Categories
book curhat daily learning

[book] khong guan, anda memang Asyu

Dari Buku Kumpulan Puisi : PERJAMUAN KHONG GUAN (JOKO PINURBO)

jarang banget ini dari sebuah kaleng khong guan bisa jadi sebuah kumpulan puisi karya Jokpin. khong guan di Indonesia ini memang terkenal sebagai kue wajib lebaran/hari raya yang pasti ada di meja. harga moderate, isi lengkap, dan abisnya lama.. hahaha

namun semakin kesini entah siapa yang mulai kebiasaan memasukkan rengginang ke dalam kaleng khong guan. akhirnya khong guan dan rengginang menjadi identik dan berpasangan satu sama lain.

dulu waktu UAS kuliah waktu ambil S2 di UI salah satunya ambil tema khong guan. yaitu iklan dengan tema khong guan yang dipakai untuk kampanye politik Presiden Jokowi. yang diulas bukan rengginangnya sih, tapi keberadaan sang ayah.

naahh ayah ini juga yang menjadi spot marketing ke-viralan biskuit khong guan. adanya aja sih yang iseng nanyain ayahnya kemana. emang orang indonesia ini rada kepo tapi bagusnya mind set mereka adalah family man yg artinya bapak ibu harus komplit ada dan itulah makna keluarga bahagia di Indonesia. makanya divorce, anak salah asuh, anak putus sekolah, LGBT, dll ga masuk ke budaya Indonesia sebagai sesuatu yang normal ada di negara tropis ini.

dalam bukunya Jokpin gak langsung masuk ke tema khong guan. layaknya tamu dia malu-malu dulu basa – basi sama pembaca ngomogin kecanduan teknologi, ngomongi rakyat, ngomongin agama, ngomongin susu, ngomongin minnah , baru masuk ke khong guan..qiqiqiq

ketika ngomongin kecanduan teknologi digambarkan dalam cerita seseorang yang mengadu kepada Tuhannya karena HP nya rusak dan nomor kontak yg ada di HP nya hilang semua dan hanya tersisa nomor kontak Tuhan. Tuhan lalu menjawab : “Dan itulah satu-satunya kontak yang tak pernah kau sapa”.

ketika ngomongin rakyat digambarkan dengan delman berkursi, dengan kusir bernama Sukir dan penumpang delman bernama Sukri yang duduk diatas kursi delman. digambarkan bahwa rakyat yg memeberikan mandat kepada pejabat namun dibalas dengan simpati palsu dan harapan yg lebih palsu. tapi rakyat tetap tidak mengeluh walau mungkin tahu sedang ditipu. karena yg penting dapurnya bisa ngebul. pejabat tamak yg obral janji akhirnya mati oleh mandatnya sendiri.

ketika ngomongin agama, JOkpin mengangkat fenomena pada tahun politik dengan berkata “Tega sekali kaujadikan wajahmu yang wah kakus, kumuh berwajah rumah ibadah”. puisi merupakan salah satu penandan zaman yang baik. dia menuliskan peristiwa zaman dalam kata dan termasuk kelakuakn manusianya.

ketika ngomongin susu (naaahhh..#nahApa?) digambarkan bahwa apa yng kita tuai saat ini. jadi apa kita, siapa kita, dan akan menjadi apa kita telah berada dalam benih-benih ASI seorang ibu. artinya ketika kau sukses jangan lupa sama orang tua ntr kualat.

ketika ngomogin minnah (minah siapa sih ? #BeneranNanya) Jokpin menggambarkannya sebagai gadis yg tumbuh dan menjadi korban teknologi juga seperti kebanyakan generasi tiktok saat ini. yang menarik adalah saat Minnah ingin membahagiakan uangnya dengan cara membiarkannya dimiliki orang lain dengan demikian dia dapat membalas jasa kepada uang yang telah banyak memberikan kebahagiaan kepadanya selama ini.

ketika ngomongin khong guan , hmm dan memang saya juga baru sadar bahwa khong guan sudah begitu lama ada dalam budaya kita selama ini di Indonesia. kue lebaran yang lama habisnya dan begitu habis umur produktifnya kembali muda dengan menjadi wadah rengginang. dalam puisinya Jokpin berkata ” biskuit berterima kasih kepada rengginang, yang telah ikut melestarikan rumahnya yang merah : kaleng khong guan.”

Khong guan adalah rindu, khing guan adalah kenangan, khong guan adalah pulang, khong guan adalah hasrat, khong guan adalah hikayat, khong guan adalah indonesia.

saya baru sadar.. dengan segala ke-khong guan-an ini dalam diri saya ini.. khong guan memang asyu

Categories
book curhat daily learning

[book] filsafat hukum (Selangkanganku bukan milik Negara)

judulmu click bait banget lae?? bawa – bawa selangkangan segala. kau pikir aku mudah terjebak sama judulmu ituu?? dasar kau!! ada apa rupanya dengan selangkangan ??

jadi setelah dengar prof. Rhenald Kassali bicara tentang lintas academic sebagai tantangan ke depan, maka diri ini juga tertangtang untuk baca hal-hal yang lintas ilmu pengetahuan dari apa yang gw kuasai. lalu kenapa filsafat karena gw yakin bahwa filsafat adalah dasar pengetahuan, ibu dari segala pengetahuan yang ada di muka bumi. Nabi Ibrahim a.s. adalah salah satu contoh manusia yang berhasil menyelami dunia filsafat bahkan dengan izinNya sampai kepada kebenaran sejati pencarian Tuhan. padahal Nabi Ibrahim a.s. hidup di tengah masyarakat jahiliyah (bahkan ayahnya adalah pembuat berhala) namun dari pengasingannya atas izinNya diberikan wahyu yang tidak semua manusia dapati.

