Im a type of man that you can control on beraucracy

0

So you need remember this day

1. Become an expert will not align with your appreciation on beraucracy

2. Brussell

3. Kepiting

4. Stomache

5. Japan

6. Bali

You need to change this culture ! And please choose the right boss

Berpikir (namun lebih dalam) sebelum bicara

0

Kisah saya hari ini mendengar khotib sholat jumat menyampaikan ceramahnya. Pertama yg terlintas ketika mendengar ceramahnya adalah berapi-api 🔥 tentang pentingnya menjadi seorang muslim.

Awalnya saya setuju saja sih dengan ceramahnya memberi tahukan bahwa islam adalah agama yg di ridhoi dan islam adalah agama rahmatan lil alamin. Namun dahi ini langsung mengernyit ketika mulai disinggung agama lain.

Dalam kotbahnya , khotib tersebut menyampaikan bahwa agama nasrani dan lainnya adalah sesat. Berbahayanya adalah pernyataan tersebut tidak dilengkapi dengan referensi waktu misalnya saat ini dimana ketika islam sudah hadir. Dengan memasukkan argumen bahwa adanya surga dan neraka dan dilarangnya orang islam makan babi misalnya.

Khotib tersebut ingin mengritik seorang profesor doktor yg disebutnya ngaco karena menyatakan bahwa semua agama baik (beberapa kali khotib berucap benar walau keduanya berbeda makna) sehingga menyebabkan jemaah terutma saya bingung.

Tapi hmmm nampaknya saya tahu saya yg dimaksud si khotib sebagai profesor doktor yang menurutny berucap semua agama baik. Mungkin maksudnya si ‘profesor doktor’ itu adalah baik dalam konteks ajaran agama. Bahwa pada dasarnya setiap agama pasti mengajarkan kebaikan dan bukan kejahatan. Lagipula bukannya islam pun mengakui adanya agama yg dibawa oleh Nabi Isa kepada “kaumnya” pada masa itu yg juga umat islam yakini secara benar. Namun saat ini ajaran tersebut sudah tidak relevan dan disenpurnakan dengan islam sebagai agama “kaum Muhammad” hingga akhir Zaman yg artinya akan selalu relevan hingga kiamat menjelang.

Bahayanya adalah ketika akhirnya sang khotib menghakimi bahwa siapapun orang yang setuju bahwa semua agama baik (benar menurut sang khotib namun terucap baik) maka dia murtad .

Saya sih percaya atas ilmu yg dimiliki alim ulama . Namun alangkah baiknya jika kita tidak serta merta menafsirkan sesuatu tanpa adanya tabayun atau mengkaji lebih dalam atau mencoba berpikir lebih dalam tentang segala sesuatu sebelum berucap.

Kenapa harus sebelum berucap ? Karena ucapan adalah salah satu mata panah yang tidak bisa ditarik kembali. Ketika sudah meluncur dia akan menuju ke sasaran tanpa ampun. Terlebih jika anda adalah seorang pemimpin opini .

Geopark Ciletuh : 2019

0

Biasanya memang dua hari setelah lebaran, jika tidak punya acara kami selalu merencanakan untuk berlibur ke tempat- tempat wisata. Selain untuk memepererat silaturahmi antar anak dan istri (kelurga juga perlu silaturahmi) juga untuk melepas kepenatan di rumah bengong dan turut serta memeriahkan kegiatan mudik lebaran.

Kenapa ciletuh ? Ya kenapa ya? Hmm pertama banyak posting-posting terkait wisata ciletuh yang bermunculan di sosmed sebagai sebuah wisata destinasi baru. Sebagai destinasi baru tentu saja menjadi tumpuan harapan bagi kaum pencari wisata seperti kami. Harapannya tentu saja menemukan tempat yg masih fresh dan sedikit terjamah oleh turis-turis indonesia.

Jalan menuju ciletuh agak sedikit menantang terutama setelah menembus kemacetan dan minimnya wisata kuliner di sepanjang jalan selain sate kambing dan warung padang. (Akhirnya kami memilih makan sate kambing, dengan harga yang terbilang murah kami bisa makan sate kambing yang empuk dan enak) di wilayah sukabumi hingga bertemu pertigaan pelabuhan ratu dan geopark ciletuh. Dari sini tantangannya mulai berbeda. Apa perbedaannya? Yang paling kentara adalah medan perjalanan yang naik, turun, belok tajam, belok tajam sambil naik, belok tajam sambil turun lalu naikkkk lagi turuuuuunn lagi (banyak pengulangan huruf menandakan tingkat ke-estriman kemiringan jalan).

Mau tau pendapat gw waktu bawa mobil disitu? Menarik, menantang , pemandangan indah dan tidak membosankan. So you need to face it.

