Sweet Jogja : Musseum Affandi

1

image

Entah apa yang merasuki jiwa ini -cieeh- tapi dari semua opsi jalan-jalan di jogja maka pilihan jatuh di museum affandi. Sok nyeni banget dah ini. Padahal ngerti lukisan juga engga. Tapi ya itulah, kita gak akan tahu kalo kita ga terlibat langsung kan di dalamnya. 

Setelah makan siang di Raminten,maka acara selanjutnya adalah ke museum affandi yang terletak di jalan raya Solo KM… ?? KM berapa yah. lupa.. yang pasti tempatnya agak nyempil dengan plang yang gak terlalu besar. Pas masuk ke dalam agak bingung juga tempatnya gak kaya museum pada umumnya. Cuma sebuah bangunan ga jelas dengan patung-patung mirip leak plus rumah tingkat dengan fondasi kayu yang lebih mirip rumah pohon di film George of The Jungle. Sesampai disana langsung ditanya sama si security 

“Mau ke cafe mas? ”

“Bukan, ke museum”

Hampir aja nyangka kalo salah alamat, ternyata bener. Hehe. Beli tiket masuk Rp.30.000 plus hak cipta buat foto-foto di dalam Rp.10.000. Entah kalo di share di blog kaya gini kena bayar lagi ga. Waktu itu cuaca udah mendung, bahkan udah gerimis dan coba tebak… saya adalah pengunjung satu-satunya saat itu. mungkin rame nya pas weekend kali. 
Masuk ke gedung setengah lingkaran pertama, langsung disambut sama yg jaga ruangan dan ditanya mau ditemenin buat jelasin atau sendirian aja. serta merta dijawab mau sendirian aja namun beberapa menit kemudian langsung dikoreksi minta ditemenin buat lebih pahamin cerita dibalik lukisan-lukisan affandi yang waktu itu masih saya sangka macam lukisan anak sd. 

image

Untungnya si mbaknya runtut ceritanya sehingga kita bisa paham apa motif dan filosofi dibalik sebuah lukisan. Disini gak akan cerita tentang bagaimana biografi affandi yang bisa dilihat sendiri di google. Disini akan dibahas tentang makna dan motif dan peristiwa yang melatar belakanginya dari sebuah kejadian seseorang. 

image

Ini adalah gambar pertama affandi yang diberi judul self potrait. Ternyata lukisan itu menggambarkan affandi sendiri yang sedang melukis dirinya sendiri di depan cermin. Bahkan garis dari kaca nya juga ikut masuk dalam lukisan. Pada lukisan pertama memang nampaknya masih memiliki gaya yang jelas dan tegas. Masuk ke lukisan-lukisan berikutnya sudah menjadi lukisan yang semakin spontan dan sudah tidak menggunakan kuas lagi melainkan jari-jari tangan. Gedung galeri ini ternyata merupakan representasi dari daun pisang. Kenapa daun pisang? Karena dahulu affandi hidup kecilnya susah dan tidur hanya berselimut daun pisang. Sehingga suatu waktu waktu saat membuat galeri ini dia membentuknya menyerupai daun pisang dan menginginkan bahwa bangunan ini akan melindungi keluarganya. 

image

Lukisan lain yang menarik adalah lukisan dalam rumah gubuk dari kejauhan yang di dalamnya terdapat sebuah keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak. Dan lucunya disebelahnya dengan menggunakan jahitan terdapat lukisan yang menggambarkan versi jarak dekar atau zoom dari ketiga orang tersebut. Saat ini memang biasa saja. Tapi lukisan ini zaman dahulu menurut saya jenius. 

image

image

Ada lagi lukisan yang menggambarkan 3 pose seorang pengemis mulai dari dia datang, mendapat uang lalu pergi yang dibuat dalam satu kanvas. Kemudian expresi ibunda nya yang marah ketika mengetahui affandi akan pergi ke india.  

Atau lukisan-lukisan dengan menggunakan sketch pena ketika sedang berada di eropa. Kemudian lukisannya yang memegang cucunya yang baru lahir dalam kondisi telanjang dengan alasan ingin merasakan apa yang juga dirasakan oleh cucunya. Hmm. Lebay memang tapi berkarakter. 

