Procons : Sopir Bus yang Di Denda 1.2 juta karena Bikin Anak Orang Terjepit

Ini ada kisah agak lucu nih . Seorang sopir bua transjakarta dihukum denda administrasi sebesar Rp.1.2 juta karena dia mengakibatkan belasan anak terjepit di underpass .

Kontranya adalah banyak netizen yang simpati lalu melakukan aksi simpatik dengan cara crowdsourcing untuk mendapatkan uang sebagai bantuan kepada sopir bus yang mendapat sanksi ganti rugi.

Aneh ya. Siapa yang salah ? Lalu siapa yang harus dihukum ?

Sopir bus menjalankan kewajibannya sebagai sopir bus dengan membawa penumpang ke tempat tujuannya. Penumpang yang dimaksud adalah penumpang resmi yang berarti membeli tiket dan memakai hak nya sebagai seorang penumpang yang memiliki tiket. Hak seorang penumpang digunakan dalam koridor dimana hak tersebut diakui eksistensinya.

Hak seorang penumpang bua setelah dia memenuhi kewajibannya yaitu membeli tiket adalah diantaranya diantar ke tempat tujuan, fasilitas kenyamanan, AC, tempat duduk dll. Jika terdapat penumpang yang mencoba mengambil hak yang tidak dimilikinya misal duduk si kursi sopir, mengganggu sopir, dan dalam kasus ini adalah menggunakan ruang yang sebenarnya diluar koridor seorang penumpang.

Selanjutnya entah bagaimana ceritanya sang supir mengiyakan permintaan hak dari penumpang yang sebenarnya diluar koridor hak penumpang. Jika samg sopir menolak apakah penumpang tersebut tetap naik ke atas ? Mengapa sang sopir mengiyakan permintaan tersebut ?

Artinya ketika samg sopir mengiyakan permintaab tersebut maka segala resiko yang timbul menjadi tanggung jawab. Dan ketika saatnya momen terburuk itu tiba ? siapa yang harus disalahkan ?

Netizen melihat kasus ini sebagai pihak tertindas adalah sopir dengan ornamen 1.2juta.

material tersebut menyesatkan pikiran tentang siapa korban sebenarnya dan siapa pelaku sebenarnya. Walau masih perlu diperdalam lagi tentang kronologis sebenarnya, pencarian dan penetapan pelaku dan korban harus benar-benar dianalisis tentang siapa melakukan apa.

Anak-anak mungkin saja bisa langsung naik ke atap bus tanpa permisi atau dengan permisi. Sopir bus memiliki wewenang untuk menjalankan bis sesuai dengan tugasnya. Saat ini berarti sopir bus dengan segala kewenangannya tetap menjalankan bus nya meskipun dia tahi bahwa ada anak-anak diatas yang dengan segala alasan seharusnya tidak berada disana. Dengan kewenangan penuh maka supir bus selain bisa menjalankan juga bisa menolak untuk menjalankan. Saat itu supir bus memilih untuk tetap menjalankn bus nya . Sehingga yang memiliki kuasa saat itu adalah supir bus yang tetap menjalankan bus walau ada anak-anak di atap yg ada karena izinnya lalu terjadilah momen terjepit sehingga mengakibatkan anak-anak menjadi korban.

Sehingga disini jelas bahwa cara berpikirnya adalah pelaku adalah supir bus dan korban adalah anak-anak. Dan hukuman 1.2 juta tidak menjadikan supir bus sebagai korban karena itu adalah konsekuensi dari sebuah tindakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s