What is Waw .. in South Korea (family traveling with child)

0

Akhirnya selesai juga perjalanan dengan tema pelarian diri dari pekerjaan yang semrawut. Setelah berada 5 hari 4 malam di korea. Selesai sudah liburan kali ini ( sebelum masuk ke liburan singkat lainnya.. hhehe). Berbekal tiket airasia promo , dapat Rp. 9.800.000 ++ / 3 org / PP, yang dibeli bulan juli 2015 lalu akhirnya kita bertiga berangkat memenuhi hasrat berlibur, terutama istri, ke Luar negeri. Googling sana sini tentang korea mulai dari tempat menginap sampai cara beli bis pun diladeni demi liburan yang nyaman dan tenteram. 

Hari pertama sampai di korea waktu itu waktu menunjukkan pukul 08.30 waktu korea. Masuk ke bandara dan incheon dan proses imigrasi yang cukup. Friendly. Hal mengejutkan pertama yang terjadi adalah ketika akan pindah terminal naik subway. Turun dari eskalator dan melihat orang-orang sudah berjajar rapi di pintu-pintu masuk kereta. WAW. Seandainya di Indonesia orang-orangnya juga tertib seperti ini pasti negara aman dan damai deh. Salah satu hal-hal pertama yang disiapkan ketika berada di korea tentu saja beli Tmoney card alias kartu ajaib untuk naik angkutan umum di korea mulai dari subway, bis, dll. Entah istri dapat petunjuk darimana katanya kalo beli Tmoney harus di Sevel (7 11) puter-puter ga nemu itu sevel batang hidungnya dimana. Akhirnya tanya ke bagian informasi dan si mbak-mbak informasi nya dengan bahasa inggris patah-patah dan gaya malu-malu khas orang korea menunjukkan tempat bernama CJstore ya semacam covenience store semacam sevel juga. Disitu bisa beli kartu dan juga langsung isi top up pertama. 

Untuk masalah konektivitas internet selama di korea kita memberanikan diri ga beli prepaid sim atau wifi ruter atau rental HP yang menjamur di pinggiran airport. Berbekal keyakinan bahwa public wifi di korea dapat menampung tindak tanduk internet selama di korea. Dan benar saja di setiap public area pasti terdapat free wifi yang lumayan cepatlah dan itu adalah WAWW yang. Kedua.

Karena sampe sana keadaan sudah lapar selapar laparnya maka langsung cari tempat makan. Agak susah emang cari makanan halal di Korea ini karena orang-orangnya kebanyakan adalah pemakan binatang berhidung lucu itu. Sampai-sampai ketika di hotel bertemu dengan teman istri yang kebetulan sedang tugas belajar di Korea langsung mewanti-wanti. “Makan di fast food boleh tapi jangan makan saus tomatnya karena mengangdung Baaa…..bi” lalu “jangan beli cokelat atau susu merek Gh*na, karena juga mengandung baa..bi” dan alhasil sarannya semua terlambat.. terlambatt sudah.. karena semua yang diperingatkan sudah masuk ke dalam perut ini.. haiyyah.. untung kita punya kebiasaan bawa sambel sendiri dari Indonesia maka jadilah sambal sachetan Belibis ini menemani kemanapun kita pergi.

Selama jalan-jalan di korea rasanya setiap malam badan ini mau copot-copot. Di korea di desain sangat ramah dengan pejalan kaki. Ruang trotoar yang besar, area terbuka hijau dan pernak-pernij jalanan yang menarik memang tidak membuat bosan jalan-jalan di Korea. Mirip seperti di Singapura tapi menurut pendapat pribadi di Korea lebih nyaman. Untung si ucrut mau diajak jalan kaki emang the best lah anak satu ini. Kira-kira cakupan jalan kakinya minimal setengahnya dari jalan kaki yang orang dewasa walau umurnya baru injak 3 tahun. Mantapp boyy..

Area wisata di Korea juga dibuat terpusat berada di Seoul. Jadi kemana-mana dekat dan semua terjangkau dengan MRT, yang diperlukan hanya peta MRT dan tau harus exit sebelah mana. Sekilas mengenai MRT di korea. Masih mirip dengan singapura namun lebih banyak dan sedikit kompleks. Beberapa bagian ada stasiun-stasiun yang tidak menyediakan eskalator jadi memang buat Bumil harus ekstrasabar naik tangga satu-satu tapi hal ini hanya sebagian kecill saja. 

Area wisata di korea memang baik. Baik dari segi maintenance dan fasilitas. Misalnya istana gyeongbokgung yang berada di tengah kota seoul ini benar-benar di rawat dan super bersih. Korea sangat sadar mereka butuh fasilitas wisata yang mumpuni sehingga perawatannya tidak asal-asalan. Beruntungnya kemarin datang ke istana tersebut sedang diadakan upacara pergantian penjaga yang jadi tontonan turis-turis buat hunting photo karena si penjaga memakai pakaian tradisional korea ala zaman dulu. Badannya yang tinggi tegap jadi agak curiga kalo di sepatunya ada ganjelan buat tambah tinggi. Kemarin cuma sempat kunjungi Istana Gyeongbukgung, cheogyecheon stream,myeongdong market, nami island, seoul tower, dongdaemun tower,ittaewon, nangdaemun market, insadong market, dll. 