kau ini mau bicara apa sish??? aku sibuk nih!! awalnya ngomong selangkangan lalu bicara religi . mana yang benar !!

selangkangan itu cuma kata brader, otak mu lah yang memaknainya menjadi arti di kepalamu. entah jorok atau tidak ya kepalamu yang memaknai.

kamprett !

namanya juga filsafat , berpikir secara radikal hingga ke akar untuk mengetahui apa yang membuat pohon terbesar tumbuh.

bangsat kau! sekarang kau bicara tumbuh-tumbuhan . habis waktuku !!

ketika dengar dan baca buku filsafat hukum karya Abdul Ghofur Anshori yang kepikiran adalah gw bisa ngeles besok kalo ditilang polisi karena buku ini seharunya membuat gw pintar tentang memaknai objek dan gejala hukum. namun ternyata buku nya menawarkan lebih jauh hingga ke fenomena-fenomena masyarakat dan tetap berada dalam koridor agama.

bahkan dalam bukunya , penulisnya menceritakan secara tersirat bahwa ternyata masa pencerahan di eropa tidak lepas dari masuknya islam ke eropa. karena ranahnya filsafat maka bukunya sampai kepada mengapa manusia menjadi salah satu objek hukum. ternyata hal tersebut tidak lepas dari ketidakmampuan atau ketidakmauan manusia untuk menempatkan agama sebagai pembatas dari gemerlap kelimpahan kebebasan seorang manusia.

gemerlap-gemerlap apaan !!? dugem gitu maksudnya ?

gemerlap tersebut menghasilkan apa yang disebut humanisme yaitu meletakkan manusia diatas segala-galanya dan melepaskannya dari ikatan spiritual tak kasat mata termasuk agama. maka lahirlah apa yang disebut liberalisme, kapitalisme, demokrasi, sosialisme, dan lain-lain yang menepatkan manusia sebagai sentral objek.

jadi maksudmu semua orang penganut demokrasi itu tidak beragama !!

ini ada ceritanya.. jadi dulu di eropa manusianya berada dalam kekuasaan gereja yang memiliki peran sentral dalam kehidupan manusia. namun singkatnya seiring dengan perkembangan ilmu dan akal maka manusia muak lalu terjadilah apa konflik dengan kaum gereja saat itu karena merasa pemuka agama sudah macam Tuhan menentukan mana yang baik dan buruk. mereka memeprtanyakan, memaknai lalu muncul masa pencerahan hingga sampai kepada post moderinsme sebagai kritikan atas apa yan disebut normal pasca kekuasaan gereja. dengan demikian masa kehidupan setelah gereja adalah masa kebangkitan kebebasan individu.

nahh.. disini baru kita masuk ke bahasan tentang selangkangan .

(papahh galon abis!!) iya bentar mah,, papah lagi rapat zoom dulu sama orang kantor>>>>

ehh laee.. ayo cepat cerita .. gimana-gimana tadi selangkangan …??? langsung intinya aja

orang-orang mulai menganggap apa yang dimilikinya sebagai sentral kajian atau individualistik. merasa tidak butuh siapa-siapa untuk bisa hidup. padahal banyak yang bilang kalau manusia itu makhluk sosial. menurut Bartens (1985) sebagaimana dipahami dalam paham strukturalisme bahwa manusia terbelenggu dalam struktur yang menggemgam kehidupannya di dunia. padahal sebenarnya manusia bukanlah makhluk individu. bahwa dia merasa individu hanya merupakan ilusi dalam kehidupan struktur bermasyarakat sehingga ia tidak mampu membuat sejarahnya sendiri.

dengan kepercayaannya atas individualistik tersebut , manusia merasa bebas atas apa yang akan dieprbuatnya karena menyadari bahwa resiko dia yang tanggung, bahagia dia yang merasakan lalu kenapa kita harus nurut apa yang masyarakat bilang sebagai baik?.

jika memang kebebasan adalah seluas-luasnya lalu bagaimana dengan kebebasan orang lain? apakah tidak akan terjadi benturan kebebasan di sana-sini ? disitulah hukum mengaturnya.

kebebasan individu bahkan sampai kepada mengatur apa yang dimilikinya termasuk tubuh yang dirawat dan dimilikinya sejak lahir. manusia merasa berhak untuk melakukan apapun kepada dirinya sendiri sejauh tidak merugikan orang lain atas dasar hati nurani. hubungan kelamin sesama jenis, perubahan kelamin, incest, sex bebas, dan lain-lain merasa tidak perlu diatur karena moralitas adalah miliknya pribadi.

iya iya iyaa.. mana bagian selangkangannya !! jelas dikit kau lah.. ahh!!

sayangnya apa yang didasarkan oleh hati nurani seringkali hanya bersumber kepada keinginan pribadi. kenapa ??

Bodo amatt!!

karena Tuhan menciptakan hati nurani sebagai bekal kita hidup di dunia yang kita yakini dengan komposisi yang sama. karena kita sama-sama paham dalam membedakan mana baik dan jahat, mana kebinatangan mana manusiawi, mana hitam mana putih. jika kebebasan hawa nafsu dan apapun yang melibatkan aktifitas selangkangan yang tidak wajar merupakan panggilan hati nurani lalu kenapa masih ada orang-orang yang menggapnya sebagai penyimpangan ? artinya ada subjektifitas yang bermain atas sebuah objek yang sama. lalu moralitas mana yang benar??

yaa karena negara itu kepo… kaya gituan aja diurusin ! negara ini lagi ga ada kerjaan aja..

jika demikian lalu adakah agama-agama yang turun dari langit dalam kitab sucinya membenarkan hal-hal yang dibilang sebagai panggilan hati nurani ?? jika kita yakin bahwa kitab suci adalah rujukan tetap yang yang terpelihara sepanjang masa juga mengatur hal larangan serupa?

au ahh gelap!! sudah kudengar ocehanmu sampai habis taunya malah ceramahin balik.. aku mau angkat galon aja! bini ku ngamuk ntar !!

