Categories
book curhat daily learning

[book] khong guan, anda memang Asyu

Dari Buku Kumpulan Puisi : PERJAMUAN KHONG GUAN (JOKO PINURBO)

jarang banget ini dari sebuah kaleng khong guan bisa jadi sebuah kumpulan puisi karya Jokpin. khong guan di Indonesia ini memang terkenal sebagai kue wajib lebaran/hari raya yang pasti ada di meja. harga moderate, isi lengkap, dan abisnya lama.. hahaha

namun semakin kesini entah siapa yang mulai kebiasaan memasukkan rengginang ke dalam kaleng khong guan. akhirnya khong guan dan rengginang menjadi identik dan berpasangan satu sama lain.

dulu waktu UAS kuliah waktu ambil S2 di UI salah satunya ambil tema khong guan. yaitu iklan dengan tema khong guan yang dipakai untuk kampanye politik Presiden Jokowi. yang diulas bukan rengginangnya sih, tapi keberadaan sang ayah.

naahh ayah ini juga yang menjadi spot marketing ke-viralan biskuit khong guan. adanya aja sih yang iseng nanyain ayahnya kemana. emang orang indonesia ini rada kepo tapi bagusnya mind set mereka adalah family man yg artinya bapak ibu harus komplit ada dan itulah makna keluarga bahagia di Indonesia. makanya divorce, anak salah asuh, anak putus sekolah, LGBT, dll ga masuk ke budaya Indonesia sebagai sesuatu yang normal ada di negara tropis ini.

dalam bukunya Jokpin gak langsung masuk ke tema khong guan. layaknya tamu dia malu-malu dulu basa – basi sama pembaca ngomogin kecanduan teknologi, ngomongi rakyat, ngomongin agama, ngomongin susu, ngomongin minnah , baru masuk ke khong guan..qiqiqiq

ketika ngomongin kecanduan teknologi digambarkan dalam cerita seseorang yang mengadu kepada Tuhannya karena HP nya rusak dan nomor kontak yg ada di HP nya hilang semua dan hanya tersisa nomor kontak Tuhan. Tuhan lalu menjawab : “Dan itulah satu-satunya kontak yang tak pernah kau sapa”.

ketika ngomongin rakyat digambarkan dengan delman berkursi, dengan kusir bernama Sukir dan penumpang delman bernama Sukri yang duduk diatas kursi delman. digambarkan bahwa rakyat yg memeberikan mandat kepada pejabat namun dibalas dengan simpati palsu dan harapan yg lebih palsu. tapi rakyat tetap tidak mengeluh walau mungkin tahu sedang ditipu. karena yg penting dapurnya bisa ngebul. pejabat tamak yg obral janji akhirnya mati oleh mandatnya sendiri.

ketika ngomongin agama, JOkpin mengangkat fenomena pada tahun politik dengan berkata “Tega sekali kaujadikan wajahmu yang wah kakus, kumuh berwajah rumah ibadah”. puisi merupakan salah satu penandan zaman yang baik. dia menuliskan peristiwa zaman dalam kata dan termasuk kelakuakn manusianya.

ketika ngomongin susu (naaahhh..#nahApa?) digambarkan bahwa apa yng kita tuai saat ini. jadi apa kita, siapa kita, dan akan menjadi apa kita telah berada dalam benih-benih ASI seorang ibu. artinya ketika kau sukses jangan lupa sama orang tua ntr kualat.

ketika ngomogin minnah (minah siapa sih ? #BeneranNanya) Jokpin menggambarkannya sebagai gadis yg tumbuh dan menjadi korban teknologi juga seperti kebanyakan generasi tiktok saat ini. yang menarik adalah saat Minnah ingin membahagiakan uangnya dengan cara membiarkannya dimiliki orang lain dengan demikian dia dapat membalas jasa kepada uang yang telah banyak memberikan kebahagiaan kepadanya selama ini.

ketika ngomongin khong guan , hmm dan memang saya juga baru sadar bahwa khong guan sudah begitu lama ada dalam budaya kita selama ini di Indonesia. kue lebaran yang lama habisnya dan begitu habis umur produktifnya kembali muda dengan menjadi wadah rengginang. dalam puisinya Jokpin berkata ” biskuit berterima kasih kepada rengginang, yang telah ikut melestarikan rumahnya yang merah : kaleng khong guan.”