Khusus cheogyecheon stream ini adalah WAWWW selanjutnya. Membaca historinya sampai akhirnya menjadi seperti sekarang benar-benar butuh keberanian dan keyakinan tentang sesuatu yang baik. Karena seperti kita ketahui yaitu sesuatu yang dianggap baik belum tentu demikian oleh orang lain. Hal itu juga yang terjadi saat restorasi sungai di jantung kota Seoul ini. Banyak tantangan tapi berkat keteguhan dan niat baik akhirnya malah menjadi salah satu ikon dari korea saat ini. Luar biasa, , salut untuk bapak walikota seoul saat itu. 

Hal baik dan WAWWWW lagi adalah tata kota yang baik serta perencanaan yang matang dan tidak asal jadi. Contohnya saja adalah lahan untuk pedestrian, parkir bawah tanah, MRT, area terbuka hijau, pernak-pernik kota yang tidak asal jadi bahkan menurut kami bernilai seni dan indah. Karena indah itu makanya banyak orang-orang yang ingin mengabadikannya dan menyebarkannya ke seluruh dunia salah satunya ya lewat blog seperti ini. Makanya kadang heran lihat beberapa pernak pernik kota di Indonesia atau di bandara Soetta saja lah. Tugu ya kok batu, batu ditulis-tulis dan dikasih tanda-tangan. Dipajang pula di tengah-tengah bandara. Siapa juga yang mau foto disitu. 

Lanjut ke masalah personal attitude. Di korea ini banyak orang yang nampaknya masih bingung ketika istri jalan dengan lincahnya di jalanan Seoul. Terutama orang setengah baya keatas banyak yang menatap bingung dari ujung kaki sampai ujung rambut. Mungkin dalam hati mereka berkata “ini orang panas-panas gini badan malah ditutupin semua, apa gak kepanasan kali?”. Tapi yaa itulah budaya kan, yang pentingkan tidak menimbulkan gesekan karena saya yakin kalau mereka jalan-jalan di sekitaran komplek juga pasti dikerubungin sama orang-orang komplek ada orang putih bersih gini jalan-jalan disini. Ckckckck. Bagusnya adalah budaya menaati dan menghormati aturan masih berjalan. Di dalam fasilitas umum seperti MRT hampir 98% selalu dapat tempat duduk untuk si Bumil ini dan si ucrut ini. Makanya kalo pas mau naik MRT si ucrut selalu disodorin ke emaknya biar dobel impactnya dan pasti dikasih duduk. Jadi benar adanya tentang berita yang saya baca di blognya mas Choky Sihombing bahwa jang tertipu dengan kursi di pojokan karena itu adalah kursi prioritas untuk penyandang diabilitas, Bumil,Busui, dan lansia. Hal lain yang jadi perhatian selama di korea adalah. Kayanya orang-orang sana terutama lansia dan cewe-cewe nya kayanya seneng banget sama anak kecil seumuran si ucrut ini. Banyak banget orang yang terkekeh-kekeh liat tingkah si ucrut yang gak mau diem bahkan kadang dapat biskuit gratisan dari penumpang kereta. Hal lain yang dilihat adalah bahkan penyandang disabilitas pun dapat dengan mudah naik public transport disini dan waw semua jenis kegiatan atau hal-hal yang patut diketahui ada dalam sebuah SOP singkat yang dipasang ini benar-benar WAWWWWW.  

Di hari terakhir di seoul suatu kesempatan mengunjungi seoul art museum. Korea benar-benar memanjakan turis yang datang untuk. Betah berlama-lama disana. Banyak fasilitas yang diberikan gratis dengan suasana yang super nyaman. Taman-taman yang cantik, ornamen kota yang bagus, kursi-kursi taman yang terawat dan lingkungan yang selalu bersih dari sampah. Benar-benar WAWWWWWW

Dan satu lagi yang buat miris hati ini, masalah kenyamanan beribadah. Korea memang bukan negara muslim, tapi kelihatannya lebih menghargai kenyamanan seseorang dalam menjalankan ibadahnya. Tidak banyak tempat ibadah di Korea terutama mesjid. Namun di beberapa spot utama malah menghadirkan mesjid atau mushola yang cukup dan bahkan lebih baik. Mushola terdapat di Nami island, coex mall, bandara incheon, dan mesjid di ittaewon. 

Telatnya hati ini membaca tentang korea sebelum berkunjung. Ini malah terbalik.mengunjungi korea dulu baru membaca sekelumit sejarahnya di buku nya mas Junanto Hendrawan yang berjudul Shockign Korea. Ternyata semua kebesaran dan kemajuan korea selama ini benar-benar tidak terlepas dari kerja yang keras bahkan super keras dari semua elemen masyarakat di Korea. Semua merasa memiliki negara mereka karena negara memberikan apa yang dibutuhkan rakyatnya. Termasuk hal dimana pelajar-pelajar di Korea yang gila belajar. Baru sadar ternyata selama di Korea memang jarang sekali ditemukan pelajar korea yang kelayapan di jalanan Seoul. Semuanya entah pada ngumpet dimana dan ternyata pelajar-pelajar di Korea banyak yang mengikuti kelas tambahan dan belajar sampai larut malam untuk masuk universitas favorit dan menjadi pegawai di perusahaan sekelas Samsung, LG, Hyundai. Karena menurut mereka orang yang berhasil adalah orang yang bisa bekerja di perusahaan global tersebut. Sungguh benar-benar WAWWWWWWW.  

