Categories
Uncategorized

[experience] i’m Sunni, and i read book from Syiah author, & i’m still sunni.

apa pulak kau lae,, bahas-bahas syiah?? dah mulai kafir kau yak!!

bukan gitu lae, awalnya lagi cari-cari buku filsafat lalu ada 1 yang membuat tertarik yaitu filsuf yg datang dari dunia islam dan membahas tentang kritik epistemologi yang merupakan salah satu cabang dari filsafat. selama ini selalu membaca buku filsafat dari filsuf non-islam jadi ingin tahu bagaimana pandangan muslim terkait pemikiran luar tersebut.

penulisnya adalah Murthada Muthahari, yang ternyata setelah baca setengah buku baru sadar kalo beliau adalah seorang filsuf yang datang dari kalangan syiah di Iran. agak bingung kenapa ketika sudah jalan setengah lalu baru sadar yang dibaca adalah buku dari penulis syiah. ternyata isi bukunya ternyata sudah diedit pada beberapa titik sehingga bisa dibaca oleh kalangan syiah atau sunni. salah satu editnya yang paling jelas adalah penulisan imam Ali bi Abi Thalib r.a. karena syiah biasanya menyebutnya Ali Abi Thalib a.s.

ahh.. itu kan proyek marketing aja

ya gw pikir gitu sih, gw berhenti beberapa saat membaca buku untuk kemudian mencari-cari dahulu letak perbedaan syiah dan sunni. dan yang saya dapat perbedaannya adalah keyakinan penerus Nabi Muhammad SAW setelah wafat, perbedaan kalimat syahadat, hadis yang digunakan dan dieprcaya kesahihannya, dan (katanya) al Quran yang diakui oleh kalangan syiah (katanya lebih lengkap dan panjang) walau masih banyak dibantah juga oleh syiah sendiri karena belum ada yg melihat wujudnya.

akhirnya gw tetap putuskan untuk tetap baca buku tersebut karena sang penulis adalah seorang akademisi yang saya yakin menjaga netralitasnya. dalam bukunya tentu saja banyak yang dikaitkan dengan Al Quran sebagai sumber rujukan tetap dan ideal. namun setiap kali mengutip ayat Al Quran saya jadi harus kroscek ke Al Quran yang ada (hehe).

ehh ehh ehh ,,, dah mulai tertarik kau ya sama syiah !!

emang baca persepktif aja ga boleh ?? Sebelumnya gw membaca buku karya Muthahari, saya sudah membaca buku karya H.M.H Al Hamid Al Husaini yang didalamnya membahas keluarga-keluarga Rasullullah termasuk keturunan beliau yaitu Hasan, Hussain dan Zainab. Maka ketika berbicara terkait cucu beliau maka mau tidak mau akan berbicara tentang tragedi pembantaian Kerbala yang menjadi salah satu cikal bakal kemunculan syiah. dalam bukunya, H.M.H Al Hamid Al Husaini menyampaikan bahwa syiah pada awalnya murni terkait masalah politik lalu berkembang kepada tahapan teologis.

Dan semakin kesini pemahaman tentang syiah dan sunni semakin terang. namun sebagai pribadi yang bertanggung jawab atas dirinya sendiri maka kita akan menyerahkannya kepada Allah SWT kelak. kebenaran di dunia ini sifatnya hanya temporer, tugas manusia diberi akal untuk mencari dan mendekati kebenaran namun kebenaran hakiki tentu saja ada dalam rahasia Allah SWT.

wah kacau si lae ini,, harus cepat-cepat laporin pak ustad

denger dulu neh, gw pernah punya cerita mengikuti kegiatan workshop bersama perwakilan dari Iran, dia menceritakan mengapa ISIS ingin sekali membunuh syiah dan bukannya israel. jawaban dari dia adalah karena kamu duri dalam islam maka kamu harus dibunuh terlebih dahulu. lalu dikemudian hari mendengar dari seorang ustad via youtube , ustad terkenal, kalo ketemu syiah sholat di mesjid sunni bagusnya di usir saja atau keyakinan bahwa syiah akan menistakan kaum sunni jika mereka berkuasa.

au ahh gelap….

ya apapun itu, itu adalah hasil buah pemikiran manusia. jadi janganlah terlalu fanatik terhadap sesuatu, karena hanya membutakan mata kita saja. dan setelah membaca buku dari penulis syiah tersebut, ya .. saya tetap seperti biasa (haha). saya cuma manusia yang ingin memahami kebesaran ilahi. melihat buah pemikiran seseorang dan melihat apa yang menjadikannya besar.