Khong guan adalah rindu, khing guan adalah kenangan, khong guan adalah pulang, khong guan adalah hasrat, khong guan adalah hikayat, khong guan adalah indonesia.

saya baru sadar.. dengan segala ke-khong guan-an ini dalam diri saya ini.. khong guan memang asyu

Categories
book curhat daily learning

[book] filsafat hukum (Selangkanganku bukan milik Negara)

judulmu click bait banget lae?? bawa – bawa selangkangan segala. kau pikir aku mudah terjebak sama judulmu ituu?? dasar kau!! ada apa rupanya dengan selangkangan ??

jadi setelah dengar prof. Rhenald Kassali bicara tentang lintas academic sebagai tantangan ke depan, maka diri ini juga tertangtang untuk baca hal-hal yang lintas ilmu pengetahuan dari apa yang gw kuasai. lalu kenapa filsafat karena gw yakin bahwa filsafat adalah dasar pengetahuan, ibu dari segala pengetahuan yang ada di muka bumi. Nabi Ibrahim a.s. adalah salah satu contoh manusia yang berhasil menyelami dunia filsafat bahkan dengan izinNya sampai kepada kebenaran sejati pencarian Tuhan. padahal Nabi Ibrahim a.s. hidup di tengah masyarakat jahiliyah (bahkan ayahnya adalah pembuat berhala) namun dari pengasingannya atas izinNya diberikan wahyu yang tidak semua manusia dapati.

kau ini mau bicara apa sish??? aku sibuk nih!! awalnya ngomong selangkangan lalu bicara religi . mana yang benar !!

selangkangan itu cuma kata brader, otak mu lah yang memaknainya menjadi arti di kepalamu. entah jorok atau tidak ya kepalamu yang memaknai.

kamprett !

namanya juga filsafat , berpikir secara radikal hingga ke akar untuk mengetahui apa yang membuat pohon terbesar tumbuh.

bangsat kau! sekarang kau bicara tumbuh-tumbuhan . habis waktuku !!

ketika dengar dan baca buku filsafat hukum karya Abdul Ghofur Anshori yang kepikiran adalah gw bisa ngeles besok kalo ditilang polisi karena buku ini seharunya membuat gw pintar tentang memaknai objek dan gejala hukum. namun ternyata buku nya menawarkan lebih jauh hingga ke fenomena-fenomena masyarakat dan tetap berada dalam koridor agama.

bahkan dalam bukunya , penulisnya menceritakan secara tersirat bahwa ternyata masa pencerahan di eropa tidak lepas dari masuknya islam ke eropa. karena ranahnya filsafat maka bukunya sampai kepada mengapa manusia menjadi salah satu objek hukum. ternyata hal tersebut tidak lepas dari ketidakmampuan atau ketidakmauan manusia untuk menempatkan agama sebagai pembatas dari gemerlap kelimpahan kebebasan seorang manusia.

gemerlap-gemerlap apaan !!? dugem gitu maksudnya ?

gemerlap tersebut menghasilkan apa yang disebut humanisme yaitu meletakkan manusia diatas segala-galanya dan melepaskannya dari ikatan spiritual tak kasat mata termasuk agama. maka lahirlah apa yang disebut liberalisme, kapitalisme, demokrasi, sosialisme, dan lain-lain yang menepatkan manusia sebagai sentral objek.

jadi maksudmu semua orang penganut demokrasi itu tidak beragama !!

ini ada ceritanya.. jadi dulu di eropa manusianya berada dalam kekuasaan gereja yang memiliki peran sentral dalam kehidupan manusia. namun singkatnya seiring dengan perkembangan ilmu dan akal maka manusia muak lalu terjadilah apa konflik dengan kaum gereja saat itu karena merasa pemuka agama sudah macam Tuhan menentukan mana yang baik dan buruk. mereka memeprtanyakan, memaknai lalu muncul masa pencerahan hingga sampai kepada post moderinsme sebagai kritikan atas apa yan disebut normal pasca kekuasaan gereja. dengan demikian masa kehidupan setelah gereja adalah masa kebangkitan kebebasan individu.

nahh.. disini baru kita masuk ke bahasan tentang selangkangan .