Akhirnya sampilah kami ke penginapan cdi ciletuh. Dari sekin banyak penginapan kami memilih vanada bugeul cottagge. Cottage yang eye catching dengan bentuk segitiga sama kaki yang runcing menyerupai lumbung padi di wilayah jawa barat. Kebanyakan penginapan di ciletuh berbentuk seperti itu dan itu bagus sebagai trademark. Namun saat itu vanada bugeul berhasil menjadi yang terbaik di kelasnya berdasarkan rating traveloka.

Hari pertama langsung menuju Pantai Palangpang. Jaraknya hanya 600 meter dari hotel dengan naik mobil dan 20 meter dari hotel dengan menyebrang empang depn hotel. Sayang banget hotelnya ga menyediakan fasilitas way through ke pantai karena pantai palangpang yang ada di depan hotel termasuk yang sepi.

Pantai papangpang memeiliki garis pantai yang lumayan panjang, pasir yang lembut ombak yang tidak terlalu besar. Namun sayang sekali, sekali lagi sayang sekali karena minimnya kesadaran orang-orang kita untuk membuang sampah sehingga pantai tersebut jadi kotor. Hal ini bisa jadi karena tidak adanya manajemen yg baik atau pengelolaan yang baik. Gw melihat pantai palangpang sebenarnya memiliki potensi yang bagus sekali untuk menjadi geopark dunia. Pantai dengan pasir yang lembut dan dikelilingi perbukitan yang menjulang tinggi sebagai latarnya. Hal terbaik adalah dari perbukitan itu keluar air terjun yang terlihat dengan jelas sekali dari pantai. Kalau kita pernah nonton film King Kong di pulau skul island itu mirip sekali.

untuk kuliner di geopark ciletuh agak susah juga . Yaa ada sih pilihan cuma yang bentuknya agak-agak resto gitu disini cuma ada dua kalo bukan Geopark Point atau Dapoet Ghirza. Yang satu werstern-indo dan yang satu chinese-indo . Cukup lah buat ngisi perut daripada makan pop mie terus. Makan disini selain terbatas juga harus pakai strategi yaitu datang 1 jam sebelum waktu makan atau siap-siap ga kebagian makan atau pesanannya datangnya lama.

Besok hari wisata pulau dan curug yang terjangkau dari hotel. Dengan 900ribu rupiah akhirnya kita sewa private boat dan mengunjungi pulau yang agak jauh yaitu batik. Worth it kah ? Jawabannya NO. Harusnya gw skip aja acara wisata pulau nih. Pertama boat yg mahal ditambah ternyata kita bisa ngeteng boat dengan bayar 50rb sekali jalan dari pantai palangpang ke pulau kunti. Yang kedua sepertinya kita harus definisikan ulang arti pulau karena kayanya agak berbeda antara pulau yang kita pahami dan pulau penduduk lokal pahami. Pulau batik itu jauh dan kami gak dapat gambaran yang membuat kami ‘wow’ mengapa kami harus melihat pulau batik karena itu cukup mahal jika tidak melihat apa-apa. Akhirnya mencoba merapat ke beberapa pantai yang sepertinya belum banyak terjamah namun sang guide menolak dengan alasan teknis mulai dari banyak karang dll sehingga kami diarahkan ke pantai yang paling ramai disitu yaitu pantai pasir putih.

Bentuk pantai pasir putih membuat gw lebih miris karena sampah dan potongan syrofoam yang sudah menyatu dengan pasir putihnya 😰. Tahu apa yang paling membuat miris? Ketika eyza tertawa senang ketika tidak sengaja mendapatkan sampah plastik di kaki nya saat bermain ombak yang bisa digunakan untuk sendok pasir. Ooo My God, dahulu gw girang kalau bisa dapat kerang-kerangan atau bintang laut. Tapi sekarang anak-anak kita girang ketemu sampai yang bisa dijadikan siduk pasir. Mereka berhak atas alam ini ke depannya. Ayo ini tugas kita semua. Indonesia ini benar-benar darurat perilaku buang sampah sembarangan.

Untuk wisata curug masih gak jauh beda sama wisata pantai. Sampah dimana-mana dan huft. Geopark ini benar-benar perlu berbenah karena potensinya masih ada.

Jadi apa yang terbaik dari cerita ini ? Hmmmm dari sekian banyak kegiatan yang paling menarik adalah menjelajahi geopark ini dan melihatnya dari dekat. Akses jalan yang mulus, pemandangan yang oke, dan sedikit-sedikit nyasar merupakan hal yang menyenangkan yang ada disini. Menikmati kehidupan masyarakatnya masih belum komersil dan tradisional merupakan salah satu daya tarik geopark ini.