Bodo amat.. gw mau lanjut maen tiktok

Categories
book curhat daily learning daily witness Uncategorized

[Book] Ensiklopedia Sahabat Rasulullah SAW dan COVID 19 Yang Menyerang Dunia

Awalnya beli buku ini dulu karena ada 2 kata kunci yaitu ensiklopedia dan terapan. Ketika bicara ensiklopedia maka dipikiran munculnya segala sesuatu ada disini. Lalu kenapa esiklopedia sahabat ? Karena kalo di kantor setelah sholat berjamaah biasanya ada pembacaan hadis oleh nama-nama yg akrab ditelinga tapi ga kenal siapa dia. Abu hurairah, anas bin malik, zaid bin haritsah, abdullah bin umar, abdullah bin rawahah, dll.

Sebenarnya agak malas dengarnya pas pembacaan hadis karena cara penyampaiannya sepertinya. Membaca hadis lalu mutiara hadis akhirnya malah ga dapet poinnya apa dan akhirnya berasa useless dan malas dengarnya (walau sebenarnya di dengar juga). Kemudian muncul pikiran untuk mengenal dulu siapa para penyampai hadis tersebut di kehidupannya dahulu. Sepertinya batin ini lebih tertarik untuk mengenal dahulu sosok periwayat hadis untuk sebelumnya mendengar yang mereka ucapkan.

Kemudian yang kedua adalah kata kunci terapan. Dalam buku ini banyak sekali penerapan sifat-sifat dari periwayat hadis untuk menjadi pedoman bukan hanya untuk badan yang sudah menua ini tapi juga generasi muda yaitu anak-anak. Maka buku ini dengan seketika menjadi relevan.

Lalu apa hubungannya dengan Covid 19 alias virus corona. Hubungannya banyak! Salah satunya adalah karena Corona maka pekerjaan menjadi work from home (wfh) lalu waktu menjadi sangat flexibel dan bisa menbaca banyak buku qiqiqiqi.

Banyak poin-poin bagus dalam buku ini seperti Bagaimana Abdullah bin Umar senang memberikan apa yang paling disukainya kepada orang yang membutuhkan karena ingin apa yang dilakukannya memiliki nikai sedekah yang tinggi. Semakin beliau suka maka semakin beliu ingin menjauhkannya untuk Allah SWT.

Kemudian ada penyair Abdullah bin Rawahah (hati ini selalu suka dengan penyair) yang membawa keahliannya untuk mengobarkan semangat di medan perang dengan berkata “Wahai Diri! Seandainya kamu tidak tewas terbunuh dalam perang, maka kami akan mati juga!” . Wiww.. suka sekali dengan cara beliau memberikan sugesti kepada dirinya sendiri saat takut akan mati.

Kemudian ada periwayat yang paling sering di dengar yaitu Abu Hurairah yang tidak pandai melakukan apa-apa dan karenanya sangat miskin hingga sering mengganjal perutnya dengan batu saat lapar. Namun dengan demikian beliau adalah yang paling rajin mengikuti baginda Rasulullah SAW dan menjadi periwayat terbanyak.

Kemudian ada Amru bin Al-Ash yang memiliki pengalaman yang sangat mirip dengan yang manusia hadapi saat ini yaitu wabah penyakit. Wabah yang disebut dengan Tha’un menyebar dengan cepat karena orang berkumpul (kalo gak boleh dikatakan persis maka ini sangat mirip sengan Covid 19). Maka beliau memerintahkan orang berpencar (physical distancing) lalu wabah pun hilang.

COVID 19 (sejarah yang berulang)

Kisah Amru bin Al-Ash nampknya menjadi tamparan bagi umat manusia menghadapi pandemik covid 19 ini. Bagaimana tidak ? Allah SWT telah memberikan pengalaman terdahulu bagaimana di zaman yang bahkan belum mengenal teknologi namun dengan cara berpikir yang tepat maka wabah pun hilang.