Categories
book curhat daily learning

[book] Teori Pengetahuan (petak umpet kebenaran si bumi datar dan si bumi bulat)

bumi datar dan bumi bulat, ternyata di zaman serba modern inipun kita maish berbeda pendapat tentang bentuk bumi. ada yang bilang bulat dan ada yang bilang datar. dan saya ini si anak kampung cuma bisa bengong bego sebenarnya karena mau bulat atau datar gw tetap sibuk ngurusin dokumen dan bayar tagihan. jadi apa untungnya?

baru lebaran lae,, ga usah berat-berat bicaramu !!

tenang aja ini ga berat kok, tapi kita disini mau coba bahas kenapa ada orang yang bilang si bumi datar dan ada yg bilang si bumi bulat. ini kebetulan ada filsuf muslim yang mencoba menjelaskan kenapa ada perbedaan di dunia ini dalam merumuskan mana yang benar. namanya adalah Murthada Muthahari.

Mutahari mencoba menjelaskan tentang pengetahuan yang sebenarnya seperti apa. bagaimana mencari pengetahuan dan bagaimana melihat jika pengetahuan tersebut adalah benar. Mutahari merupakan salah satu filsuf yang percaya bahwa pengetahuan datang dimulai dari penerima pada indera kita namun menitik beratkan kepada pendengaran dan penglihatan. kedua indera tersebut menjadi utama karena selain tersebut di Al Quran juga diberikan simulasi bahwa jika kita diminta untuk menulis kata-kata yang ditangkap oleh indera maka indera penglihatan dan pendengaran akan menghasilkan kata-kata lebih banyak daripada indera lainnya. namun indera memiliki kelemahan kesalahan yang cukup tinggi terkait fenomena salah liat, salah dengar, salah raba, salah endus, dll.

lalu apa indera saja cukup? setelah indera, Mutahari masih merujuk kepada Al-Quran bahwa ada akal/pikiran/otak atau apapun itu yang akan menerima informasi dari indera akan sampai di akal untuk disusun logikanya. akal berperan sebagai filtrasi lahiriyah tentang apa yang diketahuinya untuk menjadi peramu informasi yang diterima. namun kelemahan akal adalah sangat tergantung kepada koleksi pengalamannya dan kebijakannya sehingga masih ada celah dalam menyimpulkan. dalam bukunya disampaikan ada filsuf-filsuf dunia yang percaya pada salah satu saja sebagai penerima pengetahuan antara indera, akal dan hati.

selanjutnya ada hati yang menimbang (soundness) apa yang dihasilkan akal dan disinilah letak penentu tingkat kedalaman sebuah pengetahuan. bumi datar dan bumi bulat adalah pengetahuan (setidaknya untuk orang yang meyakininya) namun hati akan menimbang secara lebih dalam dan merendahkan dirinya sendiri dan menjunjung penciptanya dengan kesadaran spiritual. disinilah gerbang terdalam pengetahuan manusia sehingga tidak heran banyak filsuf yang menolak memasukkan hati dalam pembentukan kriteria pengetahuan karena tidak semua orang mampu mencerna spiritualitas yang dihasilkan.

indera merupakan sebuah kamera yang menangkap gambar, lalu akal menerjemahkannya dan jika masih perlu (dan sudah seharusnya) kemudia hati akan memaknainya. ini jadi mirip konsep framing, filter buble, eco chamber yang banyak dibahas dewasa ini dan ternyata para filsuf sudah menerjemahkannya dengan bahasanya sendiri. lihatlah bagaimana kita anak-anak zaman now ini (terutama dengan arus media sosial dan infromasi) mudah sekali terjebak dalam frame atau ember informasi. kita hanya senang menerima informasi yang kita sukai saja dan menistakan lainnya. fenomena ini sudah ada sejak dahulu tapi baru rame sekarang.

fenomena tersebut membuktikan bahwa manusia saat ini baru menggunakan 2 macam tools yang diberikan oleh Allah SWT yaitu indera dan akal namun gagal menggunakan hati. itulah kenapa ketika sebuah pengetahuan gagal untuk menjelaskan sebuah fenomena kebanyakan orang akan lari kepada dimensi spiritual namun gagal juga karena yang digunakan adalah khayalan bukan rujukan yang tetap. apa itu rujukan yang tetap? hingga saat ini yang menjadi rujukan tetap di dunia ini dalam menyingkap rahasia alam dan manusia (jika kita menjadikan alam dan manusia sebagai lapangan bermain pengetahuan) adalah kitab suci yang turun dari langit (apapun agama anda) dan dalam hal ini saya percaya Al Quran sebagai buku yang tidak pernah terevisi sepanjang masa.

jadi yang benar yang mana lae? bumi datar apa bumi bulat ?? yang jelas ajalah kalo ngomong ??

klean nabung aja dan berdoa suatu hari bisa ke luar angkasa jalan-jalan lihat bumi. namun ketika klean bawa bukti pun turun dari langit gambar bumi belum tentu klean bisa jelaskan apa bumi datar atau bumi bulat karena ya itu tadi.. tergantung klean pake tools apa indera, akal, atau hati atau ketiganya.

bangsat kau lae !,, kutanya malah nanya lagi mana suruh nabung pulak !