Satu lagi yaitu keankaragaman flora dan faunanya. Disini gw ketemu sama makhluk yang mungkin terakhir gw lihat wakti jaman SD Tapi tadi ketemu lagi di pulau kunti. Itu pertanda bagus artinya alam nya belum mengalami kejenuhan dan belum ada kepunahan sehingga geopark ini masih berpotensi untuk menjadi geopark kelas dunia.

Mari kita jaga sama-sama geopark ini. Gw gak menyalahkan turis yang punya tabiat buang sampah sembarangan atau pemda nya yang cuek bebek dan seolah alpha dengan potensi yang ada di daerahnya ini. Tidak bisa menyalahkan keadaan hanya dari satu faktor. Tidak adil sepertinya. Ayo Jabar bikin Bali -mu si Ciletuh.!!!

Procons : Sopir Bus yang Di Denda 1.2 juta karena Bikin Anak Orang Terjepit

0

Ini ada kisah agak lucu nih . Seorang sopir bua transjakarta dihukum denda administrasi sebesar Rp.1.2 juta karena dia mengakibatkan belasan anak terjepit di underpass .

Kontranya adalah banyak netizen yang simpati lalu melakukan aksi simpatik dengan cara crowdsourcing untuk mendapatkan uang sebagai bantuan kepada sopir bus yang mendapat sanksi ganti rugi.

Aneh ya. Siapa yang salah ? Lalu siapa yang harus dihukum ?

Sopir bus menjalankan kewajibannya sebagai sopir bus dengan membawa penumpang ke tempat tujuannya. Penumpang yang dimaksud adalah penumpang resmi yang berarti membeli tiket dan memakai hak nya sebagai seorang penumpang yang memiliki tiket. Hak seorang penumpang digunakan dalam koridor dimana hak tersebut diakui eksistensinya.

Hak seorang penumpang bua setelah dia memenuhi kewajibannya yaitu membeli tiket adalah diantaranya diantar ke tempat tujuan, fasilitas kenyamanan, AC, tempat duduk dll. Jika terdapat penumpang yang mencoba mengambil hak yang tidak dimilikinya misal duduk si kursi sopir, mengganggu sopir, dan dalam kasus ini adalah menggunakan ruang yang sebenarnya diluar koridor seorang penumpang.

Selanjutnya entah bagaimana ceritanya sang supir mengiyakan permintaan hak dari penumpang yang sebenarnya diluar koridor hak penumpang. Jika samg sopir menolak apakah penumpang tersebut tetap naik ke atas ? Mengapa sang sopir mengiyakan permintaan tersebut ?

Artinya ketika samg sopir mengiyakan permintaab tersebut maka segala resiko yang timbul menjadi tanggung jawab. Dan ketika saatnya momen terburuk itu tiba ? siapa yang harus disalahkan ?

Netizen melihat kasus ini sebagai pihak tertindas adalah sopir dengan ornamen 1.2juta.

material tersebut menyesatkan pikiran tentang siapa korban sebenarnya dan siapa pelaku sebenarnya. Walau masih perlu diperdalam lagi tentang kronologis sebenarnya, pencarian dan penetapan pelaku dan korban harus benar-benar dianalisis tentang siapa melakukan apa.

Anak-anak mungkin saja bisa langsung naik ke atap bus tanpa permisi atau dengan permisi. Sopir bus memiliki wewenang untuk menjalankan bis sesuai dengan tugasnya. Saat ini berarti sopir bus dengan segala kewenangannya tetap menjalankan bus nya meskipun dia tahi bahwa ada anak-anak diatas yang dengan segala alasan seharusnya tidak berada disana. Dengan kewenangan penuh maka supir bus selain bisa menjalankan juga bisa menolak untuk menjalankan. Saat itu supir bus memilih untuk tetap menjalankn bus nya . Sehingga yang memiliki kuasa saat itu adalah supir bus yang tetap menjalankan bus walau ada anak-anak di atap yg ada karena izinnya lalu terjadilah momen terjepit sehingga mengakibatkan anak-anak menjadi korban.

Sehingga disini jelas bahwa cara berpikirnya adalah pelaku adalah supir bus dan korban adalah anak-anak. Dan hukuman 1.2 juta tidak menjadikan supir bus sebagai korban karena itu adalah konsekuensi dari sebuah tindakan.

Serambi Mekah second trip

0

Akhirnya kembali lagi ke Banda Aceh. Sebuah provinsi yang menarik dan misterius. Patri sejarah Indonesia terutama saat awal-awal kemerdekaan hingga berubah 180• menjadi ladang pemberontakan. Kehidupan politik, keamanan boleh berubah namun sosial budaya yang ditinggalkan tetap lestari hingga kini.

Apalagi yang tidak bisa dilewatkan disini selain kopi nya yang aduhai ciamik. Semangat ngopi di aceh yang sudah berkultur menjadikannya tempat 1000 warung kopi. Ketika datang dulu disuguhi kopi solong dan gerobak. Kedatangan kedua diajak untuk mencoba kopi baru seulawah. Istimewa terutama sanger nya . Cocok sekali diminum saat hujan atau malam.