(papahh galon abis!!) iya bentar mah,, papah lagi rapat zoom dulu sama orang kantor>>>>

ehh laee.. ayo cepat cerita .. gimana-gimana tadi selangkangan …??? langsung intinya aja

orang-orang mulai menganggap apa yang dimilikinya sebagai sentral kajian atau individualistik. merasa tidak butuh siapa-siapa untuk bisa hidup. padahal banyak yang bilang kalau manusia itu makhluk sosial. menurut Bartens (1985) sebagaimana dipahami dalam paham strukturalisme bahwa manusia terbelenggu dalam struktur yang menggemgam kehidupannya di dunia. padahal sebenarnya manusia bukanlah makhluk individu. bahwa dia merasa individu hanya merupakan ilusi dalam kehidupan struktur bermasyarakat sehingga ia tidak mampu membuat sejarahnya sendiri.

dengan kepercayaannya atas individualistik tersebut , manusia merasa bebas atas apa yang akan dieprbuatnya karena menyadari bahwa resiko dia yang tanggung, bahagia dia yang merasakan lalu kenapa kita harus nurut apa yang masyarakat bilang sebagai baik?.

jika memang kebebasan adalah seluas-luasnya lalu bagaimana dengan kebebasan orang lain? apakah tidak akan terjadi benturan kebebasan di sana-sini ? disitulah hukum mengaturnya.

kebebasan individu bahkan sampai kepada mengatur apa yang dimilikinya termasuk tubuh yang dirawat dan dimilikinya sejak lahir. manusia merasa berhak untuk melakukan apapun kepada dirinya sendiri sejauh tidak merugikan orang lain atas dasar hati nurani. hubungan kelamin sesama jenis, perubahan kelamin, incest, sex bebas, dan lain-lain merasa tidak perlu diatur karena moralitas adalah miliknya pribadi.

iya iya iyaa.. mana bagian selangkangannya !! jelas dikit kau lah.. ahh!!

sayangnya apa yang didasarkan oleh hati nurani seringkali hanya bersumber kepada keinginan pribadi. kenapa ??

Bodo amatt!!

karena Tuhan menciptakan hati nurani sebagai bekal kita hidup di dunia yang kita yakini dengan komposisi yang sama. karena kita sama-sama paham dalam membedakan mana baik dan jahat, mana kebinatangan mana manusiawi, mana hitam mana putih. jika kebebasan hawa nafsu dan apapun yang melibatkan aktifitas selangkangan yang tidak wajar merupakan panggilan hati nurani lalu kenapa masih ada orang-orang yang menggapnya sebagai penyimpangan ? artinya ada subjektifitas yang bermain atas sebuah objek yang sama. lalu moralitas mana yang benar??

yaa karena negara itu kepo… kaya gituan aja diurusin ! negara ini lagi ga ada kerjaan aja..

jika demikian lalu adakah agama-agama yang turun dari langit dalam kitab sucinya membenarkan hal-hal yang dibilang sebagai panggilan hati nurani ?? jika kita yakin bahwa kitab suci adalah rujukan tetap yang yang terpelihara sepanjang masa juga mengatur hal larangan serupa?

au ahh gelap!! sudah kudengar ocehanmu sampai habis taunya malah ceramahin balik.. aku mau angkat galon aja! bini ku ngamuk ntar !!

Categories
book curhat daily learning

[book] Teori Pengetahuan (petak umpet kebenaran si bumi datar dan si bumi bulat)

bumi datar dan bumi bulat, ternyata di zaman serba modern inipun kita maish berbeda pendapat tentang bentuk bumi. ada yang bilang bulat dan ada yang bilang datar. dan saya ini si anak kampung cuma bisa bengong bego sebenarnya karena mau bulat atau datar gw tetap sibuk ngurusin dokumen dan bayar tagihan. jadi apa untungnya?

baru lebaran lae,, ga usah berat-berat bicaramu !!

tenang aja ini ga berat kok, tapi kita disini mau coba bahas kenapa ada orang yang bilang si bumi datar dan ada yg bilang si bumi bulat. ini kebetulan ada filsuf muslim yang mencoba menjelaskan kenapa ada perbedaan di dunia ini dalam merumuskan mana yang benar. namanya adalah Murthada Muthahari.