Categories
Uncategorized

[experience] i’m Sunni, and i read book from Syiah author, & i’m still sunni.

apa pulak kau lae,, bahas-bahas syiah?? dah mulai kafir kau yak!!

bukan gitu lae, awalnya lagi cari-cari buku filsafat lalu ada 1 yang membuat tertarik yaitu filsuf yg datang dari dunia islam dan membahas tentang kritik epistemologi yang merupakan salah satu cabang dari filsafat. selama ini selalu membaca buku filsafat dari filsuf non-islam jadi ingin tahu bagaimana pandangan muslim terkait pemikiran luar tersebut.

penulisnya adalah Murthada Muthahari, yang ternyata setelah baca setengah buku baru sadar kalo beliau adalah seorang filsuf yang datang dari kalangan syiah di Iran. agak bingung kenapa ketika sudah jalan setengah lalu baru sadar yang dibaca adalah buku dari penulis syiah. ternyata isi bukunya ternyata sudah diedit pada beberapa titik sehingga bisa dibaca oleh kalangan syiah atau sunni. salah satu editnya yang paling jelas adalah penulisan imam Ali bi Abi Thalib r.a. karena syiah biasanya menyebutnya Ali Abi Thalib a.s.

ahh.. itu kan proyek marketing aja

ya gw pikir gitu sih, gw berhenti beberapa saat membaca buku untuk kemudian mencari-cari dahulu letak perbedaan syiah dan sunni. dan yang saya dapat perbedaannya adalah keyakinan penerus Nabi Muhammad SAW setelah wafat, perbedaan kalimat syahadat, hadis yang digunakan dan dieprcaya kesahihannya, dan (katanya) al Quran yang diakui oleh kalangan syiah (katanya lebih lengkap dan panjang) walau masih banyak dibantah juga oleh syiah sendiri karena belum ada yg melihat wujudnya.

akhirnya gw tetap putuskan untuk tetap baca buku tersebut karena sang penulis adalah seorang akademisi yang saya yakin menjaga netralitasnya. dalam bukunya tentu saja banyak yang dikaitkan dengan Al Quran sebagai sumber rujukan tetap dan ideal. namun setiap kali mengutip ayat Al Quran saya jadi harus kroscek ke Al Quran yang ada (hehe).

ehh ehh ehh ,,, dah mulai tertarik kau ya sama syiah !!

emang baca persepktif aja ga boleh ?? Sebelumnya gw membaca buku karya Muthahari, saya sudah membaca buku karya H.M.H Al Hamid Al Husaini yang didalamnya membahas keluarga-keluarga Rasullullah termasuk keturunan beliau yaitu Hasan, Hussain dan Zainab. Maka ketika berbicara terkait cucu beliau maka mau tidak mau akan berbicara tentang tragedi pembantaian Kerbala yang menjadi salah satu cikal bakal kemunculan syiah. dalam bukunya, H.M.H Al Hamid Al Husaini menyampaikan bahwa syiah pada awalnya murni terkait masalah politik lalu berkembang kepada tahapan teologis.

Dan semakin kesini pemahaman tentang syiah dan sunni semakin terang. namun sebagai pribadi yang bertanggung jawab atas dirinya sendiri maka kita akan menyerahkannya kepada Allah SWT kelak. kebenaran di dunia ini sifatnya hanya temporer, tugas manusia diberi akal untuk mencari dan mendekati kebenaran namun kebenaran hakiki tentu saja ada dalam rahasia Allah SWT.

wah kacau si lae ini,, harus cepat-cepat laporin pak ustad

denger dulu neh, gw pernah punya cerita mengikuti kegiatan workshop bersama perwakilan dari Iran, dia menceritakan mengapa ISIS ingin sekali membunuh syiah dan bukannya israel. jawaban dari dia adalah karena kamu duri dalam islam maka kamu harus dibunuh terlebih dahulu. lalu dikemudian hari mendengar dari seorang ustad via youtube , ustad terkenal, kalo ketemu syiah sholat di mesjid sunni bagusnya di usir saja atau keyakinan bahwa syiah akan menistakan kaum sunni jika mereka berkuasa.

au ahh gelap….

ya apapun itu, itu adalah hasil buah pemikiran manusia. jadi janganlah terlalu fanatik terhadap sesuatu, karena hanya membutakan mata kita saja. dan setelah membaca buku dari penulis syiah tersebut, ya .. saya tetap seperti biasa (haha). saya cuma manusia yang ingin memahami kebesaran ilahi. melihat buah pemikiran seseorang dan melihat apa yang menjadikannya besar.

Bodo amat.. gw mau lanjut maen tiktok

Categories
book curhat daily learning

[book] Islam itu Rahmatan Lil Alamin Bukan Untuk Kamu Sendiri

Ini merupakan salah satu chat sama si kawan. Chat yang bermula ketika doi memposting foto spanduk yang bertuliskan “Jaga keluargamu dari Api Neraka” dengan latar perempun berhijab sampai menutup kepala.

Semua gara-gara buku ini saya jadi ingat kembali diskusi saya dengan si kawan yg posting foto tadi. Dan seperti dilihat bahwa nampaknya saya lah pihak yang kontra akan “dakwah” seseorang dengan cara posting foto. Tapi ladang apa yang tak berular. Ular adalah musuh orang jika dia ada di kamar kalian. Tapi dia akan menjadi kawan jika ada di ladang untuk memakan hama tikus. Musnahkan ularnya maka bersiaplah padimu rusak dan tikus merajalela. Artinya yang dianggap berbahaya pun ternyata bermanfaat jika ada di situasi tertentu.