Hal lain yang membuat tertarik adalah bagaimana affandi belajar untuk bisa melukis. Jadi tidak serta merta seorang yg gambarnya acak-acakan namun dibayari harga mahal. Tapi dari beberapa skecth nya ternyata affandi belajar untuk bisa membuat kaki, jari-jari, anatomi tubuh dan lainnya. Yang meyakinkan bahwasanya affandi bukanlah pelukis asal ndeplak. 

image

Terakhir pada museum ini disajikan video affandi melukis dengan jari jemarinya yang lincah dan filosofi yang mendasari hidupnya. Jangan dikiran beliau hidup bergelimang harta, namun ternyata lukisan-lukisannya baru menuai harga selangit setelah affandi wafat yaitu dengan lukisan termurah yang ada di galerinya seharga Rp.3M.  

image

image

Gak salah saya pilih jalan-jalan ke galeri ini, menyaksikan saksi kehiduapnnya melalui galeri lukisan sang maestro kelas dunia. Bahkan setelah berkunjung kesana, dalam perjalanan langsung buka play book untuk cari siapa tahu ada buku tentang beliau. Namun ternyata belum ada. Mungkin suatu hari ada untuk bisa kita ambil makna dan pelajaran bagaimana seseorang yang hidup dengan gairahnya akan sesuatu. 

Peacefull Park : komplek Candi Prambanan

0

image

Gak salah nama lokasi tempat duduk ini yang berada di kawasan komplek candi prambanan. Ini pertama kali kesini setelah 29 tahun. Haha.. area candi prambanan di yogyakarta memang sangat mengesankan. Cukup dengan membayar Rp.60.000 untuk paket wisata candi palosan dan candi sojiwan. Komplit deh acara wisata candi hari ini. 

image

Dengan naik shuttle car menuju ke tujuan pertama yaitu candi plaosan. komplek candi nya gak terlalu besar sih. Dengan dikelilingi stupa-stupa yang lantak akibat gempa dan dimakan usia, candi plaosan meninggalkan dua candi utama di tengahnya. Candi yang berdiri megah di tengah rerumputan hijau benar-benar cocok deh. Putar-putar kemudian coba masuk ke dalam candi plaosan. Di dalamnya dingin, angin yang keluar dari candi tersebut sejuk walau di dalamnya tidak ada jendela sama sekali. Disana pemandunya antusias banget kalo antar turis bule. Bahkan ada turis bule dari belanda datang, maka si pemandu cas cis cus juga bahasa londo. Luar biasa emang.  

image

image

Di candi prambanan benar-benar luar biasa, luar biasa dalam arti sebenarnya. Gak nyangka kebudayaan masyarakat Indonesia zaman dulu. Membuat tumpukan-tumpukan batu jadi monumen yang luar biasa keren dan indah. Batu-batu yang disusun tanpa semen dan ukiran-ukiran yang begitu detail. Yah pokoknya sepanjang perjalanan cuma bisa berpikir : Kok bisa yah??

image

Beberapa candi ada yang sudah di renovasi, kelihatan dari bentuk candi nya yang halus dan ada bekas tempelan semen. Beda dengan. Yang asli, agak kasar dan banyak jamur dan pecahan di sana-sini. 

image

image

image

Masuk ke candi terbesar di komplek area prambanan, yaitu candi siwa. Dan ternyata sama, bangunan setinggi itu ternyata hanya untuk diisi ruangan utama yang berisi patung dewa yang berarti memang dibuat untuk ritual keagamaan. Padahal dulu waktu masih kecil kirain ini kerajaan atau rumah raja-raja. 

image

Putar-putar dan akhirnya sampailah di area peace park ini. Duduk di bawah rindangnya pohon… entah pohon apa ini, benar-benar peacefull. sambil ketika nengok ke sebalah ada hamparan rumput hijau segar dan bangunan candi megah di antara balik pohon. Luar biasa. 

Travel De Padang Bukittinggi berkedok pesta kawinan

0

image

Hari ini berangkat menuju bukittinggi padang, walau pikiran rada kalut gara-gara tegahan banjar lewat 4 dan pusat yg ngomel-ngomel ga jelas. Dengan naik pesawat Lion Air JT354 maka berangkatlah kita walau harus delay dulu 60 menit. 
image