Mutahari mencoba menjelaskan tentang pengetahuan yang sebenarnya seperti apa. bagaimana mencari pengetahuan dan bagaimana melihat jika pengetahuan tersebut adalah benar. Mutahari merupakan salah satu filsuf yang percaya bahwa pengetahuan datang dimulai dari penerima pada indera kita namun menitik beratkan kepada pendengaran dan penglihatan. kedua indera tersebut menjadi utama karena selain tersebut di Al Quran juga diberikan simulasi bahwa jika kita diminta untuk menulis kata-kata yang ditangkap oleh indera maka indera penglihatan dan pendengaran akan menghasilkan kata-kata lebih banyak daripada indera lainnya. namun indera memiliki kelemahan kesalahan yang cukup tinggi terkait fenomena salah liat, salah dengar, salah raba, salah endus, dll.

lalu apa indera saja cukup? setelah indera, Mutahari masih merujuk kepada Al-Quran bahwa ada akal/pikiran/otak atau apapun itu yang akan menerima informasi dari indera akan sampai di akal untuk disusun logikanya. akal berperan sebagai filtrasi lahiriyah tentang apa yang diketahuinya untuk menjadi peramu informasi yang diterima. namun kelemahan akal adalah sangat tergantung kepada koleksi pengalamannya dan kebijakannya sehingga masih ada celah dalam menyimpulkan. dalam bukunya disampaikan ada filsuf-filsuf dunia yang percaya pada salah satu saja sebagai penerima pengetahuan antara indera, akal dan hati.

selanjutnya ada hati yang menimbang (soundness) apa yang dihasilkan akal dan disinilah letak penentu tingkat kedalaman sebuah pengetahuan. bumi datar dan bumi bulat adalah pengetahuan (setidaknya untuk orang yang meyakininya) namun hati akan menimbang secara lebih dalam dan merendahkan dirinya sendiri dan menjunjung penciptanya dengan kesadaran spiritual. disinilah gerbang terdalam pengetahuan manusia sehingga tidak heran banyak filsuf yang menolak memasukkan hati dalam pembentukan kriteria pengetahuan karena tidak semua orang mampu mencerna spiritualitas yang dihasilkan.

indera merupakan sebuah kamera yang menangkap gambar, lalu akal menerjemahkannya dan jika masih perlu (dan sudah seharusnya) kemudia hati akan memaknainya. ini jadi mirip konsep framing, filter buble, eco chamber yang banyak dibahas dewasa ini dan ternyata para filsuf sudah menerjemahkannya dengan bahasanya sendiri. lihatlah bagaimana kita anak-anak zaman now ini (terutama dengan arus media sosial dan infromasi) mudah sekali terjebak dalam frame atau ember informasi. kita hanya senang menerima informasi yang kita sukai saja dan menistakan lainnya. fenomena ini sudah ada sejak dahulu tapi baru rame sekarang.

fenomena tersebut membuktikan bahwa manusia saat ini baru menggunakan 2 macam tools yang diberikan oleh Allah SWT yaitu indera dan akal namun gagal menggunakan hati. itulah kenapa ketika sebuah pengetahuan gagal untuk menjelaskan sebuah fenomena kebanyakan orang akan lari kepada dimensi spiritual namun gagal juga karena yang digunakan adalah khayalan bukan rujukan yang tetap. apa itu rujukan yang tetap? hingga saat ini yang menjadi rujukan tetap di dunia ini dalam menyingkap rahasia alam dan manusia (jika kita menjadikan alam dan manusia sebagai lapangan bermain pengetahuan) adalah kitab suci yang turun dari langit (apapun agama anda) dan dalam hal ini saya percaya Al Quran sebagai buku yang tidak pernah terevisi sepanjang masa.

jadi yang benar yang mana lae? bumi datar apa bumi bulat ?? yang jelas ajalah kalo ngomong ??

klean nabung aja dan berdoa suatu hari bisa ke luar angkasa jalan-jalan lihat bumi. namun ketika klean bawa bukti pun turun dari langit gambar bumi belum tentu klean bisa jelaskan apa bumi datar atau bumi bulat karena ya itu tadi.. tergantung klean pake tools apa indera, akal, atau hati atau ketiganya.

bangsat kau lae !,, kutanya malah nanya lagi mana suruh nabung pulak !

Categories
book curhat daily learning

[book] Islam itu Rahmatan Lil Alamin Bukan Untuk Kamu Sendiri

Ini merupakan salah satu chat sama si kawan. Chat yang bermula ketika doi memposting foto spanduk yang bertuliskan “Jaga keluargamu dari Api Neraka” dengan latar perempun berhijab sampai menutup kepala.

Semua gara-gara buku ini saya jadi ingat kembali diskusi saya dengan si kawan yg posting foto tadi. Dan seperti dilihat bahwa nampaknya saya lah pihak yang kontra akan “dakwah” seseorang dengan cara posting foto. Tapi ladang apa yang tak berular. Ular adalah musuh orang jika dia ada di kamar kalian. Tapi dia akan menjadi kawan jika ada di ladang untuk memakan hama tikus. Musnahkan ularnya maka bersiaplah padimu rusak dan tikus merajalela. Artinya yang dianggap berbahaya pun ternyata bermanfaat jika ada di situasi tertentu.