Sekelumit cerita tentang Korea benar-benar membuka mata ini tentang hal yang disebut kerja keras, keyakinan, dan konsistensi. Semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi sukses dan berguna. See you Korea..
Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.

Advertisements

Travel De Padang Bukittinggi berkedok pesta kawinan

0

image

Hari ini berangkat menuju bukittinggi padang, walau pikiran rada kalut gara-gara tegahan banjar lewat 4 dan pusat yg ngomel-ngomel ga jelas. Dengan naik pesawat Lion Air JT354 maka berangkatlah kita walau harus delay dulu 60 menit. 
image

Sampe bandara sudah dijemput sama perwakilan rental mobil apriliarentalmobil.com dengan armada nya yang sesuai pesanan dan masih baru. Karena sudah malam akhirnya rencana makan di daerah padang panjang, kota kecil yang harus ditempuh dengan kelak-kelok sepanjang jalan 2 arah di area perbukitan tanpa lampu jalan yang memadai. Sempat singgah makan malam di rumah makan padangg, dengan tema minang yang kental sekali. Mulai dari arsitektur, tata letak dan yang menarik adalah kumpulan buku-buku Tan Melaka. Ternyata disini banyak banyak juga yang mengidolakan Tan Melaka , agak lupa Tan Malaka itu orang padang apa bukan. Sekali pernah baca buku Tan Melaka, dan quote terbaiknya yang masih saya ingat adalah “Merah putih adalah tempat sebaik-baiknya darah tertumpah bagi para pemuda bangsa yang berjuang melawan tirani penjajah”. Yaa ga tepat seperi itu, tapi mirip-mirip lah. Oke karena ngantuk sudah tidak bisa dikompromi maka acara nulis-nukus lanjut esok hari.
image

image

Hari kedua, pagi-pagi banget sudah harus siap jalan-jalan. Setelah menunaikan sholat shubuh maka dimulailah city tour bukuttinggi kali ini. Kebetulan nginap di novotel hills . Lokasinya memang benar-benar super strategis. Tinggal jalan kaki aja kalo mau ke jam gadang atau benteng fort de kock. Jam gadang pagi-pagi sabtu dimeriahi oleh sekumpulan ibu-ibu yang senam aerobik di satu sisi dan ibu-ibu tandingannya di sisi lainnya area jam gadang. Waktu itu masih jam 7 pagi tapi suasana udah ramai aja bahkan baru sampe udah ditawarin jasa foto keliling. Sekarang jam gadang kayanya masih sama kaya waktu dulu kesini, cuma areal yang dulu bisa parkir mobil sekarang sudah dijadikan areal taman. Setelah puas foto-foto jam gadang lalu lanjut ke panorama ngarai sianok.
image

image

Ngarai sianok yang sudah tersohor seperti grand canyon nya indonesia. Bener-bener cantik ngarai ini kalau dilihat langsung. Bayar Rp. 5000 buat tarif masuknye panorama dan lobang jepang juga sebenarnya. Baru masuk areal panorama udah langsung ditawarin masuk lobang jepang sama abang-abang pemandu.karena hari masih kepagian sehingga ngarai masih ditutup kabut jadi akhirnya masukkah kita ke lobang jepang dengan ditemani si abang pemandu dengan tarif 80-100rb .
image

image

Di dalam lobang jelang si pemandu terus ngoceh tentang sejarah lobang jepang. Mulai dari lobang jepang dipake buat mata-mata in Belanda , dibuat oleh pekerja paksa sampai cerita waktu dia ketakutan gara-gara gempa bumi 2009 di padang.
Setelah darisitu lanjut ke pasar bawah dan atas alias wisata emak-emak belanja . Katanya sih bagus-bagus mukena dan baju koko disana, tapi kayanya barangnya ngambil di tanah abang juga nih. Hehehe.
image

Acara pukul 11 – 14 di skip karena acara kawinan. Acara kawinan si ojan dengan adat minang. Keiatan banget si ojan kikuknya jadi penganten. Hahah .. acara kawinannya rada unik juga , pertama sih cuma acara tari-tari sambut tamu aja sama penari-penari yang masih pada abg. Eh tapi makin siang acara jadi makin ekstrim, si penari-penari mulai nari-nari ga jelas di tengah pengantin dan puncaknya ketika mereka pecahin piring mereka satu-satu dan ditumpuk menggunung di tengah-tengah barisan.
Prangg rangg!!! Suara piring pecah bener-bener bikin orang-orang yang tadinya cuek bebek akhirnya mau gak mau lihat juga . Si penari yang masih pada umur sma itu mulai injak-injak beling dari pecahan piring sambil nari-nari dan senyum-senyum seolah-olah beling tersebut cuma kumpulan kapas aja yang bulunya bikin geli kalo diinjak.
Setelah acara kawinan maka dimulai perjalanan mengunjungi wisata yang searah dengan jalan pulang ke padang. Beberapa tempat masuk daftar list yaitu lawang park , danau maninjau dan minang village. Tapi sebelum itu tidak legkap kalau belum coba makanan khas ngarai sianok yaitu ITIAK MUDO LADO HIJAU.
image