Alhamdulillah, niat saya memberikan suggesti lain kepada si kawan memiliki konsep yang sama dalam bukunya Cak Nun : Islam itu Rahmatan Lil Alamin Bukan Untukmu Sendiri. Dala bukunya Cak Nun banyak mengupas tentang kesalahan kamum muslim dalam berpikir dan bertindak. Tentu saja hal itu adalah salah satu yang utama mengingat islam adalah agama yang rasional dan karenanya ummatnya juga harus mampu berpikir rasional.

Cak Nun banyak menuliskan tentang banyaknya lahir mahzab-mahzab dan cara menerjemah sendiri-sendiri. Hingga akhirnya bukan bersama menuju kebenaran malah berlomba menjadi yang paling benar. Buktinya adalah fenomena mengkafir-kafirkan sesama muslim jika tidak sesuai dengan apa yang didengar dan dipahaminya. Padahal mulai dari diciptakannya alam semesta hingga nanti akhirnya hari kiamat, kebenaran akan tetap relatif hingga nanti waktunya ditunjukkan kebenaran sejati dari Sang Khalik.

Sedih memang kadang melihat mudahnya kita tiba-tiba memiliki fanatisme terhadap sesuatu terlebih jika sesuatu tersebut ada dalam kolom agama. Apa kita yakin ibadah yang sudah kita lakukan akan menjamin diri kita masuk surga ? Lalu ketika kita saja tidak tahu bagaimana kita mampu menuduh golongan lain lebih buruk daripada kita ?

Kita ini sedang mencari kebenaran sedikit-demi sedikit kata Cak Nun dalam bukunya. Tidak ada kebenaran absolut di dunia ini karena kebenaran yang ada saat ini akan datang kebenaran yang lebih benar di masa datang.

Kembali ke cerita diskusi saya dan si kawan. Akhirnya chat tersebut berakhir dengan habis nya baterai hp bahkan diskusi belum sampai kesimpulan. Tapi siapa yang butuh kesimpulan? Saya tetap merasa bahwa cahaya Islam seharusnya dirasakan oleh umat lain juga lebih-lebih terhadap umat muslim yang belum tersentuh cahaya muslim (islam ktp). Angkuh sekali kita jika merasa islam adalah milik muslim eksklusif. Padahal cahaya islam lebih dibutuhkan oleh saudara muslim kita yang belum tersentuh kehangatannya.

Spanduk tersebut tentu saja menjadi begitu eksklusif untuk muslim dan bahkan lebih berbunyi ancaman daripada mengingatkan. Ya orang lain yang lihat gimana gak makin lari baca spanduk gitu bukannya mendekat malah menjauh. Makanya Allah memberikan kata semesta dan bukan kaum muslimin semata yang artinya tidak ada pengkotak-kotakan. Lalu siapa kita berani memonopoli cahaya islam?

Islam itu luas. Al Quran adalah gerbang bagi kita untuk menyusup ke dalam dunianya. Kita harus semakin banyak melahirkan cendekiawan -cendekiwan muslim yang relevan agar mampu membawa cahaya islam dan memberi kehangatan dan kabar gembira bagi siapapun yang mau menerimanya.

Categories
book curhat daily learning daily witness Uncategorized

[Book] Ensiklopedia Sahabat Rasulullah SAW dan COVID 19 Yang Menyerang Dunia

Awalnya beli buku ini dulu karena ada 2 kata kunci yaitu ensiklopedia dan terapan. Ketika bicara ensiklopedia maka dipikiran munculnya segala sesuatu ada disini. Lalu kenapa esiklopedia sahabat ? Karena kalo di kantor setelah sholat berjamaah biasanya ada pembacaan hadis oleh nama-nama yg akrab ditelinga tapi ga kenal siapa dia. Abu hurairah, anas bin malik, zaid bin haritsah, abdullah bin umar, abdullah bin rawahah, dll.

Sebenarnya agak malas dengarnya pas pembacaan hadis karena cara penyampaiannya sepertinya. Membaca hadis lalu mutiara hadis akhirnya malah ga dapet poinnya apa dan akhirnya berasa useless dan malas dengarnya (walau sebenarnya di dengar juga). Kemudian muncul pikiran untuk mengenal dulu siapa para penyampai hadis tersebut di kehidupannya dahulu. Sepertinya batin ini lebih tertarik untuk mengenal dahulu sosok periwayat hadis untuk sebelumnya mendengar yang mereka ucapkan.

Kemudian yang kedua adalah kata kunci terapan. Dalam buku ini banyak sekali penerapan sifat-sifat dari periwayat hadis untuk menjadi pedoman bukan hanya untuk badan yang sudah menua ini tapi juga generasi muda yaitu anak-anak. Maka buku ini dengan seketika menjadi relevan.

Lalu apa hubungannya dengan Covid 19 alias virus corona. Hubungannya banyak! Salah satunya adalah karena Corona maka pekerjaan menjadi work from home (wfh) lalu waktu menjadi sangat flexibel dan bisa menbaca banyak buku qiqiqiqi.

Banyak poin-poin bagus dalam buku ini seperti Bagaimana Abdullah bin Umar senang memberikan apa yang paling disukainya kepada orang yang membutuhkan karena ingin apa yang dilakukannya memiliki nikai sedekah yang tinggi. Semakin beliau suka maka semakin beliu ingin menjauhkannya untuk Allah SWT.

Kemudian ada penyair Abdullah bin Rawahah (hati ini selalu suka dengan penyair) yang membawa keahliannya untuk mengobarkan semangat di medan perang dengan berkata “Wahai Diri! Seandainya kamu tidak tewas terbunuh dalam perang, maka kami akan mati juga!” . Wiww.. suka sekali dengan cara beliau memberikan sugesti kepada dirinya sendiri saat takut akan mati.