Zaman sekarang ,dimana manusia bahkan berusaha menyaingi sifat-sifat Tuhan dengan ilmu pengetahuan dan super teknologi, Allah SWT seolah menunjukkan “who run this world!”. Kehebatan manusia saat ini ternyata tidak lebih dari keangkuhan belaka seorang pemimpi.

Manusia seolah sudah mengetahui segalanya namun dihadapkan kepada makhluk kecil saja kita tidak sanggup lalu kemana keangkuhan yang sebelumnya ada pergi ?

Lihatlah bagaimana cara physical distancing sudah diajarkan bahkan ribuan tahun sebelumnya dan manusia masih saja keukeuh dengan cara berpikir manusianya yang angkuh. Tentu saja karena manusia akan tetap manusia yang akan binasa cepat atau lambat seperti yang diucapkan oleh Abdullah bin Rawahah.

Ternyata apa yang terjadi di dunia ini hanya pengulangan saja 😞. Bodoh sekali kita jika tidak mampu memetik pelajaran dari sejarah. Semoga para pemimpin negeri ini bisa belajar dan berpikir secara rasional. Karena saya adalah tipe orang yang rasional dan saya melihat rasionalitas yang kuat ada dalam islam.

Categories
book Uncategorized

[book] Ego Is My Enemy

Ryan Holiday, penulis buku yang awalnya gw cuekin tapi setelah salah satu bukunya jadi tugas kuliah filsafat jadi paham siapa dia. tapi kali ini buku yang diulas bukan yang untuk tugas filsafat tapi buku yg berjudul Ego Is My Enemy.

 

kayanya dari judulnya aja sudah ketahuan akan cerita tentang apa buku ini. paling seputar pengendalian diri, kesadaran diri, kearifan diri sehingga hidup akan lebih berhasil dan sukses.

tapi ternyata isinya adalah ………… sesuai prediksi diatas. qiqiqi.. hanya saja ada sedikit bedanya yaitu di buku ini kaya akan pemikiran-pemikiran filsafat dan juga praktisi dari pengalaman si Ryan Holiday ini .

kupikir si ryan holiday ini cuma orang kaya yg insaf aja kali. atau orang kaya yang pilih jalan untuk tidak terkenal. menariknya ada beebrapa hal dalm buku ini yang hmmm agak sedikit kontroversi dan mungkin akan dikecam habis-habisan oleh para motivator .

salah satunya adalah bagaimana menghindari diri untuk menjadi budak visi .. budak visi ? qiqiqiqi. motivator mungkin akan mati-matian menggalakkan sebuah visi untuk meraih kesuksesan hidup. ini malah sebaliknya.

tapi da beberapa hal lagi yang menarik misalnya tentang teori “imaginary Audiences” dari David Elkind, atau bagimana kegunaan puisi untuk mengantarkan hasrat pengarangnya agar sampai kepada pembacanya, Ironi “The Gift of teh Magi” karya O. Henry, dan “Innocent climb”.

hal-hal itu yang menarik sepanjag membaca buku ini.

Categories
Uncategorized

[book] the death of the expertise

The death of the expertise.. hmm matinya sebuah keahlian. pertama dengar judul ini kayanya sudah kebayang bahwa isinya adalah karena perkembangan teknologi-algoritma-filter buble-self ego. tapi ternyata , walauoun benar dengan dugaan awal, banyak juga hal lain yang dibahas dari berbagai macam faktor (prasangka, ketakutan, pengalaman, phobia, dll) dan perspektif.

buku karya Tom Nichols, yang pasti dia seorang praktisi dan akademisi kayanya sih. dari pertama prolognya sudah kelihatan bagaimana Tom Nichols menggambarkan sebuah dunia yang diisi manusia-manusia ‘malas’. malas disini berarti malas untuk melakukan kroscek dan mandi dengan air yang kelihatannya bersih padahal kotor karena manusia bermain dengan definisi dan merasa orang yang mandi di air kotor dan mandi di air bersih sama-sama memiliki kesehatan yang sama.

manusia sekarang kan senang dengan ketebalan keyakinan yang dimilikinya karena merasa sudah ‘cukup’ memiliki informasi dan mengaksesnya dengan bantuan teknologi saat ini terutama internet. kecukupan itu membuat seorang manusia awam memiliki keyakinan aku dan kamu (akademisi) sama saja.