Alhamdulillah, niat saya memberikan suggesti lain kepada si kawan memiliki konsep yang sama dalam bukunya Cak Nun : Islam itu Rahmatan Lil Alamin Bukan Untukmu Sendiri. Dala bukunya Cak Nun banyak mengupas tentang kesalahan kamum muslim dalam berpikir dan bertindak. Tentu saja hal itu adalah salah satu yang utama mengingat islam adalah agama yang rasional dan karenanya ummatnya juga harus mampu berpikir rasional.

Cak Nun banyak menuliskan tentang banyaknya lahir mahzab-mahzab dan cara menerjemah sendiri-sendiri. Hingga akhirnya bukan bersama menuju kebenaran malah berlomba menjadi yang paling benar. Buktinya adalah fenomena mengkafir-kafirkan sesama muslim jika tidak sesuai dengan apa yang didengar dan dipahaminya. Padahal mulai dari diciptakannya alam semesta hingga nanti akhirnya hari kiamat, kebenaran akan tetap relatif hingga nanti waktunya ditunjukkan kebenaran sejati dari Sang Khalik.

Sedih memang kadang melihat mudahnya kita tiba-tiba memiliki fanatisme terhadap sesuatu terlebih jika sesuatu tersebut ada dalam kolom agama. Apa kita yakin ibadah yang sudah kita lakukan akan menjamin diri kita masuk surga ? Lalu ketika kita saja tidak tahu bagaimana kita mampu menuduh golongan lain lebih buruk daripada kita ?

Kita ini sedang mencari kebenaran sedikit-demi sedikit kata Cak Nun dalam bukunya. Tidak ada kebenaran absolut di dunia ini karena kebenaran yang ada saat ini akan datang kebenaran yang lebih benar di masa datang.

Kembali ke cerita diskusi saya dan si kawan. Akhirnya chat tersebut berakhir dengan habis nya baterai hp bahkan diskusi belum sampai kesimpulan. Tapi siapa yang butuh kesimpulan? Saya tetap merasa bahwa cahaya Islam seharusnya dirasakan oleh umat lain juga lebih-lebih terhadap umat muslim yang belum tersentuh cahaya muslim (islam ktp). Angkuh sekali kita jika merasa islam adalah milik muslim eksklusif. Padahal cahaya islam lebih dibutuhkan oleh saudara muslim kita yang belum tersentuh kehangatannya.

Spanduk tersebut tentu saja menjadi begitu eksklusif untuk muslim dan bahkan lebih berbunyi ancaman daripada mengingatkan. Ya orang lain yang lihat gimana gak makin lari baca spanduk gitu bukannya mendekat malah menjauh. Makanya Allah memberikan kata semesta dan bukan kaum muslimin semata yang artinya tidak ada pengkotak-kotakan. Lalu siapa kita berani memonopoli cahaya islam?

Islam itu luas. Al Quran adalah gerbang bagi kita untuk menyusup ke dalam dunianya. Kita harus semakin banyak melahirkan cendekiawan -cendekiwan muslim yang relevan agar mampu membawa cahaya islam dan memberi kehangatan dan kabar gembira bagi siapapun yang mau menerimanya.

Categories
book curhat daily learning daily witness Uncategorized

[Book] Ensiklopedia Sahabat Rasulullah SAW dan COVID 19 Yang Menyerang Dunia

Awalnya beli buku ini dulu karena ada 2 kata kunci yaitu ensiklopedia dan terapan. Ketika bicara ensiklopedia maka dipikiran munculnya segala sesuatu ada disini. Lalu kenapa esiklopedia sahabat ? Karena kalo di kantor setelah sholat berjamaah biasanya ada pembacaan hadis oleh nama-nama yg akrab ditelinga tapi ga kenal siapa dia. Abu hurairah, anas bin malik, zaid bin haritsah, abdullah bin umar, abdullah bin rawahah, dll.

Sebenarnya agak malas dengarnya pas pembacaan hadis karena cara penyampaiannya sepertinya. Membaca hadis lalu mutiara hadis akhirnya malah ga dapet poinnya apa dan akhirnya berasa useless dan malas dengarnya (walau sebenarnya di dengar juga). Kemudian muncul pikiran untuk mengenal dulu siapa para penyampai hadis tersebut di kehidupannya dahulu. Sepertinya batin ini lebih tertarik untuk mengenal dahulu sosok periwayat hadis untuk sebelumnya mendengar yang mereka ucapkan.