Ada sedikit cerita dari makanan itiak lado mudo ini, dulu waktu , mungkin sma, itu nonton acara kuliner di tv dan salah satu nya bahas makanan ini. Cara membuatnya menggunakan itik muda yang di timbun dengan cabe hijau dalam satu kuali besar dan disajikan panas-panas dengan nasi benar-benar makkk nyuussssss….. akhirnya kesampaian makan kuliner ini.
image

image

Setelah puas memanjakan perut maka perjalanan lanjut ke lawang park . sebenarnya ini cuma spot aja buat menikmati danau maninjau dari ketinggian. Disini juga ada olahraga paralayang kalau mau. Dengan harga 750rb untuk 1 jam dan mendarat di danau maninjau. Tapi waktu datang lagi kabut lagian si eyza juga masih tidur. Alhasil diatas cuma menikmati kopi panas aja sama pop mie.
Kemudian lanjut lagi perjalanan ke minang village yang terletak di kota padang panjang. Disana sih tepatnya hanya lansekap bangunan tradisional minang. Tapi lumayanlah buat foto sih.
Hari trakhir di padang. Rencana mau ke pantai air manis mau lihat situs malin kundang. Cerita legenda tentang anak durhaka yang tersohor itu. Cerita ini zaman dulu masih kecil kayanya ngena banget, semoga anak-anak nanti juga masih bisa nikmati cerita yang penuh dengan unsur moral tersebut. Jaraknya lumayan juga mau ke pantai air manis. Ngelewatin bukit dulu baru sampai ke pantainya.
image

Ngeliat situs malin kundang antara percaya dan gak percaya. Saya sendiri termasuk yang awalnya gak percaya karena mungkin itu hanya sebuah batu yang kebetulan mirip sama orang lagi sujud kemudian dihubung-hubungkan deh lalu kemudian dibuat dongeng malin kundang itu. Tapi setelah lihat langsung, hmmmm wow,, agak tercengang karena ternyata bukannya hanya batu mirip orang yang ada disitu, tapi ada batu mirip bahtera, batu mirip tali, batu mirip tong, batu mirip peti dan lain-lain. Anggaplah orang bisa membut ini, tapi detiknya betul-betul sempurna. Bahkan dekorasi acak-acakan layaknya kapal pecah benar-benar menyiratkan kalau ini adalah benar kapal tedampar. Sungguh kekuasaan Allah yang mampu memperlihatkan tanda-tanda kebesaranNya. Entah apa cerita sebenarnya dari semua ini.
image

Oke lanjut,, acara terakhir adalah jalan-jalan ke museum aditya warman, suasana yang panas lumayan bikin tenggorokan kering. Akhirnya perjalanan ke padang kali ini diakhiri di kedai es durian ganti nan lamo. Tadinya mau coba dua-dua nya biar tahu bedanya ganti nan lamo dan kedai durian iko gantinyo. Tapi ternyata porsinya gede juga. Perut sudah kenyang duluan Ahaha…
image

Jogja by travel tour

0

image

pagi ini jam 02.00 nganter anak isteri ke bis di depan komplek buat acara gathering di Yogyakarta. Karena alasan pekerjaan dan lain-lain maka kita nyusul aja naik pesawat. Walaupun pilihan naik pesawat tadi adalah sebuah uji coba juga tapi itu ceritanya di lain post aja. 

image

Dengan alasan mau menghemat biaya dan tentu saja biar lebih berkesan maka dipilihlah moda transportasi bis. Perjalanan sejauh 8 jam perjalanan rela dilalui demi kota Jogja. 

Kali ini liburan dengan mengikuti ittenary dari travel dengan rincian Borobudur, Kraton Yogya, beringharjo, Goa pindul, malioboro. 

Sebenarnya ittenary yg dibuat agak kurang nyambung juga karena ada beberapa yang gak efektif seperti beringharjo dan malioboro dibuat terpisah hari padahal lokasinya cuma seberang jalan. Dan pantai indrayana yang katanya jalannya berkelok-kelok bikin muntah dan ada pesan dari travelnya untuk tidak turun dan berenang. Jadi hanya untuk foto dan menikmati keindahan.

Ittenary macam apa itu?  

Jadi karena kita baru ikut di hari kedua maka saya akan skip hari pertama. Hari kedua waktu itu rencananya adalah Goa Pindul, pantai inderayana dan Malioboro. Agak disayangkan gak ada wisata religinya disini. Padahal seperti kita tahu disinilah akulturasi budaya terjadi antara islam dan hindu. 

Waktu itu datang ke hotel jam sudah menunjukkan pukul 23.00 wib. Sudah larut malam dan saya tetap paksa dulu si abang supir buat cari dulu masakan padang. 

                                                                        ********

image

image

Yak pagi hari di Hotel Ruba Graha, hotel yg pemiliknya kayanya penyuka hewan reptil dan melata lainnya karena yang bersangkutan dengan bangga pajang hewan-hewan tak berkaki itu di depan pelataran hotel. Hari ini rencana pertama adalah ke Goa Pindul. Sebuah wisata baru di Yogya, wisatanya orang lokal karena kalau untuk orang bule terlalu culun kayanya. Jadi intinya wisata ini adalah wisata tubing, yaitu susur gua dengan menggunakan ban yang bergerak dengan aliran sungai. Sebelum sampe gua Pindul, si pemandu sudah mewanti-wanti bahwa hari ini akan ada 1500 wisatawan yang akan mencoba tubing di gua pindul. Waww.. kirain bercanda sampai akhirnya tiba disana. 

