Categories
family mesjid travel

[Trip] Family Trip to Lombok (exclude Gili)

 

Pantai kuta Lombok

Dengan penuh kesabaran dan keuletan nyari tiket promo akhirnya dapatlah kami lburan akhir tahun dan kali ini tujuan kita adalah Lombok : the land of paradise (Bali is another paradise).

 

tiket air asia jakarta lombok PP kami dapatkan dengan harga 6juta rupiah untuk 4 orang itu artinya 1,5juta per orang PP dan artinya 750ribu per orang untuk sekali jalan dan itu tentu saja murah untuk penerbangan ke Paradise.

rencana perjalanan kali ini adalah minus Gili, karena ke Gili itu terlalu mainstream dan dulu pernah ke Gili ombaknya guede sehingga dengan mempertimbangkan bawa anak dan orang tua maka tujuan utama nya adalah wisata pantai di lombok saja yaitu Tanjung Aan, Pink Beach dan wisata kota mataram.

kayanya perjalanan kali ini lebih ke napak tilas waktu honey moon dulu deh. cuma bedanya waktu honeymoon , Gili menjadi tempat yang dikunjungi namun sekarang setelah ada bocil maka Gili di skip.

Tanjung Aan “the beach of memories”

Tanjung aan, pantai yang dulu memesona akmi waktu honeymoon dan sekarang tetap memesona. bedanya sekarang agak sedikit ramai dan sudah banyak bangunan namun akses jalan sudah oke.

ke tanjung aan seolah kami ada di private beach. ajak berenang eyza berenang sepuasnya dengan alunan ombak yang tenang dan suasana sore yang perfect.. ketika saya tulis perfect yang saya maksud adalah perfect.

seperti biasa sebelum sampai pantai kita dihimbau sama sang supir untuk mengabaikan penjual keliling jika memang tidak mau beli karena suka memaksa. dan waktu itu kami melanggar nya dan you know what.. sedikit maksa memang tapi gak lebay, dan surprise nya adalah harga yang ditawarkan lebih murah daripada beli di desa sade atau koperasi lain. contohnya adalah dompet anyaman di desa sade 100ribu dapat 3 di penjual keliling  100ribu dapat 5.

Pink beach yang beberapa diedit dikit biar agak dramatis

hari kedua kita ke tujuan utama kita yaitu pink beach. karena bawa bocil jadi ga bisa dapat pink nya yang menurut info harus pagi-pagi sebelum terbawa arus ombako lagi. no problem lah, kita diajak ke pink beach 3 sama si abang perahu. pink beach 3 seperti tanjung aan , pantainya lebih sepi lagi dan lebih private. kita serasa lagi main di pantai pribadi lah. belum pernah main di pantai sepuas kemarin di lombok.

cukup takjub dengan keadaan lombok yang ga terlalu banyak berubah setelah 10 tahun lalu berkunjung kesana. oya satu yg agak surprise yaitu hotel sentosa tempat dulu kita berbulan madu sekarang sudah jadi hotel mati alias bangkrut. kaget dan ga nyangka aja ternyata persaingan hotel keras juga di lombok ini.

Svarga Hotel dan makanan seafood di pink beach 1

hal yang paling senang adalah mengajak anak-anak dan orang tua, memperkenalkan keindahan alam dan mencetak memori masa kecil mereka semua. semoga selalu menjadi insan yang bersyukur.

Categories
mesjid

Mesjid agung surakarta

image

‎Rencana waktu kemarin di solo mau mengunjungi dua mesjid tertua sekaligus. Mulai dari mesjid agung surakarta lalu mesjid laweyan. Tapi karena kesalahan teknis maka mesjid laweyan tidak bisa dikunjungi. Jadi sekarang bahas mesjid keraton aja alias mesjid agung surakarta.

image

Pertama kali lihat mesjidnya keliatan seperti rumah-rumah jawa yang besar. Dengan gerbang yang agak-agak vintage dan tinggi besar menyambut. Dikanannya ada tulisan mesjid agung surakarta, cagar budaya. 

image

Mesjid agung surakarta memiliki halaman mesjid yang luas dengan satu tower untuk kumandang azan kayanya. ‎Selain itu pelatarannya juga lumayan luas. Banyak orang duduk disitu entah lagi nunggu azan selanjutnya atau nunggu orang atau sekedar tidur-tidur. Yang menarik perhatian itu adalah kotak amalnya yang seperti peti besar dengan ukiran-ukiran jawa terbuat dari kayu jati yang oke. Selain itu lantainya yang banyak menggunakan tegel kunci di beberapa bagian benar-benar menambah oke suasana mesjid nya. Karena sekarang trend memakai lantai tegel lagi booming lagi makanya jadi catchy lagi. Di toiletnya ada tulisan angka tahun 1929 dan mungkin itulah tanggal dibuatnya toilet itu. 

Ketika masuk ke dalam mesjid maka soko-soko guru dari kayu jati sudah nampak dari pintu masuk. Pintu-pintu dengan ukiran-ukiran khas batik benar-benar luar biasa. Di depan juga ada mimbar untuk khotib seperti milik Rasulullah di madinah. Walaupun didominasi dengan kayu jati dan ukirannya. Atap-atap yang tinggi tanpa eternit membuat ruangan didalam mesjid jadi sejuk dan betah berlama-lama di dalam.