Kong Djie coffee

Indonesia dianugerahi variasi kopi yang begitu banyaknya. Jika varian tersebut masih kurang coba saja mencampur satu dengan yang lain yang tentunya akan memberikan cita rasa yang berbeda sama sekali. 

Sejak kapan ya gw suka kopi. Padahal dulu cukup anti juga sama minuman ini. Sekarang malah mendalami. Hahaha. Jadi sedikit riset sebelum berangkat ke Belitung Minggu lalu mencari tempat kopi yang enak dan unik. setiap kali jalan – jalan pasti browsing tempat jual kopi entah versi kafe atau warung. Lalu akhirnya berjodoh untuk mencoba kopi Kong Djie. Kopi khas Belitung ,salah satu, yang selalu ramai bahkan membuka franchise . Tempat nya memang unik dan penuh dengan kearifan lokal. Toko asli nya tidak pernah mengubah lay out kedainya sejak 1943 kecuali mungkin papan namanya yang sudah menggunakan istilah coffee. Saya pikir karena itulah kedai ini selalu ramai. Karena turis butuh objek foto, dan Kong Djie memberikan objek yang dibutuhkan sebagai sarana para turis untuk sekedar narsis atau menangkap gambar sebagi kenangan. 

Kedai kopi Kong Djie yang pertama didirikan ,Masih orisinil. Setiap franchisor nya jugaa wajib memasang 3 teko bertingkat itu mungkin sebagai trademark.

Tetapi setelah saya mencoba satu cangkir kopi Kong Djie ,yang saat si barista membuatnya pun saya tahu dia bisa membuat kopi yang enak karena begitu kaku, ternyata enak juga. Saya mencoba mengenali rasanya yaitu kopi yang kekentalan yang lumayan, citarasa manis dan Fruity, dan efek air yang dipanaskan via tungku arang ternyata memberikan aroma tersendiri di kopinya. Saya coba di kopi Kong Djie tempat lain dan ternyata citarasa nya mirip walau tidak serupa benar. Di kedai kedua yang menjadi barista adalah emak emak, yang awalnya saya ragukan juga , yang lebih lincah dari barista kedai Kong Djie pertama. Tanpa pikir 2 ,3 apalagi 4 langsung beli kopinya buat di rumah. Harganya 35rb / 200gram. Lebih murah 7 ribu daripada beli online di Tokopedia. 

Waktu minta bungkus dikasihnya pakai plastik kaya anak sd beli es. Hehe

Sampai rumah saya praktekkan dong bikin kopi ala Kong Djie. Mirip sih namun kurang kental dan ternyata memang harus dikasih air yang dipanaskan di bara arang. Karena kopi buatan sendiri ini enak namun minus citarasa air arang nya. Kopi nya sendiri info dari driver sih didapat di Lampung. Campuran antara aarabika dan robusta. Tapi saya ga tanya lebih lanjut lagi karena biarlah itu tetap rahasia sehingga kopi Kong Djie akan selalu memiliki rasa kopi Kong Djie. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s