Sampe bandara sudah dijemput sama perwakilan rental mobil apriliarentalmobil.com dengan armada nya yang sesuai pesanan dan masih baru. Karena sudah malam akhirnya rencana makan di daerah padang panjang, kota kecil yang harus ditempuh dengan kelak-kelok sepanjang jalan 2 arah di area perbukitan tanpa lampu jalan yang memadai. Sempat singgah makan malam di rumah makan padangg, dengan tema minang yang kental sekali. Mulai dari arsitektur, tata letak dan yang menarik adalah kumpulan buku-buku Tan Melaka. Ternyata disini banyak banyak juga yang mengidolakan Tan Melaka , agak lupa Tan Malaka itu orang padang apa bukan. Sekali pernah baca buku Tan Melaka, dan quote terbaiknya yang masih saya ingat adalah “Merah putih adalah tempat sebaik-baiknya darah tertumpah bagi para pemuda bangsa yang berjuang melawan tirani penjajah”. Yaa ga tepat seperi itu, tapi mirip-mirip lah. Oke karena ngantuk sudah tidak bisa dikompromi maka acara nulis-nukus lanjut esok hari.
image

image

Hari kedua, pagi-pagi banget sudah harus siap jalan-jalan. Setelah menunaikan sholat shubuh maka dimulailah city tour bukuttinggi kali ini. Kebetulan nginap di novotel hills . Lokasinya memang benar-benar super strategis. Tinggal jalan kaki aja kalo mau ke jam gadang atau benteng fort de kock. Jam gadang pagi-pagi sabtu dimeriahi oleh sekumpulan ibu-ibu yang senam aerobik di satu sisi dan ibu-ibu tandingannya di sisi lainnya area jam gadang. Waktu itu masih jam 7 pagi tapi suasana udah ramai aja bahkan baru sampe udah ditawarin jasa foto keliling. Sekarang jam gadang kayanya masih sama kaya waktu dulu kesini, cuma areal yang dulu bisa parkir mobil sekarang sudah dijadikan areal taman. Setelah puas foto-foto jam gadang lalu lanjut ke panorama ngarai sianok.
image

image

Ngarai sianok yang sudah tersohor seperti grand canyon nya indonesia. Bener-bener cantik ngarai ini kalau dilihat langsung. Bayar Rp. 5000 buat tarif masuknye panorama dan lobang jepang juga sebenarnya. Baru masuk areal panorama udah langsung ditawarin masuk lobang jepang sama abang-abang pemandu.karena hari masih kepagian sehingga ngarai masih ditutup kabut jadi akhirnya masukkah kita ke lobang jepang dengan ditemani si abang pemandu dengan tarif 80-100rb .
image

image

Di dalam lobang jelang si pemandu terus ngoceh tentang sejarah lobang jepang. Mulai dari lobang jepang dipake buat mata-mata in Belanda , dibuat oleh pekerja paksa sampai cerita waktu dia ketakutan gara-gara gempa bumi 2009 di padang.
Setelah darisitu lanjut ke pasar bawah dan atas alias wisata emak-emak belanja . Katanya sih bagus-bagus mukena dan baju koko disana, tapi kayanya barangnya ngambil di tanah abang juga nih. Hehehe.
image

Acara pukul 11 – 14 di skip karena acara kawinan. Acara kawinan si ojan dengan adat minang. Keiatan banget si ojan kikuknya jadi penganten. Hahah .. acara kawinannya rada unik juga , pertama sih cuma acara tari-tari sambut tamu aja sama penari-penari yang masih pada abg. Eh tapi makin siang acara jadi makin ekstrim, si penari-penari mulai nari-nari ga jelas di tengah pengantin dan puncaknya ketika mereka pecahin piring mereka satu-satu dan ditumpuk menggunung di tengah-tengah barisan.
Prangg rangg!!! Suara piring pecah bener-bener bikin orang-orang yang tadinya cuek bebek akhirnya mau gak mau lihat juga . Si penari yang masih pada umur sma itu mulai injak-injak beling dari pecahan piring sambil nari-nari dan senyum-senyum seolah-olah beling tersebut cuma kumpulan kapas aja yang bulunya bikin geli kalo diinjak.
Setelah acara kawinan maka dimulai perjalanan mengunjungi wisata yang searah dengan jalan pulang ke padang. Beberapa tempat masuk daftar list yaitu lawang park , danau maninjau dan minang village. Tapi sebelum itu tidak legkap kalau belum coba makanan khas ngarai sianok yaitu ITIAK MUDO LADO HIJAU.
image