image

image

image

image

Jadi layaknya agen-agen arum jeram yang tersevar disana-sini dan begitupula dengan gua pindul. Dengan memilih salah satu agen pelayanan kemudian diantar menggunakan kendaraan bak terbuka ke aliran sungai nya. Ringkasnya klimaks dari rangkaian sungai ini adalah gua-gua stalaktit yang tercipta dari ratusan tahun memanjang sekitar 100 meter dan memiliki kedalaman 9-12 meter. Antiklimaksnya berada pada suatu ruangan guang yang bolong bulat diatasnya dan sadar bahwa‎ itu adalah tanah dan pepohonan diatas gua sehingga sebenarnya kita menyusuri lorong bawah tanah. Pada kondisi sepi, sebenarnya dapat meloncat dari lubant tersebut ke dalam dan nampaknya itu yang seru. Tapi karena kondisi yang ramai maka tidak diperbolehkan untuk melakukan hal tersebut. 

image

image

Hanya dalam waktu 15 – 30 menit seluruh lorong sudah dapat dijelajahi. Setelah itu ditawarkan apakah inging body rafting atau tidak. Ketika perjalanan pulang banyak sekali pemandangan bagaimana warga sekitar membangun ekonominya dengan pembukaan wisata gua pindul ini. Ada yang buka jadi agen wisata, tempat sewa ban, homestay, warung makan, bahkan sampai jasa angkut ban. Yah syukur Alhamdulillah lah kalo memang bermanfaat, sekarang tinggal gimana caranya merawat dan menambah nilai guna dari wisata tsb karena kayanta wisata ini adalah tipe-tipe wisata yang “sekali cukup”.  

image

image

image

Setelah basah-basahan di gua pindul, maka lanjut langsung ke Malioboro. Disana yaa sama aja ‎, pedagang batik tumpah ruah di jalan-jalan, sampe bingung mau mampir dimana.. yang pasti biasanya adalah Mirota Batik. Memang barang-barangnya lebih variatif daripada yang dijual di emperan dan terkesan eksklusif dan yang pasti gak bisa ditawar. Tergantung tujuan wisatanya, kalau mau niat cari yang antik-anti maka Mirota tempatnya. Kalau mau cari yang murah dan menyalurkan hobi tawar menawar maka diluar atau sepanjang jalan itu lah tempatnya.

image

Setelah puas cuci mata maka acara lanjut dengan isi perut. Dulu waktu ke Jogja sudah pernah makan di Bale Raos, sekarang mau coba tempat yang punya tema sama yaitu Gadri Resto yang dimiliki oleh Pengeran Joyokusumo dan merupakan adik dari Sultan Hamengkubuwono X. Makanannya sih kebanyakan sudah pernah dilihat yaitu nasi uduk, steak, ikan asam manis tapi dengan penamaan yang berbeda dan tentu rasa yang berbeda. Dari makanannya juva kelihatan kalo sang sultan juga adalah penyuka makanan barat tapi kayanya gak sekental wajtu bwrkunjung ke kesultanan solo. Waktu kesana suasana sepi, cuma ada dua bule yang cuma minum coca cola dan dua tamu lainnya yang lagi minum kopi. Jadi ragu waktu datang kok gak ada yang makan, jangan-jangan harga jackpot nih. Mana datang rombongan lagi sama bocah-bocah.

image

Selain menyajikan nuansa jawa yang kental, disini juga dipajang berbagai peninggalan kerajaan dan kondisi rumah yang dibuka untuk umum. Saking bingungnya bahkan kita gak ngerti mana batas cafe dan rumahnya karena masuk je dalam dikit setelah ruang tamu sudah ada meja mkan besar lagi dan dapur lengkap dengan ruang keluarga alhasil cuma intip mengintip ajalah, karena gak lucu nanti kalo kita mergokin sang pangeran lagi nyantai pake celana pendek atau kaos oblongan kan. Yang pasti tempatnya posisinya agak nyempil lah, kita juga gak paham kalo gak dikasih tahu bapak kusir sang penarik delman, yang sudah berusia 85 tahun , hasil dari sewaan di Malioboro ke resto tersebut.

image

image

Tapi dari semua cerita ada satu hal yang langsung terbersit ketika mengunjungi Yogyakarta adalah lirik ini 

Musisi jalanan mulai beraksi, seiring laraku kehilanganmu… “

Lagu Yogyakarta dari Kla Project seakan jadi lagu sepanjang zaman untuk menggambarkan keakraban kota jogja. Keramahan orang-orangnya, keunikan tradisinya, jalanan malioboro yang ikonik, jajanan murah nan meriah ditambah suasana khas jawa yang kental.  Yogya memang selalu menarik untuk dikunjungi bahkan sampai saat ini.

