Tanah Air Yang Hilang

0

Buku karya Martin Aleida yang mentakmirkan namanya sebagai pesudonim jadi salah satu buku yang kayanya cocok dibaca buat orang yang suka penasaran sisi lain warga Indonesia di luar sana.

Gw gak hapal siapa aja nama-nama yang diangkat kisahnya dalam buku ini. Tapi menggugah ketika melihat kondisi orang-orang klayaban yang saat ini memutuskan menjadi orang luar karena merka diputuskan status warga negaranta oleh bangsanya sendiri.

Gak kebayang niat ke luar negeri mencari kesempatan buat sekolah dan ternyata selama disana terjadi revolusi pergerakan politik dan akhirnya terkena imbas : TIDAK BISA PULAG.

Mereka para lulusan bergengsi disana hanya bisa menjalani pekerjaan rendah dan asal bisa makan. Saat tua ketika kondisi politik sudah stabil mereka akhirnya mencoba pulang dan mendapati tidak mengenal siapa-siapa lagi.

Tidak punya tempat berpulang, melepas rindu dan berkeluh kesah atau membahagiakan sanak saudara. Gw sangsi mereka masih punya rasa rindu atau sudah menutup rasa rindu itu jauh-jauh.

Orang yang berharap pulang ke Indonesia untuk mengamalkan ilmunya namun harus menerima kenyataan bahwa mereka akan menjadi warga “liar” dunia.

Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi. Kita hari ini berjaya dengan sebutan demokrasi. Entah sampai kapan demokrasi ini hidup dan digantikan dengan sistem lainnya dan mengkafirkan demokrasi .

Lihat bagaimana imajinasi tentang sebiah sistem saja dapat berakibat kepada hilangnya masa depan anak-anak bangsa. Suatu saat kekonyolan demorakrasi ini akan terhenti dengan demokrasi presisi ala digital.

Advertisements

Sydney : the city that teach me about awareness and lakum di nukum waliyadin

0

Jadi ceritanya satu hari dapat lah kesempatan untuk mengikuti tugas ke Sydney Australia. Padahal kalo mau ongkos sendiri kayaknya nggak akan mungkin mau ke sini. Bagusnya adalah tiket ekonomi penerbangan Jakarta ke Sydney di apgret menjadi bisnis kelas. Top tapi lumayan kan kapan lagi bisa naik bisnis khas gratisan. Sesampainya di Sydney ya bandaranya sih kayaknya masih lebih besar bandara terminal tiga Soekarno Hatta. Sampai saat sampai sana setelah baca review review orang yang jalan jalan ke Sydney langsung menuju ke stasiun kereta yang masih ada di areal bandara Sydney.

Dan jangan lupa kita harus beli dulu itu yang namanya oval card untuk transportasi segala macam yang ada di Sydney seperti kereta Bios Sherly preamp. Untungnyaa lagi oval card memberikan fasilitas terhadap orang yang bar baru tiba di Sydney untuk menggunakan oval card sepuasnya selama satu hari di Sydney. Jadi walaupun harga kereta dari Sydney ke kota nya cukup mahal yaitu sekitar 17 dollar Ostrali ya. Namun ternyata pengguna oval card diberikan fasilitas bebas naik transportasi apapun yang ada di Sydney selama periode jam tertentu. Jadi selama itu dalam satu hari saya naik semu wa transfer transportasi yang ada di Sydney mulai dari kereta turun naik bus turun naik Ferry turun naik sepuasnya dan balasnya agak berubah semenjak turun dari airport.

Kesan pertama yang muncul setelah sampai di Sydney adalah kotak nya bersih banyak tmn tmn nya gedung gedung yang eksotiss walaupun ada gendut modern tapi nggak meninggalkan juga gedung gedung yang sudah tua atau lama. Selain itu di Sydney juga cukup banyak tmn tmn yang bisa dinikmati secara gratis. Nggak seperti misalnya kabar saya tho Ragunan yang harus bayar dulu buat masuk untuk menikmati suasana sejuk punya taman kota. Sudah gitu jalanan atau pedestrian nya juga cukup lebar lebar besar saya nyaman mirip mirip dengan singapur lah. Tapi bedanya di sini mungkin cuacanya ya. Cuaca di sini dingin sekitar 18 ° sampai 20 ° Celcius setiap harinya di bulan September. Jadi pantas aja orang orang yang ada di Sydney atau Australia terbiasa memakai Jak jaket jas awas Wetar walaupun itu sedang di siang hari bolong atau ada terik matahari. Transportasi di sini juga sangat dimanjakan untuk para penggunanya. Selain kereta yang cepat dan juga besar karena dua tingkat ditambah juga jalur yang cukup variatif dan nggak suntuk Tumbukan kayak kereta di Indonesia. Kayaknya belum pernah ketemu kereta di Sydney yang suntuk suntuk kan walaupun itu jam pulang kerja. Sekarang baru bicara susahnya, karena disit mini apalagi bagi tayang orang muslim agak susah cari makanan. Untungnyaa ada Google meps yang bisa dan sangat membantu sekali perjalanan saya selama di Sydney.