Ada sedikit cerita dari makanan itiak lado mudo ini, dulu waktu , mungkin sma, itu nonton acara kuliner di tv dan salah satu nya bahas makanan ini. Cara membuatnya menggunakan itik muda yang di timbun dengan cabe hijau dalam satu kuali besar dan disajikan panas-panas dengan nasi benar-benar makkk nyuussssss….. akhirnya kesampaian makan kuliner ini.
image

image

Setelah puas memanjakan perut maka perjalanan lanjut ke lawang park . sebenarnya ini cuma spot aja buat menikmati danau maninjau dari ketinggian. Disini juga ada olahraga paralayang kalau mau. Dengan harga 750rb untuk 1 jam dan mendarat di danau maninjau. Tapi waktu datang lagi kabut lagian si eyza juga masih tidur. Alhasil diatas cuma menikmati kopi panas aja sama pop mie.
Kemudian lanjut lagi perjalanan ke minang village yang terletak di kota padang panjang. Disana sih tepatnya hanya lansekap bangunan tradisional minang. Tapi lumayanlah buat foto sih.
Hari trakhir di padang. Rencana mau ke pantai air manis mau lihat situs malin kundang. Cerita legenda tentang anak durhaka yang tersohor itu. Cerita ini zaman dulu masih kecil kayanya ngena banget, semoga anak-anak nanti juga masih bisa nikmati cerita yang penuh dengan unsur moral tersebut. Jaraknya lumayan juga mau ke pantai air manis. Ngelewatin bukit dulu baru sampai ke pantainya.
image

Ngeliat situs malin kundang antara percaya dan gak percaya. Saya sendiri termasuk yang awalnya gak percaya karena mungkin itu hanya sebuah batu yang kebetulan mirip sama orang lagi sujud kemudian dihubung-hubungkan deh lalu kemudian dibuat dongeng malin kundang itu. Tapi setelah lihat langsung, hmmmm wow,, agak tercengang karena ternyata bukannya hanya batu mirip orang yang ada disitu, tapi ada batu mirip bahtera, batu mirip tali, batu mirip tong, batu mirip peti dan lain-lain. Anggaplah orang bisa membut ini, tapi detiknya betul-betul sempurna. Bahkan dekorasi acak-acakan layaknya kapal pecah benar-benar menyiratkan kalau ini adalah benar kapal tedampar. Sungguh kekuasaan Allah yang mampu memperlihatkan tanda-tanda kebesaranNya. Entah apa cerita sebenarnya dari semua ini.
image

Oke lanjut,, acara terakhir adalah jalan-jalan ke museum aditya warman, suasana yang panas lumayan bikin tenggorokan kering. Akhirnya perjalanan ke padang kali ini diakhiri di kedai es durian ganti nan lamo. Tadinya mau coba dua-dua nya biar tahu bedanya ganti nan lamo dan kedai durian iko gantinyo. Tapi ternyata porsinya gede juga. Perut sudah kenyang duluan Ahaha…
image

Uhud mountain : a hill that will be seen again in Jannah.

0

image

Beberapa akhir ini selalu terngiang-ngiang kembali keindahan dari gunung uhud waktu kemarin diundang berumrah di mekkah. Dulu sekali saya pernag dengar tentang nama gunung ini di buku-buku pelajaran agama di smp atau sma. Tapi tidak begitu dihiraukan karena tidak yang begitu menarik dari tempat tersebut sebatas dari bagian dari sejarah islam. Namun ketika kemarin diberi kesempatan melihatnya untuk pertama kali maka rasa takjub begitu menjalar di setiap indera tubuh. Saya adalah seorang pendaki gunung dulunya, dan saya paham dan bisa menikmati keelokan sebuah gunung dimana orang lain belum tentu bisa menikmatinya. Keelokan yang hanya tercipta karena lipatan tanah yang tidak beraturan dan menjulan tinggi menuju langit . Menghabiskan memandang sebuah gunung adalah hal yang paling saya nikmati seperti hal nya seorang penikmat kuliner menikmati tiap gigitan dari makanan yang dimakannya sehingha dia mampu menceritakan detil demi detil rasa yang berada di mulutnya. Namun ternyata gunung ini sungguh lain daripada yang lain.

image

Gunung yang tidak terlalu tinggi namun menjulan dengan warnanya yang kemerahan hampir mendekati emas di hamparan gurun pasir berwarna cokelat tua yang kemudian dipadukan dengan birunya langit benar-benar menampakkan keindahan dari gunung tersebut. Benar-benar suatu anugerah bisa melihat gunung tersebut di masa kehidupan ini. Sebuah gunung yang pernah menjadi saksi sejarah islam zaman Rasulullah Saw dan saksi gugurnya para syhada pembela islam di tanah uhud. Saking istimewanya bahkan Allah menjanjikan akan mengangkatnya ke surga. Seperti saat sang muttowif umroh kami berbicara..