Hal kedua apalagi kalau bukan kulinernya terutama ayam tangkap. Perjalanan pertama ke Aceh dulu berkesan sampai-sampai pulang dari sana mencari bibit daun kari untuk ditanam di pekarangan rumah. Hilir mudak kesana kesini belum ketemu menu ayam tangkap yang sebaik di aceh. Dan alhamdulillah sekarang kembali menikmati ayam tangkap asli aceh yang di goreng panas-panas.

Hal ketiga apalagi kalau bukan Baiturrahman. Mesjid yang sekarang sudah bertransformasi layaknya masjid nabawi dengan payung-payung raksasa dan marmer yang menutup seluruh bidangnya. Mesjid yang selalu identik sengan tsunami di Aceh yang membawa cerita keajaiban tersendiri bagi yang meyakininya.

Elok sudah perjalanan ke Aceh ini benar-benar menyudahi dahaga tentang rindu ke aceh. Terima kasih Aceh dan tetaplah menarik!

Kopi Pekanbaru gak pernah salah

0

Setelah 9 tahun lamanya akhirnya balik lagi ke kota bertuah ini. Perkembangannya wow sudah maju. Infrastruktur dimana-mana mulai dari gedung, jembatan, flyover, hotel .

Sampai disana teringat lagi masa-masa kerja di pekanbaru. Melihat lagi tanah putih pekanbaru . Bau asap dan minyak yang malah bikin kangen . Hahahaa

Tapi satu yang selalu menjadi alasan untuk berkunjung ke pekanbaru adalah kopi. Kopi enak pertama yang hadir di lidah ini berasal dari pekambaru. Mengenal kualitas kopi kedai kedai chinesse. Mulai dari kim teng, cerebon dll. Dan rasanya hmmm penduduk sini punya selera yang bagus soal kopi. Walau kopi bubuk namun tidak berbau apek .

Terima kasih pekanbaru sudah mengenalkan kopinya . 👍☕️

Peacefull Bali : Ubud

0

Ketika mikir mau liburan ke bali pasti gak jauh dari kuta, nusa dua, benoa, sanur, krisna hahaha..

Pengen sekali-sekali coba traveling bali yang baru. Selalu penasaran kenapa bumu pedoman wisata untuk lokal berbeda dengan buku pedoman buat bule. Akhirnya gw bacalah buku pedoman bule buat traveling ke bali. Mengandalkan tiket promo dari air asia yang berani melawan monopoli harga si Garud* grup dan Li*n grup sehingga kenormalan masih menang diatas kartel.

ubud adalah tempat yang akhirnya terpilih sebagai tujuan pelesir keluarga kecil kami. Ubud ternyata area yang hmm …. menenangkan. Kesan tradisional benar-banar berasa disini. Walau demikian kehidupan beragama sudah terjalin dengan baik. Karena disini juga banyk komunitas muslim. Tipe-tipe pelesiran yang dihindari orang lokal yg cari hingar bingar. Sepanjang jalan dihisi semacam janur dan orang berdoa dang membuat mata melihat menjadi teduh dan berpikir ah ternyata indonesia baik-baik saja tidak seperti yang digambarkan di medsos.

Pilihan hotel jatuh ke the kampung resort . Hotel yg banyak dapat review bagus dan family friendly. Harga murah sudah dapat kamar tipe suite dan tipe-tipe yang instagram cocok buat emak-emak. Walau harga tersebut harus dibayar dengan naek turun tangga dengan total 142 anak tangga (hasil hitungan si kakak eyza).

Dekat sini sudah ada wisata tegal alang dan wisata kopi yang tinggal jalan kanan dan kiri. Ada patung luwak yang segede bis AKAP di pinggir jalan.

Hal menarik lainnya adalah ketika mengunjungi danau beratan di bali tengah. Hal yang kembali menegaskan bahwa indonesia baik-baik saja karena gw bisa menunaikan sholat jumat di mesjid agung al hidayah . Mesjid yang bersebrangan persis dengan pura ulun danu beratan. Masjid yang dibangun oleh keturunan mataram lombok menjadi satu-satunya di wilayah tersebut. Hal ini mirip dengan apa yang dikatakan oleh Jared Diamond dalam bukunya “Gun , Germs, and steel” yang menggambarkan bahwa sejarah dunia ditentukan oleh posisi geografis. Mirip dengan prinsip waktu ujian nasional sma “posisi menentukan prestasi” hahaha.

Bali tidak pernah bosan untuk dijelajahi. Menyenangkan bisa berjalan tenang dan menikmati udara toleransi dan kemajemukan sambil bergumam “hmm… ternyata indonesia baik-baik saja”.