Self thought: Fasting day

0

Baru saja selesai menjalani hari terakhir pada Ramadan 1438 H atau tahun 2017. Spirit masih ada kalau  dilihat. Dan tampaknya janji tentang Ramadan untuk semua pun masih cukup ampuh menggema di seantero negeri. Namun di tahun ini entah kebetulan atau tidak, banyak sekali melihat orang orang yang tidak berpuasa dan terang terangan. Apalagi kalau sudah bicara di pusat pusat perbelanjaan. Kalau masih sekelas kota Bogor mungkin masih tidak terlalu tampak. Tapi kalau sudah sekelas Jakarta, http://www.. bahkan tempat makan dibiarkan tanpa penutup. Malah seolah sedang tidak berada di negara yang mayoritas adalah Muslim. Semangat untuk saling menghormati dan menghargai sudah agak tidak kentara lagi saat ini. Bahkan dengan entengnya orang orang beli makan dan minum lalu di santap sambil berjalan. Hoho. Aneh tapi terjadi. 

Self thought : Hidup setelah mati

0

Tadi istri tiba tiba sodorin hp nya untuk memperlihatkan salah satu post di Instagram tentang orang yang mirip Jupe di acara tahlilan atau pemakaman nya sang artis. Beberapa cerita menang seperti itu, ada saja yang merasa melihat orang yang sedang meninggal seolah terlihat diantara yang hadir. Entah benar atau tidak, namun jika dipikir nampaknya seseorang yang atau mati pasti sudah terputus secara lahiriah dengan kehidupan duniawi. Sekarang yang terjadi adalah dua sibuk memikirkan kehidupan setelahnya. Rasa sayang, rasa menyesal, rasa rindu, tas sedih, rasa marah untuk kembali kepada dunia nampaknya hampir tidak ada. Mungkin seperti seseorang ingin makan tapi di saat bersamaan juga ingin tidur karena mengantuk luar biasa. Akhirnya dia melupakan salah satu perasaan nafsunya untuk mengikuti yang lainnya. Yah Semua itu hanya terjawab ketika nanti kita sudah menemui waktu kita masing masing. Wallahu alam.

Self thought : Rezeki Tidak Kemana

0

Kemarin adalah hari ulang tahun yang ke 30. Rencana ingin merayakan kecil-kecilan sama anak istri saja dengan cara berbuka puasa di luar. Pergi ke mall, sedikit menghabiskan waktu dengan window shoping lalu akhirnya mulai cari-cari tempat makan tapi semua sudah penuh. Akhirnya mencoba pergi ke restoran yang agak mahal sedikit karena berpikir pasti sedikit yang malam disitu. Namun sampai sana juga ternyata waiting list. Hufft paling malas rasanya kalau malam saja harus pakai waiting list segala. Akhirnya makan di hari spesial itu berakhir dengan beni nasi goreng pinggir jalan dengan harga Rp.36rb saja. Nampak nya memang sudah digariskan bahwa rezeki harus masuk ke kantung Abang nasi goreng melalu uang kami. Kalau Tuhan sudah berkehendak siapa yang bisa menolak. Kita ternyata hanyalah bidak catur kecil. Yang mungkin kita pikir sebuah kebetulan tapi semua kejadian beli nasi goreng tersebut benar benar terlalu kebetulan kita dipikir baik baik.
Mutiara :

– Rezeki sudah ada yang mengatur. Tidak perlu takut. Yang penting kita mau mengejar Rizki nya. Seperti sebuah quote yang ditulis seorang penjual buah di pinggir jalan di Afrika: 

Kenapa saya harus takut miskin, sedangkan saya adalah hamba dari yang Maha Kaya.