Tinggal ketik aja halal food maka langsung keluar semua yang ada di Google meps. Kota Sydney juga yang enak buat jalan kaki nggak buat kita nggak ragu untuk pejalan kaki selain aman juga nyaman. Mungkin karena kebiasaan orang orang di sini yang ia kebanyakan orang keturunan Inggris atau dapat pendidikan di luar Adi Amerika sehingga budaya budaya kebebasan namun kental dengan suasana ketimuran begitu terasa Australia. Di sini ya orang nggak nggak Ssst begitu entar Tom perdulikanku orang orang lain karena mereka apa ya kini setiap orang memiliki hak dan kewajiban masing masing yang harus dihormati. Sehingga nggak banyak orang orang yang mau terlihat sinis atau bysanya Any Ika ada sesuatu yang dia lihat mungkin tidak suka. Hal itu tentu saja membuat nyaman para turis atau wisatawan atau para basis main yang sedang melancong ke Australia karena membuat mereka seperti serasa di rumah sendiri. Namun sekali lagi untuk pakan memang agak sedikit susah. There that mahal kayaknya ini alasan utamanya. Karena sekali makan di Australia itu kira kira pemakan biaya sekitar 10 dolar paling murah. Kecuali kalian termasuk orang orang yang tahan lapar dan cukup bakar sneaker aja sehari. Karena untuk sekelass kebab aja harganya sudah 10 dolar tanpa minum. Apalagi jangan harap bagi perokok rokok untuk melihat ini sebagai surga merokok. Karena bisa dijamin walaupun di sini dingin dan sangat memancing untuk bisa merokok tapi yakinlah harga satu bungkus rokok di Sydney sama dengan membeli tiket Jakarta Jogja naik kereta kelas eksekutif. Jadi sini bukan tempat tempat bagi orang yang suka merokok. Pokoknya selama di Sydney pertama ketika sedang berjalan jalan di kotaknya saya tidak merasakan sesuatu yang menakutkan bahkan merasa aman nyaman walaupun sudah malam malam hari. Hanya kadang aja ke kampung orang nabok tapi biasanya Pontianak mobo kresek kaya di Indonesia jadi orang mabok sama BOK ngomong sendiri. Ya kalau ditanya mau nggak baik baik ke Sydney mungkin kalau mengajak anak anak bisa juga kali ya ke sini cumann memang kota Sydney ini sebenarnya kota kecil. Cukup dua hari saja kaya untuk bisa menjelajahi semua sip nih. Hal itu bisa tarik bisa terjadi karena selain kotaknya yang tidak terbesar juga moda transportasi daerah yang sangat membantu para pelancong untuk berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain dengan waktu yang efektif.Sekian dulu catatan perjalanan ya sampai ketemu lagi di lain kesempatan.

NB: mamam tuh bahasa translate!

Wisuda

0

Satu hal yang dapt dipelajari setelah mengenyam pendidikan ini adalah : wisuda is wasting money and also time.. Qiqiqiqi

Satu hal yang membuat tetap datang wisuda adalah membangun simbol not for me but for my parent and kids.

I want them see my phase of life . Put this moment into their memory and hope someday they will retrive the same experience.

Knowledge is very important thing. But the most valuble thing from the academic is to put yourself outside the worldview. And for the future is out from the alghoritm…

Dan II

0

Akhirnya dan mungkin sedikit gak nyangka bahwa bisa juga lulus ke Dan II. Jangan tanya bagaimana perasaan gw karena sebenarnya biasa aja. Semenjak dapat Dan I kemarin pola pikir gw udh mulai berubah sebenarnya. Gw menganggap karate bukan lagi mengejar mimpi menjadi Dan I tapi ingin menjadikan ini sebagai gaya hidup. Dulu sempat lihat video bagaimana karate di okinawa jepang. Yang latihan disana isinya orang-orang lanjut usia dan mereka sudah gak peduli warna sabuk. Karate disana sudah seperti senam atau yoga.

Hal itu juga yang akhirnya membuat gw berpikir. Mau cari apa sih di karate. Tapi gw tertegun dengan salah satu ucapan dari shiham yg datang dari jepang yang mengatakan bahwa “Karate is an art , is a science”. Gw tertarik dengan istilah karate is a science. Artinya jika sesuatu adalah science maka dia memiliki pengetahuan, dapat di explorasi dapat di kritik , dapat di kembangkan dan dapat pelajari.

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh sensei Ucok Tadi. Penyampaian yang dimulai dengan filosofis tentang bagaimana setiap gerakan di karate dapat memiliki tujuan dan fungsi yang sangat melimpah. Hal ini ditandai dengan syarat untuk maju ke Dan IV yaitu membuat semacam paper / tulisan untun perkembangan karate dan mencari titik kemuliaan dari sebuah seni. Seni yang diciptakan manusia sebagai karunia dari Tuhan. Lihat bagaimana ratusan generasi hingga saat ini belum selesai dalam mengeksplorasi hasil karya manusia. Lalu butuh berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sekedar mengeksplorasi karay cipta sang pencipta.

Setelah hari ini pun perasaan gw biasa aja. Kemarin hanya seperti latihan yang lain saja. Tidak ada beda. Semoga ketertarikan ini bisa membuat diri ini semakin semangat untuk mencari kemuliaan ciptaan dan karunia Tuhan.

Btw today im finished one of my resolution 😉