Serambi Mekah second trip

0

Akhirnya kembali lagi ke Banda Aceh. Sebuah provinsi yang menarik dan misterius. Patri sejarah Indonesia terutama saat awal-awal kemerdekaan hingga berubah 180• menjadi ladang pemberontakan. Kehidupan politik, keamanan boleh berubah namun sosial budaya yang ditinggalkan tetap lestari hingga kini.

Apalagi yang tidak bisa dilewatkan disini selain kopi nya yang aduhai ciamik. Semangat ngopi di aceh yang sudah berkultur menjadikannya tempat 1000 warung kopi. Ketika datang dulu disuguhi kopi solong dan gerobak. Kedatangan kedua diajak untuk mencoba kopi baru seulawah. Istimewa terutama sanger nya . Cocok sekali diminum saat hujan atau malam.

Hal kedua apalagi kalau bukan kulinernya terutama ayam tangkap. Perjalanan pertama ke Aceh dulu berkesan sampai-sampai pulang dari sana mencari bibit daun kari untuk ditanam di pekarangan rumah. Hilir mudak kesana kesini belum ketemu menu ayam tangkap yang sebaik di aceh. Dan alhamdulillah sekarang kembali menikmati ayam tangkap asli aceh yang di goreng panas-panas.

Hal ketiga apalagi kalau bukan Baiturrahman. Mesjid yang sekarang sudah bertransformasi layaknya masjid nabawi dengan payung-payung raksasa dan marmer yang menutup seluruh bidangnya. Mesjid yang selalu identik sengan tsunami di Aceh yang membawa cerita keajaiban tersendiri bagi yang meyakininya.

Elok sudah perjalanan ke Aceh ini benar-benar menyudahi dahaga tentang rindu ke aceh. Terima kasih Aceh dan tetaplah menarik!

Advertisements

Kopi Pekanbaru gak pernah salah

0

Setelah 9 tahun lamanya akhirnya balik lagi ke kota bertuah ini. Perkembangannya wow sudah maju. Infrastruktur dimana-mana mulai dari gedung, jembatan, flyover, hotel .

Sampai disana teringat lagi masa-masa kerja di pekanbaru. Melihat lagi tanah putih pekanbaru . Bau asap dan minyak yang malah bikin kangen . Hahahaa

Tapi satu yang selalu menjadi alasan untuk berkunjung ke pekanbaru adalah kopi. Kopi enak pertama yang hadir di lidah ini berasal dari pekambaru. Mengenal kualitas kopi kedai kedai chinesse. Mulai dari kim teng, cerebon dll. Dan rasanya hmmm penduduk sini punya selera yang bagus soal kopi. Walau kopi bubuk namun tidak berbau apek .

Terima kasih pekanbaru sudah mengenalkan kopinya . 👍☕️

Peacefull Bali : Ubud

0

Ketika mikir mau liburan ke bali pasti gak jauh dari kuta, nusa dua, benoa, sanur, krisna hahaha..

Pengen sekali-sekali coba traveling bali yang baru. Selalu penasaran kenapa bumu pedoman wisata untuk lokal berbeda dengan buku pedoman buat bule. Akhirnya gw bacalah buku pedoman bule buat traveling ke bali. Mengandalkan tiket promo dari air asia yang berani melawan monopoli harga si Garud* grup dan Li*n grup sehingga kenormalan masih menang diatas kartel.

ubud adalah tempat yang akhirnya terpilih sebagai tujuan pelesir keluarga kecil kami. Ubud ternyata area yang hmm …. menenangkan. Kesan tradisional benar-banar berasa disini. Walau demikian kehidupan beragama sudah terjalin dengan baik. Karena disini juga banyk komunitas muslim. Tipe-tipe pelesiran yang dihindari orang lokal yg cari hingar bingar. Sepanjang jalan dihisi semacam janur dan orang berdoa dang membuat mata melihat menjadi teduh dan berpikir ah ternyata indonesia baik-baik saja tidak seperti yang digambarkan di medsos.

Pilihan hotel jatuh ke the kampung resort . Hotel yg banyak dapat review bagus dan family friendly. Harga murah sudah dapat kamar tipe suite dan tipe-tipe yang instagram cocok buat emak-emak. Walau harga tersebut harus dibayar dengan naek turun tangga dengan total 142 anak tangga (hasil hitungan si kakak eyza).

Dekat sini sudah ada wisata tegal alang dan wisata kopi yang tinggal jalan kanan dan kiri. Ada patung luwak yang segede bis AKAP di pinggir jalan.

Hal menarik lainnya adalah ketika mengunjungi danau beratan di bali tengah. Hal yang kembali menegaskan bahwa indonesia baik-baik saja karena gw bisa menunaikan sholat jumat di mesjid agung al hidayah . Mesjid yang bersebrangan persis dengan pura ulun danu beratan. Masjid yang dibangun oleh keturunan mataram lombok menjadi satu-satunya di wilayah tersebut. Hal ini mirip dengan apa yang dikatakan oleh Jared Diamond dalam bukunya “Gun , Germs, and steel” yang menggambarkan bahwa sejarah dunia ditentukan oleh posisi geografis. Mirip dengan prinsip waktu ujian nasional sma “posisi menentukan prestasi” hahaha.

Bali tidak pernah bosan untuk dijelajahi. Menyenangkan bisa berjalan tenang dan menikmati udara toleransi dan kemajemukan sambil bergumam “hmm… ternyata indonesia baik-baik saja”.