Mesjid agung surakarta

0

image

‎Rencana waktu kemarin di solo mau mengunjungi dua mesjid tertua sekaligus. Mulai dari mesjid agung surakarta lalu mesjid laweyan. Tapi karena kesalahan teknis maka mesjid laweyan tidak bisa dikunjungi. Jadi sekarang bahas mesjid keraton aja alias mesjid agung surakarta.

image

Pertama kali lihat mesjidnya keliatan seperti rumah-rumah jawa yang besar. Dengan gerbang yang agak-agak vintage dan tinggi besar menyambut. Dikanannya ada tulisan mesjid agung surakarta, cagar budaya. 

image

Mesjid agung surakarta memiliki halaman mesjid yang luas dengan satu tower untuk kumandang azan kayanya. ‎Selain itu pelatarannya juga lumayan luas. Banyak orang duduk disitu entah lagi nunggu azan selanjutnya atau nunggu orang atau sekedar tidur-tidur. Yang menarik perhatian itu adalah kotak amalnya yang seperti peti besar dengan ukiran-ukiran jawa terbuat dari kayu jati yang oke. Selain itu lantainya yang banyak menggunakan tegel kunci di beberapa bagian benar-benar menambah oke suasana mesjid nya. Karena sekarang trend memakai lantai tegel lagi booming lagi makanya jadi catchy lagi. Di toiletnya ada tulisan angka tahun 1929 dan mungkin itulah tanggal dibuatnya toilet itu. 

Ketika masuk ke dalam mesjid maka soko-soko guru dari kayu jati sudah nampak dari pintu masuk. Pintu-pintu dengan ukiran-ukiran khas batik benar-benar luar biasa. Di depan juga ada mimbar untuk khotib seperti milik Rasulullah di madinah. Walaupun didominasi dengan kayu jati dan ukirannya. Atap-atap yang tinggi tanpa eternit membuat ruangan didalam mesjid jadi sejuk dan betah berlama-lama di dalam.