lebih baik. Mushola terdapat di Nami island, coex mall, bandara incheon, dan mesjid di ittaewon. 

Telatnya hati ini membaca tentang korea sebelum berkunjung. Ini malah terbalik.mengunjungi korea dulu baru membaca sekelumit sejarahnya di buku nya mas Junanto Hendrawan yang berjudul Shockign Korea. Ternyata semua kebesaran dan kemajuan korea selama ini benar-benar tidak terlepas dari kerja yang keras bahkan super keras dari semua elemen masyarakat di Korea. Semua merasa memiliki negara mereka karena negara memberikan apa yang dibutuhkan rakyatnya. Termasuk hal dimana pelajar-pelajar di Korea yang gila belajar. Baru sadar ternyata selama di Korea memang jarang sekali ditemukan pelajar korea yang kelayapan di jalanan Seoul. Semuanya entah pada ngumpet dimana dan ternyata pelajar-pelajar di Korea banyak yang mengikuti kelas tambahan dan belajar sampai larut malam untuk masuk universitas favorit dan menjadi pegawai di perusahaan sekelas Samsung, LG, Hyundai. Karena menurut mereka orang yang berhasil adalah orang yang bisa bekerja di perusahaan global tersebut. Sungguh benar-benar WAWWWWWWW.  

Sekelumit cerita tentang Korea benar-benar membuka mata ini tentang hal yang disebut kerja keras, keyakinan, dan konsistensi. Semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi sukses dan berguna. See you Korea..
Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s