Kemudian ada periwayat yang paling sering di dengar yaitu Abu Hurairah yang tidak pandai melakukan apa-apa dan karenanya sangat miskin hingga sering mengganjal perutnya dengan batu saat lapar. Namun dengan demikian beliau adalah yang paling rajin mengikuti baginda Rasulullah SAW dan menjadi periwayat terbanyak.

Kemudian ada Amru bin Al-Ash yang memiliki pengalaman yang sangat mirip dengan yang manusia hadapi saat ini yaitu wabah penyakit. Wabah yang disebut dengan Tha’un menyebar dengan cepat karena orang berkumpul (kalo gak boleh dikatakan persis maka ini sangat mirip sengan Covid 19). Maka beliau memerintahkan orang berpencar (physical distancing) lalu wabah pun hilang.

COVID 19 (sejarah yang berulang)

Kisah Amru bin Al-Ash nampknya menjadi tamparan bagi umat manusia menghadapi pandemik covid 19 ini. Bagaimana tidak ? Allah SWT telah memberikan pengalaman terdahulu bagaimana di zaman yang bahkan belum mengenal teknologi namun dengan cara berpikir yang tepat maka wabah pun hilang.

Zaman sekarang ,dimana manusia bahkan berusaha menyaingi sifat-sifat Tuhan dengan ilmu pengetahuan dan super teknologi, Allah SWT seolah menunjukkan “who run this world!”. Kehebatan manusia saat ini ternyata tidak lebih dari keangkuhan belaka seorang pemimpi.

Manusia seolah sudah mengetahui segalanya namun dihadapkan kepada makhluk kecil saja kita tidak sanggup lalu kemana keangkuhan yang sebelumnya ada pergi ?

Lihatlah bagaimana cara physical distancing sudah diajarkan bahkan ribuan tahun sebelumnya dan manusia masih saja keukeuh dengan cara berpikir manusianya yang angkuh. Tentu saja karena manusia akan tetap manusia yang akan binasa cepat atau lambat seperti yang diucapkan oleh Abdullah bin Rawahah.

Ternyata apa yang terjadi di dunia ini hanya pengulangan saja 😞. Bodoh sekali kita jika tidak mampu memetik pelajaran dari sejarah. Semoga para pemimpin negeri ini bisa belajar dan berpikir secara rasional. Karena saya adalah tipe orang yang rasional dan saya melihat rasionalitas yang kuat ada dalam islam.

Categories
book daily learning daily witness

[Book] Pirates and the Emperor : Corona Virus against the World

Siapa yang tidak kenal dengan Noam Chomsky (awalnya juga gw gak kenal), sang penulis dan pemikir teori propaganda dan media. salah satu bukunya yang akan kita ulas disini adalah Pirates and the emperor.

awalnya bingung baca buku ini, namun sedikit ringkasan di bagian belakang buku memudahkan para pembacanya untuk paham tentang apa kira-kira isi buku ini. petikannya adalah “ada sekelompok bajak laut yang menyerang sebuah wilayah lalu ditangkap oleh kaisar pemilik wilayah tersebut. kepada bajak laut, sang kaisar bertanya kenapa mereka kerjaannya hanya mengganggu ketenangan umum. namun pertanyaan tersebut dibalas oleh sang bajak laut dengan mengatakan bahwa apa yang dilakukannya adalah hal kecil namun sudah cukup untuk membuat dirinya dilabeli seorang penjahat bahkan teroris, namun apa yang dilakukan sang kaisar dalam berperang dan mencari wilayah dikatakan sebagai pahlawan bahkan dipuja rakyatnya”.

buku ini, banyak memuat pendapat-pendapat chomsky tentang propaganda yang dilakukan oleh media sehingga mampu mengaburkan fakta dan logika sebenarnya. dalam bukunya chomsky banyak mengambil kisah tentang media AS yang begitu berpihak kepada agresi Israel terhadap tanah Palestina dan perjuangan rakyatnya yang dipandang oleh AS sebagai teroris namun pembalasan Israel dipandang sebagai aksi balasan untuk membela diri.

selain tentang wilayah Timur Tengah melawan AS dan Israel, chomsky juga banyak bercerita tentang negara lain termasuk Indonesia dan bagaimana AS menjadi sponsor pemberontakan di Indonesia. lalu apa hubungannya chomsky, propaganda dan corona virus yang saat ini sedang ramah karena manjadi wabah pandemik?

pertama adalah masa-masa saat ini harus diingat bagaimana sebuah virus flu mampu menghancurkan ekonomi italia, menjadi tertuduh dari kematian ribuan manusia, terhentinya arus lalu lintas manusia antar negara, menghilangkan budaya jabat tangan sebagai insting dasar manusia, meningkatkan harga jahe merah, melambungkan harga masker, menghilangkan hand sanitizer di pasaran, membuat Paus beribadah via online, menuduh keleawar biang kerok, mematikan seluruh usaha etnis cina di seluruh dunia dan sekarang menjadi simbol perlawan terhadap perokok aktif.

yak, saat ini corona virus sudah menjadi objek propaganda. apapun akan terpengaruh jika sudah dikaitkan dengan virus corona. mau coba ? bilang saja di WAG jika virus corona dapat dihentikan dengan memakan bawang mentah. maka dijamin bisnis bawang akan menjadi begitu menjanjikan.

corona sudah terlalu diamplifikasi dengan besar-besaran oleh media, dan stupidnya juga pemerintah ikutan latah dan malah memuat himbauan ga jelas bukannya memuat contra news. siapapin yang baca artikel ini 100 tahun kemudian harus tahu bahwa keadaan saat ini benar-benar chaotic yang tenang. bersin saja sekali ditempat umum maka seluruh mata akan menuju kepada kita.

corona ibarat pirates dan dunia ibarat sang emperor. ada banyak hal yang bisa diurus didunia namun manusia saat ini sangat takut dengan corona satu ini. semakin mereka tahu semakin mereka takut. maka benarlah apa yang dikatakan oleh dosen kuliah saya dulu bahwa pihak yang pertama mengangkat isu dialah yang memainkan alurnya. jangan lupa bahwa media itu adalah sebuah bisnis. mereka membuat apapun yang disukai pembacanya bahkan dengan selera teraneh sekalipun.

selamat datang corona, selamat datang di dunia yang fana ini. anda sudah resmi menjadi objek kaum kapital.