Mesjid agung surakarta

0

image

‎Rencana waktu kemarin di solo mau mengunjungi dua mesjid tertua sekaligus. Mulai dari mesjid agung surakarta lalu mesjid laweyan. Tapi karena kesalahan teknis maka mesjid laweyan tidak bisa dikunjungi. Jadi sekarang bahas mesjid keraton aja alias mesjid agung surakarta.

image

Pertama kali lihat mesjidnya keliatan seperti rumah-rumah jawa yang besar. Dengan gerbang yang agak-agak vintage dan tinggi besar menyambut. Dikanannya ada tulisan mesjid agung surakarta, cagar budaya. 

image

Mesjid agung surakarta memiliki halaman mesjid yang luas dengan satu tower untuk kumandang azan kayanya. ‎Selain itu pelatarannya juga lumayan luas. Banyak orang duduk disitu entah lagi nunggu azan selanjutnya atau nunggu orang atau sekedar tidur-tidur. Yang menarik perhatian itu adalah kotak amalnya yang seperti peti besar dengan ukiran-ukiran jawa terbuat dari kayu jati yang oke. Selain itu lantainya yang banyak menggunakan tegel kunci di beberapa bagian benar-benar menambah oke suasana mesjid nya. Karena sekarang trend memakai lantai tegel lagi booming lagi makanya jadi catchy lagi. Di toiletnya ada tulisan angka tahun 1929 dan mungkin itulah tanggal dibuatnya toilet itu. 

Ketika masuk ke dalam mesjid maka soko-soko guru dari kayu jati sudah nampak dari pintu masuk. Pintu-pintu dengan ukiran-ukiran khas batik benar-benar luar biasa. Di depan juga ada mimbar untuk khotib seperti milik Rasulullah di madinah. Walaupun didominasi dengan kayu jati dan ukirannya. Atap-atap yang tinggi tanpa eternit membuat ruangan didalam mesjid jadi sejuk dan betah berlama-lama di dalam.

Shocking moments at Makkah Al Mukarromah

0

image

Alhamdulillah akhirnya jadi juga berangkat umroh.. setelah nabung setahun lamanya bisa dapat paket umroh yang sesuai kantong. Tapi disini kita gak akan bahas bagaimana pengalaman spiritual selama disana. Disini hanya akan dibahas tentang kota makkah dan sekitarnya dan hal-hal menarik yang terjadi di mekkah.
image

Mekkah itu ternyata kota kecil aja , paling hanya sebesar kecamatan aja kalo di bogor sih. Isinya bukan gurun tapi bukit-bukit berbatu cadas di daerah tinggi. Mekkah dikelilingi gunung-gunung cadas bahkan dimana beberapa bangunannya sengaja membiarkan batu cadas tersebut dalam kondisi semula karena tingkat kekerasannya jadi daripada ngabisin duit buat buat lubang di cadas , bagus bangunannya aja yang di sesuai dengan batu nya.
Pertama kali datang atau masuk ke kota mekkah , diberitahu sama tour guide nya bahwa akan masuk ke kota mekkah yang dimulai dengan terowongan yang menerobos sebuah gunung batu yang cukup panjang. Rasanya kaya masuk ke dunia lain, bahwa ada dunia lain yang eksis di balik gunung superkeras tersebut. Dan pas masuk MasyaAllah hampir gak percaya bisa sampai kesini. Tempat yang jauh dari rumah dimana peradaban dimulai di dunia ini. Turun dari bis, kita sudah disambut suara-suara pedagang nawarin dagangan dengan bahasa indonesia. Haha.. kayanya memang orang indonesia yang paling doyan belanja disini. Hampir seriap toko bisa bahasa indonesia yang simple dan angka-angka  dalam bahasa indonesia. Memang dari 10 kali lihat muka yang lalu lalang di mekkah, mungkin 4 diantaranya adalah orang indonesia. Waktu itu kita datang hari jumat, hal lain yang membuat takjub dengan kota ini adalah saat waktu azan memanggil semua toko tutup dan semua menggelat sejadahnya bahkan sampai dipinggiran jalan dan sepanjang trotoar jalan. Dulu memang pernah denhar seperi itu, tapi baru percaya setelah lihat langsung disana. Nginap di salah satu hotel bintang 3 katanya sih , namanya hotel saraya el iman. Letaknya di pinggir jalan, hanya 200 meter dari masjidil haram.
image

image

image

Hal lain yang bikin kaget adalah banyak pedagang dari nigeria atau negara afrika , gak nanya juga lahian datang dari mana, tapi karena berkulit gelap maka saya kira dari afrika, yang berjualan dengan model gelar kain di pinggir jalan. Sebenernya yang kaya begini banyak di indonesia. Tapi yang bikin lucu adalah waktu ada razia dari polisi disana, pedagang langsung lari terbirit-birit dengan gembolan dagangannya. Mereka lari ke segala arah termasuk pedagang-pedagang perempuannya. Jadi mereka jualam sambil gak tenang gitu lah, tengok kanan – kiri sambil liat apa ada mobil polisi yang datang. Pas mobil polisi datang akhirnya aksi dagang jadi gak konsen. Hal ini yang serinh dimanfaatin sama pembeli nya, akhirnya si pedagang terima aja duitnya gak pake tawar lagi. Ini yang dinamakan konsistensi dalam melakukan penindakan. Gak kaya di sini, pedagang udah pada buat bangunan dulu semi permanen baru di razia satpol pp. Ya ribut lah.. disana memang gak dikasih ruang yang lega buat pedagang emperan kaya gitu. Biasanya mereka muncul setelah sholat shubuh dan isya.
image

image

Hal lain yang bikin shock,, banyaknya coretan orang indobesia di situs-situs warisan isla. Ini lebih ke malu, marah, sedih. Norak banget sih ini orang , bocah banget. Sebel juga waktu lihat coretan isi nya tulisan indonesia semua kebanyakan. Ampun dah kita mah, terlalu kreatif tapi tidak tersalurkan. Orang kita pada kurang perhatian, jd pada cari perhatian kemana – mana.
image