masalahnya adalah,,, its oke jika kesalahan meyakini sesuatu ini hanya dimiliki oleh seseorang yang bukan tokoh publik. tapi jika tokoh publik maka dia punya kuasa untuk mengajak orang lain masuk ke dalam keyakinanannya. apalagi jika semua diajegkan kepada naskah agama . karena logika tidak bermain di lingkaran agama.

efeknya tentu saja sebuah cost yang harus dibayar. dibayar oleh siapapun yang menerima definisinya. baguslah jika cost itu hanya berakhir di sebuah mispersepsi, tapi bagaimana jika cost itu adalah berarti sebuah angka yang tidak terkira mahalnya atau nyawa yang tidak bisa kembali?

kesalahan dalam berlogika, kemalasan untuk mendapat kredibel info dan merasa cukup untuk memperoleh informasi merupakan sebuah paket maut menuju kehancuran. lihatlah bagaimana sebuah kesalahan menyusun premis dan menyimpulkan maka menghasilkan kebijakan yang sama sekali salah dan berbahaya dan berdampak luar biasa. semua ini adalah akibat dari the absence of knowledge!

hmmm hal ini yang membangkitkan diri ini untuk belajar kembali berlogika dan berfilsafat. saya meyakini Tuhan sudah menaruh rahasia alam semesta pada diri ini namun otak ini hanya malas saja digunakan. tapi misinformasi, bias konfirmasi, literasi rendah sungguh melukai logika.

simpulannya adalah : welcome to the I’M-AS-GOOD-AS-YOU world

Categories
Uncategorized

[Book] Penaklukan Muslim Di Mata Bangsa Taklukan

buku karya Hussam ‘Itani, saya ga yakin bagaimana cara mengucapkannya, menarik untuk dibeli karena memberikan persepktif lain yang selama ini tidak ada referensinya. ya kadang-kadang harus berpikir dari dua sisi. tidak hanya bagaimana kaum muslim bisa menang tapi melihat bagaimana orang-orang tersebut melihat kami sebagai kaum muslim.

kami terbiasa diberikan cerita bagaimana keagungan kaum muslim dalam berperang dan segelintir tentara mampu menghancurkan tentara yang berkali lipat banyaknya. tentu saja bukan karena tentaranta yang hebat , namun semata-mata karena Izin Allah Swt.

namun menarik memang melihat bagaimana rasanya menjadi kaum yang didatangi kaum muslim untuk ditaklukan. dalam buku ini banyak membahas tentang perbedaan jalan cerita antara kaum muslim dan kaum taklukan. bagaimana kaum muslim dianggap manusia yang baduy namun memiliki optimisme tinggi. selain itu juga dikupas bagaimana perbedaan penyampaian fakta antara kaum muslim dan kaum taklukan kepada generasi selanjutnya.

hal yang wajar jika melihat perbedaan tersebut karena terdapat tujuan propaganda di dalamnya untuk mempertebal keimanan masing-masing. namun saya salut deh sama penulis bukunya yang coba melakukan kajian referensi dengan sumber-sumber yang tentu saja kuno dan bahkan sudah tidak ada padanannya.

tapi akhirnya semenjak hal ini adalah tentang keimanan, maka hidayahlah yang memegang semuanya. kaum muslim makin tebal keimanannya dan kaum taklukan juga seperti itu. semua kembali kepada Allah sang pemilik hati manusia.

Categories
book Uncategorized

[BOOK] DI BAWAH LINDUNGAN KABAH

Di_Bawah_Lindungan_Kabah_cover.jpg

BUKU KARYA HAMKA DI BAWAH LINDUNGAN KABAH

salah satu buku sastra lama yang sempat kubaca minggu ini. “DIbawah Lindungan Kabah” romantis mengambil sisi religi dan membungkusnya melalui romatisme cinta yang kandas antara Hamid dan Zainab.