Foto :

voi.id

Okezone.com

ecfr.eu

liputan6.com

 

 

Categories
book daily learning

Parasite Movie dan Umberto Eco

ya ya ya .. parasite menang oscar . keren juga. setelah pengumuman langsung cari link buat nonton. ternyata masih ada aja link nonton streaming yg belum ditutup kominfo. saking bingungnya kenapa parasite menang oscar dibandingkan fil epic lain seperti Joker, 1917, ford vs ferari sampai-sampai googling. qkqkqk

parasite movie cerita tentang keluarga miskin yg hidup di slum area di korea selatan (walau ga se slum india juga kaya di fil slumdog ) yang mempunyai sikap opportunis. ya wajar juga sih, namanya butuh makan apapun digunakan. intinya ini cerita tentang penipuan terstruktur memanfaatkan kenaifan dari keluarga kaya untuk mengeruk uang mereka dengan cara sekeluarga bekerja disitu walau dengan cara menzolimi orang lain. qiqiqi.

nah kenapa umberto eco? karena waktu gw nonton parasite disaat yang sama gw juga baru beres baca bukunya Umberto Eco. Seniman semiotik, bolehkah gw bilang seniman ya. kalo kata dosen gw dulu semiotika itu ilmu menipu melalui teks atau gambar. yakk. bicara umberto eco emang ga jauh pikiran gw dari zaman kuliah dulu.

dalam bukunya Eco (nih boleh gw panggil sok akrab gini kali ya) bicara bagaimana simbol-simbol mampu membawa nilai tentang kebenaran yang diturunkan secara turun temurun dari generasi manusia. bagaimana tanda bulan sabit dan bintang merepresentasikan islam, salib representasi nasrani, yang walau kita tidak hidup di zaman itu namun dengan mendekontruksi simbol tersebut seolah nilai-nilai yanga dahulu meresap hingga kini. Eco menyebutnya sebagai simbol-simbol eksotis. Selain simbol, Eco juga memfokuskan kepada teks yaitu bagaimana teks memiliki makna terdalam dari seseorang yang menulisnya. makna yang tanpa sadar atau sadar ditulis dengan nilai yang dipercayanya . teks yang menyiratkan makna yang luas hingga penulisnya pun mungkin tidak sadar akan makna yang dia tulis. itu baru tulisan manusia, lalu bagaimana dengan teks-teks Tuhan?

lalu kek mana parasite ini? dari jaman kuliah selalu tertarik dengan hal yg bersifat tafsir. memaknai , dekontruksi, apa yang dipikirkan orang dan apa yang sebenarnya ingin dimaknai seseorang walau dia tidak mengakuinya sama sekali. Eco bicara bahwa disiplin itu belajar segala sesuatu yang dapat digunakan untuk berbohong. jika sesuatu tidak bisa digunakan untuk berbohong maka hal tersebut tidak dapat digunakan untuk mengatakan yang sebenarnya bahkan untuk sekedar membertahu.

parasite menggambarkan bagaimana kesenjangan kehidupan di kroea yang jomplang. si kaya dan si miskin persis seperti di Indonesia ini lah. pelipat pizza, juragan teknologi, keluarga yang naif, parasit kehidupan, sifat subway yg urakan, kelicikan yang kejam, membunuh personality, memanfaatkan orang lain, kecerdasan karena kebutuhan, budaya si kaya, cara mereka menafsirkan seks, dan lain-lain.

Eco membuatnya terang untuk kita, memaknai bahasa, simbol dan teks. seperti ditulis diatas. jika penafsiran teks buatan manusia saja bisa begitu beragam dan indah, lalu bagaimana kita mampu menafsirkan teks-teks langit milik Tuhan ?

 

 

Categories
book curhat daily learning

[book] Allah tidak cerewet seperti Kita

jika berbicara Cak Nun, saya selalu ingat sosok Yuval Noah Harari. walau saya tidak ingin menyandingkan mereka satu demi satu dengan level yg sama. namun cara berpikir dan mengambil argumen sangat mirip keduanya.

buku yg inipun termasuk salah satu yang membuat jalan pikiran ini jadi terhenyak. “Allah tidak cerewet seperti kita” . betul banget ini, kayanya manusia itu cerewet bangte ya. apa-apa pasti komentar, nyinyir, karena kita ini gak sanggup buat mengontrol rasa sombong ini namun disisi lain banyak kurangnya sehingga hanya bisa mengaduh dan komentar.

tapi sebenarnya kalo didalami, judul tersebut memang benar adanya kan?. Allah tidak cerewet karena Dia lah yang maha memiliki, maha besar dan tidak ada sesuatupun yang dibutuhkan. bahkan manusia di dunia ini saja sebenarnya dia tidak butuh untk mereka beribadah kepadaNya. namun Allah memberikan ruang bagi makhluknya untuk berinteraksi dengan pencipta melalui ibadah. istilahnya Aku ga butuh apa-apa, kamu yang butuh. aku tau kamu pasti mengaduh, ya sudah aku kasih ruang untuk kamu mengaduh.

