Bucket list #26 & #27 : Mecca

0

Pergi ke Mekah? Alhamdulillah. Next time harus sama eyza nih. 

Advertisements

Bucket list #26 : black belt

0

Black belt karate? I already black belt now

What am I feeling after this level? 

Hmmm.. pertama saya mulai mencoba memahami sejarah karate . Saya mulai menikmati seni gerak tubuh dan jurus lewat kata. Dan juga sekarang coba membuatnya menjadi sebuah lifestyle. I don’t want to be a fighter. I just want to make a good and Sharp body condition while I also can do a self defense by some katas . 

Lama lama mulai paham makna dari karate ini, di level ini mulai menandakan dengan bela diri lain. Mencoba mencari kelebihan dan kekurangan, tapi semakin lama malah sadar bahwa bela diri konsepnya awalnya sama. Karate sendiri terlalu di maknai kaku padahal dalam kata nya tidak ada gerakan yang benar benar kaku. 

Bucket list #10 & 15 Done : Loncat dari jembatan cinta & Snorkling lagi di pulau Tidung

0

Baru kemarin nih ke pulau Tidung lagi. Bengong libur lebaran yang cukup lama akhirnya putusin buat ke pulau Tidung album paket yang satu hari pulang. Dapat harga 600rb per orang untuk jumlah peserta 7 orang. Dan saya memenuhi janji saya untuk melakukan hal yang dulu saya takut yaitu loncat dari jembatan cinta. Pertama naik di atas saya beneran takut tapi demi menunaikan bucket list ini nekat saja lah and finally I’m done!!

Self thought: when public business become personal business (Starbucks and the Schultz)

0

Fakta pertama : saya suka kopi

Fakta kedua : saya suka kopi berkualitas

Fakta ketiga : Starbucks salah satu penjual kopi berkualitas

Fakta keempat : saya bukan pendukung LGBT

Fakta kelima : Starbucks melalui CEO nya mendukung LGBT
Dari fakta fakta di atas memang saat ini sedang dilema. Di satu sisi saya suka ngopi atau beli kopi di Starbucks, tapi di sisi lain saya bukan pendukung LGBT. Dua hal ini sebenarnya tidak nyambung dan tidak akan nyambung dunia akhirat jika tidak si Scultz itu dengan terang terangan mendukung LGBT dan menjadikannya seperti masalah personal. Ya personal karena dia meminta jajaran investor nya keluar jika tidak suka dengan sudut pandangnya tentang LGBT. Menyedihkan kenapa dia harus bikin semua ini jadi rumit. Tidak ada yang menggubris jika si Scultz ini membuatnya tetap para zona pribadi, karena dia bisa melakukan apa saja dengan uang pribadinya tapi dengan dengan public business. Kamu tahu Scultz? Sekarang saya harus mencari alternatif tempat kopi lain selain kedai kopi milik anda dimana saya betah berlama lama di sana. Tapi Anda senang memanfaatkan kelemahan orang lain yang sudah ketergantungan dengan kedai kopi Anda dan terus terang saya membenci cara Anda melakukan semua ini. 

Self thought: Fasting day

0

Baru saja selesai menjalani hari terakhir pada Ramadan 1438 H atau tahun 2017. Spirit masih ada kalau  dilihat. Dan tampaknya janji tentang Ramadan untuk semua pun masih cukup ampuh menggema di seantero negeri. Namun di tahun ini entah kebetulan atau tidak, banyak sekali melihat orang orang yang tidak berpuasa dan terang terangan. Apalagi kalau sudah bicara di pusat pusat perbelanjaan. Kalau masih sekelas kota Bogor mungkin masih tidak terlalu tampak. Tapi kalau sudah sekelas Jakarta, http://www.. bahkan tempat makan dibiarkan tanpa penutup. Malah seolah sedang tidak berada di negara yang mayoritas adalah Muslim. Semangat untuk saling menghormati dan menghargai sudah agak tidak kentara lagi saat ini. Bahkan dengan entengnya orang orang beli makan dan minum lalu di santap sambil berjalan. Hoho. Aneh tapi terjadi. 

Self thought : Hidup setelah mati

0

Tadi istri tiba tiba sodorin hp nya untuk memperlihatkan salah satu post di Instagram tentang orang yang mirip Jupe di acara tahlilan atau pemakaman nya sang artis. Beberapa cerita menang seperti itu, ada saja yang merasa melihat orang yang sedang meninggal seolah terlihat diantara yang hadir. Entah benar atau tidak, namun jika dipikir nampaknya seseorang yang atau mati pasti sudah terputus secara lahiriah dengan kehidupan duniawi. Sekarang yang terjadi adalah dua sibuk memikirkan kehidupan setelahnya. Rasa sayang, rasa menyesal, rasa rindu, tas sedih, rasa marah untuk kembali kepada dunia nampaknya hampir tidak ada. Mungkin seperti seseorang ingin makan tapi di saat bersamaan juga ingin tidur karena mengantuk luar biasa. Akhirnya dia melupakan salah satu perasaan nafsunya untuk mengikuti yang lainnya. Yah Semua itu hanya terjawab ketika nanti kita sudah menemui waktu kita masing masing. Wallahu alam.

Self thought : Rezeki Tidak Kemana

0

Kemarin adalah hari ulang tahun yang ke 30. Rencana ingin merayakan kecil-kecilan sama anak istri saja dengan cara berbuka puasa di luar. Pergi ke mall, sedikit menghabiskan waktu dengan window shoping lalu akhirnya mulai cari-cari tempat makan tapi semua sudah penuh. Akhirnya mencoba pergi ke restoran yang agak mahal sedikit karena berpikir pasti sedikit yang malam disitu. Namun sampai sana juga ternyata waiting list. Hufft paling malas rasanya kalau malam saja harus pakai waiting list segala. Akhirnya makan di hari spesial itu berakhir dengan beni nasi goreng pinggir jalan dengan harga Rp.36rb saja. Nampak nya memang sudah digariskan bahwa rezeki harus masuk ke kantung Abang nasi goreng melalu uang kami. Kalau Tuhan sudah berkehendak siapa yang bisa menolak. Kita ternyata hanyalah bidak catur kecil. Yang mungkin kita pikir sebuah kebetulan tapi semua kejadian beli nasi goreng tersebut benar benar terlalu kebetulan kita dipikir baik baik.
Mutiara :

– Rezeki sudah ada yang mengatur. Tidak perlu takut. Yang penting kita mau mengejar Rizki nya. Seperti sebuah quote yang ditulis seorang penjual buah di pinggir jalan di Afrika: 

Kenapa saya harus takut miskin, sedangkan saya adalah hamba dari yang Maha Kaya.