Kemudian yang kedua adalah kata kunci terapan. Dalam buku ini banyak sekali penerapan sifat-sifat dari periwayat hadis untuk menjadi pedoman bukan hanya untuk badan yang sudah menua ini tapi juga generasi muda yaitu anak-anak. Maka buku ini dengan seketika menjadi relevan.

Lalu apa hubungannya dengan Covid 19 alias virus corona. Hubungannya banyak! Salah satunya adalah karena Corona maka pekerjaan menjadi work from home (wfh) lalu waktu menjadi sangat flexibel dan bisa menbaca banyak buku qiqiqiqi.

Banyak poin-poin bagus dalam buku ini seperti Bagaimana Abdullah bin Umar senang memberikan apa yang paling disukainya kepada orang yang membutuhkan karena ingin apa yang dilakukannya memiliki nikai sedekah yang tinggi. Semakin beliau suka maka semakin beliu ingin menjauhkannya untuk Allah SWT.

Kemudian ada penyair Abdullah bin Rawahah (hati ini selalu suka dengan penyair) yang membawa keahliannya untuk mengobarkan semangat di medan perang dengan berkata “Wahai Diri! Seandainya kamu tidak tewas terbunuh dalam perang, maka kami akan mati juga!” . Wiww.. suka sekali dengan cara beliau memberikan sugesti kepada dirinya sendiri saat takut akan mati.

Kemudian ada periwayat yang paling sering di dengar yaitu Abu Hurairah yang tidak pandai melakukan apa-apa dan karenanya sangat miskin hingga sering mengganjal perutnya dengan batu saat lapar. Namun dengan demikian beliau adalah yang paling rajin mengikuti baginda Rasulullah SAW dan menjadi periwayat terbanyak.

Kemudian ada Amru bin Al-Ash yang memiliki pengalaman yang sangat mirip dengan yang manusia hadapi saat ini yaitu wabah penyakit. Wabah yang disebut dengan Tha’un menyebar dengan cepat karena orang berkumpul (kalo gak boleh dikatakan persis maka ini sangat mirip sengan Covid 19). Maka beliau memerintahkan orang berpencar (physical distancing) lalu wabah pun hilang.

COVID 19 (sejarah yang berulang)

Kisah Amru bin Al-Ash nampknya menjadi tamparan bagi umat manusia menghadapi pandemik covid 19 ini. Bagaimana tidak ? Allah SWT telah memberikan pengalaman terdahulu bagaimana di zaman yang bahkan belum mengenal teknologi namun dengan cara berpikir yang tepat maka wabah pun hilang.

Zaman sekarang ,dimana manusia bahkan berusaha menyaingi sifat-sifat Tuhan dengan ilmu pengetahuan dan super teknologi, Allah SWT seolah menunjukkan “who run this world!”. Kehebatan manusia saat ini ternyata tidak lebih dari keangkuhan belaka seorang pemimpi.

Manusia seolah sudah mengetahui segalanya namun dihadapkan kepada makhluk kecil saja kita tidak sanggup lalu kemana keangkuhan yang sebelumnya ada pergi ?

Lihatlah bagaimana cara physical distancing sudah diajarkan bahkan ribuan tahun sebelumnya dan manusia masih saja keukeuh dengan cara berpikir manusianya yang angkuh. Tentu saja karena manusia akan tetap manusia yang akan binasa cepat atau lambat seperti yang diucapkan oleh Abdullah bin Rawahah.

Ternyata apa yang terjadi di dunia ini hanya pengulangan saja 😞. Bodoh sekali kita jika tidak mampu memetik pelajaran dari sejarah. Semoga para pemimpin negeri ini bisa belajar dan berpikir secara rasional. Karena saya adalah tipe orang yang rasional dan saya melihat rasionalitas yang kuat ada dalam islam.