Dalam buku ini juga banyak monolog-monolog yang dibuat oleh Cak Nun seoalh-olah Allah sedang berbicara kepada manusia. kemudian juga banyak isu-isu baru yang diangkat seperti masalah birokrasi, radikalisme, NKRI, dan lain-lain. semuanya disentuh dengan pikiran dasar ala manusia agar mudah dicerna namun sangat cerdas bagi pengarangya. makanya saya gak percaya Cak Nun kuliahnya berantakan. qiqiqi

misalnya ketika bicara radikal dimana Cak Nun berujar banyak ulama mengafirkan seseorang dan mengutuknya dan bukan membimbingnya dan memberi jalannya. karena menurut Cak Nun proses kesadaran manusia berbeda-beda. kekeliruan saat ini adalah proses kesadaran diri namun bahaya jika terlanjur dikutuk dan bukannya dibimbing.Cak Nun menggunakan filosofi orang nyasar di kampung yang bukannya ditunjukkan jalan oleh warganya namun malah diteriaki “kamu tersesat! kamu tersesat!” .. “mampus kw anjeng” (yg ini tambahan saya wkwk)

saya selalu menunggu buku-buku Cak nun berikutnya karena banyak menyoroti isu terkini jadi saya akan selalu jadi penggemar setia Cak Nun untuk menjadi manusia yang “Waras”.

 

 

Categories
book daily learning

Senjakala Modernitas pada fenomena Sunda Empire

bicara soal modernitas dan post modernitas jadi ingat yang sekarang lagi hits di indonesia yaitu kerajaan Sunda Empire. beberapa orang mengklaim bahwa Sunda Empire merupakan sentral peradaban masa kini yang akan dilestarikan dan dibudayakan dengan tujuan utopia.

you know what, semua orang menghina sunda empire sebagai kumpulan orang stress hingga Gubernur Jabar pak Ridwan Kamil juga tidak luput dari umpatan tersebut. hebatnya adalah hingga saat ni mereka masih aman-aman saja bahkan bisa tampil di TV. polisi sedang sibuk mencari delik dari Sunda Empire mulai dari penipuan tapi ga ada yg ditipu, Makar tapi tidak ada yg niat makar, lalu akhirnya Sunda Empire sampai saat ini masih saja melengang dengan bebas dan damai. hahaha

Sepertinya Sunda Empire sebenarnya adalah antitesis dari apa yang dikatakan orang sebagai orang stress. alih-alih menuduh mereka stress, bisa jadi mereka yang sedang memperolok “kita” sebagai orang stress. lihat bagaimana mereka memutarbalikkan kebudayaan sunda keluar dari koridor sunda yang dipahami bahlan oleh budayawan sunda sekalipun. akhirnya snag budayawan hanya “ya sudah terserah jika bapak memperjuangkan sunda sepeti itu” lhaa iyaa akhirnya yang waras pasti ngalah karena memang tidak ada yg coba dilanggar dari si Sunda Empire itu.

bahh, padahal niat awal mau review buku, tapi isi bukunya emang masuk ke tema yang lagi hits sekarang di Indonesia. Buku ini ini ditulis oleh Irfan Afifi yang mengupas bagaimana masa kegelapan manusia dicerahkan oleh sebuah proses aufklarung hingga akhirnya muncul masa masyarakat modern yang menilai dirinta sebagai rasional, logis dan independen untuk apa? yaitu untuk menuju kebenaran yang hakiki.

namun hal tersebut dibantah oleh kaum post modern yang merasa muak juga lama-lama dengan kaum modern yang ternyata tidak lepas dari konstruksi sistem dan sosial yang ada dalam tahapan menuju kebenaran yang dianggap hakiki.

nah si Jurgen Habermas (saya menyukai pemikiran orang ini terutama konsep public sphere) ini merupakan salah satu pemikir masa modern yang percaya bahwa modernitas belumlah habis seperti yang diyakini oleh kaum post modern. fenomena inilah yang dianggap oleh kalangan filsuf Frankrut sebagai mitos, rasional dan irrasional.

kaum post mdoern percaya bahwa kritikan mereka kepada modernitas menumbuhkan masa postmodernsebagai jawaban atas keluguan modernitas yang kadung bahagia menuju kebenaran namun akhirnya kebahagiaannya itu menjadi celah bagi penindasan – penindakan yang lain. dengan demikian kaum post modern melakukan apa-apa yang luput dari cara modernitas dalam tujuannya menuju kebenaran yang hakiki dan mendefinisikan aufklarung.

hal tersebut tentu saja menimbulkan cemoohan dari kaum modern kepada kaum postmodern dan menganggap mereka irasional. irasional kaum modern adalah rasional kaum post modern dan siklus ini tersebutlah di kalangan filsuf sekolah frankfurt sebagai rasiona yang menjadi irasional dalam mencapai kebenaran.

ini juga yang mengingatkan kepada fenomena kerajaan Sunda Empire yang katanya  sudah berdiri sejak mas alexander the great dan dibawa oleh cleopatra hingga ke Bandung. ahooyy.. mantapp.. sanggahlah jika mampu.

kita meledek mereka sebagai orang stress namun merekalah sebenarnya yang benar-benar bebas menentukan tujuan hakiki nya. meledek logika modern kita yag ternyata lumpuh karena terkungkung oleh sistem dan perangkap demokrasi yang mungkin dilakukan secara salah bahkan dipertontonkan di depan publik. menguji rasionalitas warganya dan membenarkannya dengan logika kenegaraan. kepatuhan mutlak harus ditunjukkan oleh rakyatnya wa;au dalam hatinya berteriak ada sesuatu yang tidak benar.

jadi siapa yg stress ??