Nama Hamid, mengingatkan selalu pada ayahanda tercinta yang kini telah wafat. Allah hanya mengizinkan aku bertemu dengannya selama 23 tahun. namun beliau sudah memberi masa kecil yang bahagia. terima kasih. semoga ayah tenang di alam sana, diampuni segala dosa dan dilipatgandakan amal perbuatan. amin

buku ini menarik diulas karena kegagalan cinta yang diakibatka kegagalan komunikasi dan minimnya saluran informasi. bagaimana cinta dimainkan prasangka yang masih eksis hingga saat ini. dan bahayanya prasangka itu adalah hal yang paling dipercayainya sehingga kandaslah cinta mereka berdua.

sepertinya di zaman sekarang kejadian Hamid dan Zainab (jika ada) masih ada kemungkinan berlanjut karena mereka bisa saling menanyakan informasi dan tepatnya konfimasi perasaan mereka.

tapi namanya perasaan, sulit sekali diungkapkan. bahkan jika saat itu Hamid dan zainab sudah memiliki HP di tanganya. ada satu lagi barier yaitu culture. jika dilihat saat inipun cultur nampaknya menjadi faktor yang dominana terutama bagi manusia yang hidup di dunia timur ini.

culture itu tidak ada masalah sebenarnya, dalam beberapa kasus culture malah menolong masyarakatnya karena bersandar pada pengalaman yang dialami nenek moyang. contohnya adalah lirik lagu yang menyelamatkan penduduk Pulau Simeleu dari tsunami.

dengan demikian apakah kultur (pada situasi tertentu) menjadi penghambat komunikasi ?

Categories
Uncategorized

RE”SOLUSI” 2020

Cantik ya angkanya , 2020. Semoga juga menjadi tahun yang baik πŸ™.

Hari ini memulai hari dengan nungguin tukang yg lagi cat kamar. Sambil bikin kopi enak kali.

Membuat kopi langkah demi langkah itu menenangkan hati dan meminum kopinya membuat diri ini nyaman

Oke kita akan coba buat resolusi 2020

1. Hatam quran lagi bulan puasa

2. Mulai puasa senin kamis untuk menghindari diri dari godaan setan yg terkutuk

3. Ada yg bilang baca 2 buku perhari akan membuatmu jadi CEO. Saya ingin buktikan itu bohong. Tp tahun ini saya mau baca 1 buku seminggu aja dulu deh hehe. Kita lihat apakah itu akan membuat saya kd CEO

4. Ajak kemping eyza dan amam . Mulai aja dulu dengan beli tenda , kemping depn rumah baru keluar

5. Ajak nonton ami berdua

6. Dapat ST LN 2x

7. Labun Bajo here i come

8. Mengenalkan Nabi Muhammad ke eyza

9. Ikut kegiatan komplek sekali ajah coba

10. Finalisasi PRM dengan segala ai nya

11. Benerin kabel antena

12. Ajak jalan2 jusuffam gathering

13. Ajarin eyza naik sepeda

14. Naik Gunung lagi sekali lagi . Butuh merasakan memori dulu lagi buat energize .

Kayanya itu dulu ya tahun 2020 . Tapi diluar ini semua tentu saja kejutan kejutan baik akan sangat dinanti πŸ˜‰

Mari kita percaya dengan kata hati dan gemakan THE POWER OF WORDS !

Categories
Uncategorized

EVALUASI RESOLUSI 2019

Hari tanggal 31 Desember 2019 berlokasi di rumah sendiri sambil dengerin lagu Dive dari Ed sheeran . Kita akan evaluasi resolusi 2019 lalu .

Pohon murahan ini pun mempunyai nilai estetika yg indah 🌱 dan membuatnya layak ada di rumah ini

Oke kita akan langsung evaluasi

Mari kita susun pagi resolusi 2019 ini yah

1. Tetap harus hatam quran di puasa ini

Hasil :

Alhamdulillah hatam

2. Pasang kanopi mumpung ada rejeki

Hasil : walau rada telat tapi akhirnya jadi kanopi teras dan kanopi atas

3. Lunasin utang mobil biar bisa nabung

Hasil : Alhamdulillah LUNAS . Skrg dah jadi orang kaya karena kata org orang kaya itu bukan yg banyak duit tp yg gak punya utang.

4. Ajak eyza kemping

Hasil :oke ini masih pending πŸ˜”

5. Jalan tugas ke Dom 5x dan LN 2x lah

Hasil :

Pekanbaru, Medan, Aceh, Surabaya, Bali, Balikpapan, Belawan, Jogjakarta

Bangkok

Yah untuk Domestik sudah lunas, yg LN masih mgutang 1.