image

Yang lain adalah realitas kalo minyak arab yang suka dibawa orang indonesia adalah air pipis onta betina yang masih perawan. Entah bener apa engga tapi sang tour leader nya pun memberi pengalaman suksesnya sembuh dari penyakit kuning. Aih aihh.. kalo susu onta masih bisa terima lah gw. Karena meres nya depan kita dan langsung masuk botol. Tapi kencing onta ???? Haduh gak taw dah kencing siapa tuh dimasukin, bentuknya sama semua. Mau pedagangnya bohong juga gak ada yang tahu. Wkwkkk
Terus sekarang mau komentarin hotel. Walaupun dibilang hotel bintang 3 tapi jangan harap isinya kaya bintang 3 yang ada di sini. Tapi ya disana namanya niat mau ibadah ya yg penting kamarnya nyaman dan wc nya bersih cukup deh. Kayanya disana hotelnya udah gakn peduli sama yang namanya pelayanan. Contoh petugas resepsionis setiap saat kain game, bahkan waktu gw tanya dia jawab sambil main game, kalo disini udah gw semprot dah tuh. Nomor kamar ada yang copot dan digantikan dengan tulisan spidol, wkwkwk. Mau makan antri kaya warteg atau kasih jatah sembako. Petugas katering nya lebih mirip abang yang suka jaga konter hape di mall . Tapi ya itulah, karena mereka gak perlu susah cari tamu dan kamar selalu terisi maka yaaaa pelayanan adalah nomor dua. Awalnya shock tapi besoknya sudah maklum deh, lagian pasti jarang di hotel karema waktunya habis buat ibadah.
image

image

image

Hal lain yang membuat ternganga adalah toilet di masjidil haram. Toiletnya ada di basement, turunnya pake eskalator segala . Gak ada urinor , semuanya bilik wc. Walau wc nya rada bikin ilfeel tapi masih cukup bersih lah. Dan terakhir yang rada bikin shock adalah…. waktu kita sholat, terutama jika dapat lokasi di pelataran atau jalan karena pintu mesjid yang sudah ditutup atau memang sudah stuck. Gelar sejadah, awalnya oke- oje aja. Lama -lama banyak orang maksa nyelip buat sholat sehingga sejadah yang tadinya alas buat sholat malah keinjak -injak orang lewat. Terutama kalo polisi yang lewat, gak pake lepas sepatu langsung injak saja. Rese emang tapi namanya lagi ihrom ya harus sabar.
Kaya nya itu lah sekian shocking momment yang ada di mekkah. Perbedaan kultur dan kebiasaan memang harus disikapi lah. Kalo orang indonesia yang pada darah tinggi dan disertai kesadaran hak asasi yang nanggung karena lebih mengutamakan hak daripada kewajiban pasti akan darah tinggi semua kalo jalan-jalan ke arab. Untungnya orang indonesia pintarnya jago kandang, alias garangnya aja disini, kalo keluar pada ciut semua .. hhehe.
image

Oiya satu lagi kebab arab ga enak, enakan kebab baba rafi.. hhaha nyebut merk dah.

Cerita di Pantai Carita

0

image

Oke seminggu lalu kita sekeluarga berencana jalan-jalan ke pantai. Mau bawa bocah-bocah main air. Pasti mereka senang. Sebenarnya liburan kali ini agak tight budget. Tidak ada lagi hotel-hotel bintang. Tapi jadi bisa bener-bener murah. Dengan modal 1,3juta + 2juta @500rb untuk 4 keluarga yang kalo di total mungkin sekitar 13 orang deh. Kayanya lumayan murah lah. Penginapan 1,3juta. Makan dan jajan 2juta. Untuk 2 hari 1 malam. 

image

image

image

image

image

Penginapan kita pilih di carita baka-baka. Kayanya penginapan ini yang agak bersahabat dengan kantong. Dulu tahun 2005 pernah nginap disini. Waalah ternyaata sudah 10 tahun lalu. Pantesan sudah banyak berubah terutama pantai nya. Seingat gw dulu pantainya masih sepii, belum banyak tenda-tenda dan pedagang berjualan. Sekarang sudah banyak, bahkan terhitung komplit. Mulai dari wr. Kopi, sewa tikar, cafe, sewa selancar, dan water sport. Waktu pertama datang agak sedikit surprise soalnya agak banyak sampah, mungkin sudah agak sore jadi sudah banyak pengunjung yang datang. Soalnya waktu pagi-pagi berenang lagi kayanya pedagang-pedagang sudah mulai sadar dengan kebersihan. Terbukti dengan aktifitas mereka sapu-sapu pantai walau cuma sapu wilayah dagang mereka aja. 

Cuma penginapannya ini yang agak sudah reyot. Walau masih cukup layak lah walau agak spooky. Tp kalo untuk rame-rame ga masalah sih kayanya. 