Categories
book curhat daily learning

[book] Allah tidak cerewet seperti Kita

jika berbicara Cak Nun, saya selalu ingat sosok Yuval Noah Harari. walau saya tidak ingin menyandingkan mereka satu demi satu dengan level yg sama. namun cara berpikir dan mengambil argumen sangat mirip keduanya.

buku yg inipun termasuk salah satu yang membuat jalan pikiran ini jadi terhenyak. “Allah tidak cerewet seperti kita” . betul banget ini, kayanya manusia itu cerewet bangte ya. apa-apa pasti komentar, nyinyir, karena kita ini gak sanggup buat mengontrol rasa sombong ini namun disisi lain banyak kurangnya sehingga hanya bisa mengaduh dan komentar.

tapi sebenarnya kalo didalami, judul tersebut memang benar adanya kan?. Allah tidak cerewet karena Dia lah yang maha memiliki, maha besar dan tidak ada sesuatupun yang dibutuhkan. bahkan manusia di dunia ini saja sebenarnya dia tidak butuh untk mereka beribadah kepadaNya. namun Allah memberikan ruang bagi makhluknya untuk berinteraksi dengan pencipta melalui ibadah. istilahnya Aku ga butuh apa-apa, kamu yang butuh. aku tau kamu pasti mengaduh, ya sudah aku kasih ruang untuk kamu mengaduh.

Dalam buku ini juga banyak monolog-monolog yang dibuat oleh Cak Nun seoalh-olah Allah sedang berbicara kepada manusia. kemudian juga banyak isu-isu baru yang diangkat seperti masalah birokrasi, radikalisme, NKRI, dan lain-lain. semuanya disentuh dengan pikiran dasar ala manusia agar mudah dicerna namun sangat cerdas bagi pengarangya. makanya saya gak percaya Cak Nun kuliahnya berantakan. qiqiqi

misalnya ketika bicara radikal dimana Cak Nun berujar banyak ulama mengafirkan seseorang dan mengutuknya dan bukan membimbingnya dan memberi jalannya. karena menurut Cak Nun proses kesadaran manusia berbeda-beda. kekeliruan saat ini adalah proses kesadaran diri namun bahaya jika terlanjur dikutuk dan bukannya dibimbing.Cak Nun menggunakan filosofi orang nyasar di kampung yang bukannya ditunjukkan jalan oleh warganya namun malah diteriaki “kamu tersesat! kamu tersesat!” .. “mampus kw anjeng” (yg ini tambahan saya wkwk)

saya selalu menunggu buku-buku Cak nun berikutnya karena banyak menyoroti isu terkini jadi saya akan selalu jadi penggemar setia Cak Nun untuk menjadi manusia yang “Waras”.

 

 

Categories
curhat Uncategorized

Tanah Air Yang Hilang

Buku karya Martin Aleida yang mentakmirkan namanya sebagai pesudonim jadi salah satu buku yang kayanya cocok dibaca buat orang yang suka penasaran sisi lain warga Indonesia di luar sana.

Gw gak hapal siapa aja nama-nama yang diangkat kisahnya dalam buku ini. Tapi menggugah ketika melihat kondisi orang-orang klayaban yang saat ini memutuskan menjadi orang luar karena merka diputuskan status warga negaranta oleh bangsanya sendiri.

Gak kebayang niat ke luar negeri mencari kesempatan buat sekolah dan ternyata selama disana terjadi revolusi pergerakan politik dan akhirnya terkena imbas : TIDAK BISA PULAG.

Mereka para lulusan bergengsi disana hanya bisa menjalani pekerjaan rendah dan asal bisa makan. Saat tua ketika kondisi politik sudah stabil mereka akhirnya mencoba pulang dan mendapati tidak mengenal siapa-siapa lagi.

Tidak punya tempat berpulang, melepas rindu dan berkeluh kesah atau membahagiakan sanak saudara. Gw sangsi mereka masih punya rasa rindu atau sudah menutup rasa rindu itu jauh-jauh.

Orang yang berharap pulang ke Indonesia untuk mengamalkan ilmunya namun harus menerima kenyataan bahwa mereka akan menjadi warga “liar” dunia.

Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi. Kita hari ini berjaya dengan sebutan demokrasi. Entah sampai kapan demokrasi ini hidup dan digantikan dengan sistem lainnya dan mengkafirkan demokrasi .

Lihat bagaimana imajinasi tentang sebiah sistem saja dapat berakibat kepada hilangnya masa depan anak-anak bangsa. Suatu saat kekonyolan demorakrasi ini akan terhenti dengan demokrasi presisi ala digital.

