Berpikir (namun lebih dalam) sebelum bicara

Kisah saya hari ini mendengar khotib sholat jumat menyampaikan ceramahnya. Pertama yg terlintas ketika mendengar ceramahnya adalah berapi-api 🔥 tentang pentingnya menjadi seorang muslim.

Awalnya saya setuju saja sih dengan ceramahnya memberi tahukan bahwa islam adalah agama yg di ridhoi dan islam adalah agama rahmatan lil alamin. Namun dahi ini langsung mengernyit ketika mulai disinggung agama lain.

Dalam kotbahnya , khotib tersebut menyampaikan bahwa agama nasrani dan lainnya adalah sesat. Berbahayanya adalah pernyataan tersebut tidak dilengkapi dengan referensi waktu misalnya saat ini dimana ketika islam sudah hadir. Dengan memasukkan argumen bahwa adanya surga dan neraka dan dilarangnya orang islam makan babi misalnya.

Khotib tersebut ingin mengritik seorang profesor doktor yg disebutnya ngaco karena menyatakan bahwa semua agama baik (beberapa kali khotib berucap benar walau keduanya berbeda makna) sehingga menyebabkan jemaah terutma saya bingung.

Tapi hmmm nampaknya saya tahu saya yg dimaksud si khotib sebagai profesor doktor yang menurutny berucap semua agama baik. Mungkin maksudnya si ‘profesor doktor’ itu adalah baik dalam konteks ajaran agama. Bahwa pada dasarnya setiap agama pasti mengajarkan kebaikan dan bukan kejahatan. Lagipula bukannya islam pun mengakui adanya agama yg dibawa oleh Nabi Isa kepada “kaumnya” pada masa itu yg juga umat islam yakini secara benar. Namun saat ini ajaran tersebut sudah tidak relevan dan disenpurnakan dengan islam sebagai agama “kaum Muhammad” hingga akhir Zaman yg artinya akan selalu relevan hingga kiamat menjelang.

Bahayanya adalah ketika akhirnya sang khotib menghakimi bahwa siapapun orang yang setuju bahwa semua agama baik (benar menurut sang khotib namun terucap baik) maka dia murtad .

Saya sih percaya atas ilmu yg dimiliki alim ulama . Namun alangkah baiknya jika kita tidak serta merta menafsirkan sesuatu tanpa adanya tabayun atau mengkaji lebih dalam atau mencoba berpikir lebih dalam tentang segala sesuatu sebelum berucap.

Kenapa harus sebelum berucap ? Karena ucapan adalah salah satu mata panah yang tidak bisa ditarik kembali. Ketika sudah meluncur dia akan menuju ke sasaran tanpa ampun. Terlebih jika anda adalah seorang pemimpin opini .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s