Walau hari diselingi dengan hujan tapi ga terlalu masalah karena memang kita target berenang di pantai cuma sore dan keesokan pagi nya saja. 

image

image

Malamnya hujan kita coba tanya sana-sini tempat makan yang agak bagus disekitar penginapan. Pilihan jatuh ke RM Ibu Entin. Jadi konsepnya sih kaya makanan padang gitu. Semua dihidang di meja. Terkenal disini adalah otak-otaknya. Walah itu otak-otak bertebaran dimana-mana sampai menggunung. Tapi yang menarik kayanya sate cumi dan ikan bakarnya yang segar. Cocok dipadankan dengan sambal dadak nya. Walau nasinya ga terlalu panas tapi lauknya sudah bisa menutupi. Mantap. 

image

kira-kira sekian dulu deh catatan perjalanan ke carita ini.semoga next time masih dikasih umur buat cerita-cerita. Amin

Danau baratan dan Puri Candi Kuning Retreat yang Berkesan

0

image

Yak sebenernya udah sering kayanya kalo tulis tentang bali. Lagian semua orang juga kayanya udah pada paham seluk beluk bali mulai dari a- z. Jadi sekarang tulis hal lain aja tentang pengalaman menginap di hotel puri candi kuning retreat.
image

Dariawal memang niat mau wisata ke sisi lain bali dan ga cuma pantai. Akhirnya ingin juga foto di pura bali yang ada di tengah danau alias danau baratan dan puri ulundanu. Sebulan sebelumnya sudah hunting hotel mau nginap dimana. Kayanya semenjak dulu suka tugas jalan-jalan dan nginap di hotel-hotel sampai sekarang kok jadi semacam hobi ya nginap dari hotel satu ke hotel lain buat sekedar menikmati suasana hotel yang nyaman, rapi dan santai. Dan penyakit ini saya tularkan juga ke istri dan akhirnya kita jd punya semacam sense buat lihat dimana hotel yang layak dan yang tidak. Setelah searching-searching akhirnya pilihan jatuh ke hotel Puri Candi Kuning Retreat. Harganya sih lumayan mahal sekitar 900rb kalo beruntung dan 1,2juta di harga standar via web order atau agoda. Kebetulan saya dapet diskon 10% dari agoda gara -gara komplain atas salah satu hotel di puncak. Sebelumnya mau pilih CLV hotel kayanya bagus juga tapi istri kayanya kurang cocok dengan sharing living room dan dapur nya. CLV itu kayanya awalnya mau bikin komplek perumahan kali tapi ga jadi lalu dibikin hotel soalnya bentuknya hommy banget.

image

Jadi berangkatlah kita menuju danau baratan dengan menggunakan jalan darat menggunakan mobil sewaan tanpa sopir selama 2 jam. Jalanan sih ga macet dan terima kasih buat google maps yang udah setia menemani sampai ke tujuan. Haha
Perjalanan menuju danau baratan terhitung lancar lah. Jalanan bagus dan ga banyak macet kecuali saat mendekati tempat wisatanya. Puri candi kuning terletak 500 meter lah setelah danau baratan. Cuma ada semacam dinding kaligrafi dan protal yang menunjukkan kalau itu adala hotel yang kita tuju. Setelah check in kemudian diantar menuju kamar dengan jalan kaki. Hotel ini berbentuk villa dengan total ada 5 villa. Yang termurah itu deluxe yaitu kamar yang saya pesan. Dan first impression ketika masuk kamar adalah.. hmm.. wow..
image

image

image

image

kamar yang besar ditambah kingbed panggung dengan lantai kayu. Kamar mandi nya juga besar dengan banyak ornamen bali disana. Terdiri dari 2 wastafel, 1 toilet, shower dan jacuzzi pribadi dengan atap yang sedikit terbuka diatasnya jdi kesan back to nature nya masih ada. Hal paling mengesankan adalah ketika membuka pintu kamar menuju teras yaitu pemandangan danau di depan mata yang sedikit terhalang ilalang-ilalang tinggi dengan kursi-kursi malas berdiri diatas lantai kayu pinus dihiasi dengan dua buah patung pahat khas bali. Di depan teras masih ada tersisa halaman rumput yang wow. You should see with your own eyes.. you cant believe how amazing this scenery.

image

image

image

Setelah puas foto-foto kamar dan seisi ruangan yang ternyata juga ada sharing living room dan kitchen dengan kamar sebelah. Kita langsung ke dermaga buat berangkat ke pura ulundanu via danau dengan memakai jukung atau perahu tradisional bali yang bisa dipesan sebelumnya via resepsionis for free alias compliment. Sekitar 15 menit kita tiba di pura ulundanu dan langsung explore taman ini selama 1 jam untuk kemudian pulang lagi dan tentu saja naik jukung lagi. Danau baratan mirip dengan ranukumbolo di gunung semeru. Danau yang diapit bukit namun danau baratan kayanya lebih luas daripada ranukumbolo. Setelah puas naik jukung kita langsung jajal kolam renangnya di area atas.
image

image

image

Pool nya juga punya kelebihan dimana view nya langsung ke danau yang terlihat dari ketinggian jadi bisa menikmati sunset di pinggir kolam renang sambil makan pisang goreng saus vanilla yang bisa di pesan di restorannya sambil ditemani dengan ginger tea yang pokoknya cocokk lah buat dingin-dinginnya udara pegunungan.

image

image

image

image

Dan yes jangan lewatkan pagi di sini karena kita akan melihat danau yang superb di pagi hari disertai dengan embun-embun pagi yang terbang diatas perairan danau baratan sambil menunggu matahari terbit dibalik bukit. Bagaimana saya mendeskripsikan suasana yang saya alami. God it is amazing or maybe spectaculer..