Categories
curhat

Self thought: when public business become personal business (Starbucks and the Schultz)

Fakta pertama : saya suka kopi

Fakta kedua : saya suka kopi berkualitas

Fakta ketiga : Starbucks salah satu penjual kopi berkualitas

Fakta keempat : saya bukan pendukung LGBT

Fakta kelima : Starbucks melalui CEO nya mendukung LGBT
Dari fakta fakta di atas memang saat ini sedang dilema. Di satu sisi saya suka ngopi atau beli kopi di Starbucks, tapi di sisi lain saya bukan pendukung LGBT. Dua hal ini sebenarnya tidak nyambung dan tidak akan nyambung dunia akhirat jika tidak si Scultz itu dengan terang terangan mendukung LGBT dan menjadikannya seperti masalah personal. Ya personal karena dia meminta jajaran investor nya keluar jika tidak suka dengan sudut pandangnya tentang LGBT. Menyedihkan kenapa dia harus bikin semua ini jadi rumit. Tidak ada yang menggubris jika si Scultz ini membuatnya tetap para zona pribadi, karena dia bisa melakukan apa saja dengan uang pribadinya tapi dengan dengan public business. Kamu tahu Scultz? Sekarang saya harus mencari alternatif tempat kopi lain selain kedai kopi milik anda dimana saya betah berlama lama di sana. Tapi Anda senang memanfaatkan kelemahan orang lain yang sudah ketergantungan dengan kedai kopi Anda dan terus terang saya membenci cara Anda melakukan semua ini. 

Categories
curhat

Self thought: Fasting day

Baru saja selesai menjalani hari terakhir pada Ramadan 1438 H atau tahun 2017. Spirit masih ada kalau  dilihat. Dan tampaknya janji tentang Ramadan untuk semua pun masih cukup ampuh menggema di seantero negeri. Namun di tahun ini entah kebetulan atau tidak, banyak sekali melihat orang orang yang tidak berpuasa dan terang terangan. Apalagi kalau sudah bicara di pusat pusat perbelanjaan. Kalau masih sekelas kota Bogor mungkin masih tidak terlalu tampak. Tapi kalau sudah sekelas Jakarta, http://www.. bahkan tempat makan dibiarkan tanpa penutup. Malah seolah sedang tidak berada di negara yang mayoritas adalah Muslim. Semangat untuk saling menghormati dan menghargai sudah agak tidak kentara lagi saat ini. Bahkan dengan entengnya orang orang beli makan dan minum lalu di santap sambil berjalan. Hoho. Aneh tapi terjadi. 

Categories
curhat

Uhud mountain : a hill that will be seen again in Jannah.

image

Beberapa akhir ini selalu terngiang-ngiang kembali keindahan dari gunung uhud waktu kemarin diundang berumrah di mekkah. Dulu sekali saya pernag dengar tentang nama gunung ini di buku-buku pelajaran agama di smp atau sma. Tapi tidak begitu dihiraukan karena tidak yang begitu menarik dari tempat tersebut sebatas dari bagian dari sejarah islam. Namun ketika kemarin diberi kesempatan melihatnya untuk pertama kali maka rasa takjub begitu menjalar di setiap indera tubuh. Saya adalah seorang pendaki gunung dulunya, dan saya paham dan bisa menikmati keelokan sebuah gunung dimana orang lain belum tentu bisa menikmatinya. Keelokan yang hanya tercipta karena lipatan tanah yang tidak beraturan dan menjulan tinggi menuju langit . Menghabiskan memandang sebuah gunung adalah hal yang paling saya nikmati seperti hal nya seorang penikmat kuliner menikmati tiap gigitan dari makanan yang dimakannya sehingha dia mampu menceritakan detil demi detil rasa yang berada di mulutnya. Namun ternyata gunung ini sungguh lain daripada yang lain.

image

Gunung yang tidak terlalu tinggi namun menjulan dengan warnanya yang kemerahan hampir mendekati emas di hamparan gurun pasir berwarna cokelat tua yang kemudian dipadukan dengan birunya langit benar-benar menampakkan keindahan dari gunung tersebut. Benar-benar suatu anugerah bisa melihat gunung tersebut di masa kehidupan ini. Sebuah gunung yang pernah menjadi saksi sejarah islam zaman Rasulullah Saw dan saksi gugurnya para syhada pembela islam di tanah uhud. Saking istimewanya bahkan Allah menjanjikan akan mengangkatnya ke surga. Seperti saat sang muttowif umroh kami berbicara..

Pandanglah dan ingatlah gunung indah ini, karena ini adalah salah satu bagian bumi ya g kemudian akan kita lihat kembali di surga kelak”

Wallahualam.