Serambi Mekah second trip

Akhirnya kembali lagi ke Banda Aceh. Sebuah provinsi yang menarik dan misterius. Patri sejarah Indonesia terutama saat awal-awal kemerdekaan hingga berubah 180• menjadi ladang pemberontakan. Kehidupan politik, keamanan boleh berubah namun sosial budaya yang ditinggalkan tetap lestari hingga kini.

Apalagi yang tidak bisa dilewatkan disini selain kopi nya yang aduhai ciamik. Semangat ngopi di aceh yang sudah berkultur menjadikannya tempat 1000 warung kopi. Ketika datang dulu disuguhi kopi solong dan gerobak. Kedatangan kedua diajak untuk mencoba kopi baru seulawah. Istimewa terutama sanger nya . Cocok sekali diminum saat hujan atau malam.

Hal kedua apalagi kalau bukan kulinernya terutama ayam tangkap. Perjalanan pertama ke Aceh dulu berkesan sampai-sampai pulang dari sana mencari bibit daun kari untuk ditanam di pekarangan rumah. Hilir mudak kesana kesini belum ketemu menu ayam tangkap yang sebaik di aceh. Dan alhamdulillah sekarang kembali menikmati ayam tangkap asli aceh yang di goreng panas-panas.

Hal ketiga apalagi kalau bukan Baiturrahman. Mesjid yang sekarang sudah bertransformasi layaknya masjid nabawi dengan payung-payung raksasa dan marmer yang menutup seluruh bidangnya. Mesjid yang selalu identik sengan tsunami di Aceh yang membawa cerita keajaiban tersendiri bagi yang meyakininya.

Elok sudah perjalanan ke Aceh ini benar-benar menyudahi dahaga tentang rindu ke aceh. Terima kasih Aceh dan tetaplah menarik!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s