6. Buka tabungan haji

Hasil: Dengan segala intrik dan drama akhirnya bisa daftar untuk …. 17 tahun mendatang πŸ˜—. Alhamdulillah

7. Cat kamar depan

Hasil :

Walau baru terlaksana injury time

8. Belajar hal yg baru sama sekali

(pikirr …!)

Hasil : lagi tertarik sama ilmu logika dan ini juga yg memantapkan langkah untuk ambil bea siswa filsafat

9. Dan 2 deh taun ini

Hasil :

Done !

10. Turun berat jadi 70 dah

Hasil : kegagalan yg selalu berulang. Akhir tahun ini malah 78 πŸ˜€

11. PRM digunakan di semua kantor dan santai go down aja deh

Hasil : mandatory 34 kantor . Well done

12. Oiya pikirin eyza sd dimanaaa

Hasil : alhamdulillah sudah daftar SD πŸ˜‰

Hahaha segitu aja kali yah . InshaAllah kita percaya the power of words πŸ‘πŸ‘

JUST LIKE I SAID, TRUST YOUR WORDS !

Categories
Uncategorized

Im a type of man that you can control on beraucracy

So you need remember this day

1. Become an expert will not align with your appreciation on beraucracy

2. Brussell

3. Kepiting

4. Stomache

5. Japan

6. Bali

You need to change this culture ! And please choose the right boss

Categories
Uncategorized

Berpikir (namun lebih dalam) sebelum bicara

Kisah saya hari ini mendengar khotib sholat jumat menyampaikan ceramahnya. Pertama yg terlintas ketika mendengar ceramahnya adalah berapi-api πŸ”₯ tentang pentingnya menjadi seorang muslim.

Awalnya saya setuju saja sih dengan ceramahnya memberi tahukan bahwa islam adalah agama yg di ridhoi dan islam adalah agama rahmatan lil alamin. Namun dahi ini langsung mengernyit ketika mulai disinggung agama lain.

Dalam kotbahnya , khotib tersebut menyampaikan bahwa agama nasrani dan lainnya adalah sesat. Berbahayanya adalah pernyataan tersebut tidak dilengkapi dengan referensi waktu misalnya saat ini dimana ketika islam sudah hadir. Dengan memasukkan argumen bahwa adanya surga dan neraka dan dilarangnya orang islam makan babi misalnya.

Khotib tersebut ingin mengritik seorang profesor doktor yg disebutnya ngaco karena menyatakan bahwa semua agama baik (beberapa kali khotib berucap benar walau keduanya berbeda makna) sehingga menyebabkan jemaah terutma saya bingung.

Tapi hmmm nampaknya saya tahu saya yg dimaksud si khotib sebagai profesor doktor yang menurutny berucap semua agama baik. Mungkin maksudnya si ‘profesor doktor’ itu adalah baik dalam konteks ajaran agama. Bahwa pada dasarnya setiap agama pasti mengajarkan kebaikan dan bukan kejahatan. Lagipula bukannya islam pun mengakui adanya agama yg dibawa oleh Nabi Isa kepada “kaumnya” pada masa itu yg juga umat islam yakini secara benar. Namun saat ini ajaran tersebut sudah tidak relevan dan disenpurnakan dengan islam sebagai agama “kaum Muhammad” hingga akhir Zaman yg artinya akan selalu relevan hingga kiamat menjelang.

Bahayanya adalah ketika akhirnya sang khotib menghakimi bahwa siapapun orang yang setuju bahwa semua agama baik (benar menurut sang khotib namun terucap baik) maka dia murtad .

Saya sih percaya atas ilmu yg dimiliki alim ulama . Namun alangkah baiknya jika kita tidak serta merta menafsirkan sesuatu tanpa adanya tabayun atau mengkaji lebih dalam atau mencoba berpikir lebih dalam tentang segala sesuatu sebelum berucap.

Kenapa harus sebelum berucap ? Karena ucapan adalah salah satu mata panah yang tidak bisa ditarik kembali. Ketika sudah meluncur dia akan menuju ke sasaran tanpa ampun. Terlebih jika anda adalah seorang pemimpin opini .