Pandanglah dan ingatlah gunung indah ini, karena ini adalah salah satu bagian bumi ya g kemudian akan kita lihat kembali di surga kelak”

Wallahualam.
Continue reading

Jogja by travel tour

0

image

pagi ini jam 02.00 nganter anak isteri ke bis di depan komplek buat acara gathering di Yogyakarta. Karena alasan pekerjaan dan lain-lain maka kita nyusul aja naik pesawat. Walaupun pilihan naik pesawat tadi adalah sebuah uji coba juga tapi itu ceritanya di lain post aja. 

image

Dengan alasan mau menghemat biaya dan tentu saja biar lebih berkesan maka dipilihlah moda transportasi bis. Perjalanan sejauh 8 jam perjalanan rela dilalui demi kota Jogja. 

Kali ini liburan dengan mengikuti ittenary dari travel dengan rincian Borobudur, Kraton Yogya, beringharjo, Goa pindul, malioboro. 

Sebenarnya ittenary yg dibuat agak kurang nyambung juga karena ada beberapa yang gak efektif seperti beringharjo dan malioboro dibuat terpisah hari padahal lokasinya cuma seberang jalan. Dan pantai indrayana yang katanya jalannya berkelok-kelok bikin muntah dan ada pesan dari travelnya untuk tidak turun dan berenang. Jadi hanya untuk foto dan menikmati keindahan.

Ittenary macam apa itu?  

Jadi karena kita baru ikut di hari kedua maka saya akan skip hari pertama. Hari kedua waktu itu rencananya adalah Goa Pindul, pantai inderayana dan Malioboro. Agak disayangkan gak ada wisata religinya disini. Padahal seperti kita tahu disinilah akulturasi budaya terjadi antara islam dan hindu. 

Waktu itu datang ke hotel jam sudah menunjukkan pukul 23.00 wib. Sudah larut malam dan saya tetap paksa dulu si abang supir buat cari dulu masakan padang. 

                                                                        ********

image

image

Yak pagi hari di Hotel Ruba Graha, hotel yg pemiliknya kayanya penyuka hewan reptil dan melata lainnya karena yang bersangkutan dengan bangga pajang hewan-hewan tak berkaki itu di depan pelataran hotel. Hari ini rencana pertama adalah ke Goa Pindul. Sebuah wisata baru di Yogya, wisatanya orang lokal karena kalau untuk orang bule terlalu culun kayanya. Jadi intinya wisata ini adalah wisata tubing, yaitu susur gua dengan menggunakan ban yang bergerak dengan aliran sungai. Sebelum sampe gua Pindul, si pemandu sudah mewanti-wanti bahwa hari ini akan ada 1500 wisatawan yang akan mencoba tubing di gua pindul. Waww.. kirain bercanda sampai akhirnya tiba disana. 

image

image

image

image

Jadi layaknya agen-agen arum jeram yang tersevar disana-sini dan begitupula dengan gua pindul. Dengan memilih salah satu agen pelayanan kemudian diantar menggunakan kendaraan bak terbuka ke aliran sungai nya. Ringkasnya klimaks dari rangkaian sungai ini adalah gua-gua stalaktit yang tercipta dari ratusan tahun memanjang sekitar 100 meter dan memiliki kedalaman 9-12 meter. Antiklimaksnya berada pada suatu ruangan guang yang bolong bulat diatasnya dan sadar bahwa‎ itu adalah tanah dan pepohonan diatas gua sehingga sebenarnya kita menyusuri lorong bawah tanah. Pada kondisi sepi, sebenarnya dapat meloncat dari lubant tersebut ke dalam dan nampaknya itu yang seru. Tapi karena kondisi yang ramai maka tidak diperbolehkan untuk melakukan hal tersebut. 

image

image

Hanya dalam waktu 15 – 30 menit seluruh lorong sudah dapat dijelajahi. Setelah itu ditawarkan apakah inging body rafting atau tidak. Ketika perjalanan pulang banyak sekali pemandangan bagaimana warga sekitar membangun ekonominya dengan pembukaan wisata gua pindul ini. Ada yang buka jadi agen wisata, tempat sewa ban, homestay, warung makan, bahkan sampai jasa angkut ban. Yah syukur Alhamdulillah lah kalo memang bermanfaat, sekarang tinggal gimana caranya merawat dan menambah nilai guna dari wisata tsb karena kayanta wisata ini adalah tipe-tipe wisata yang “sekali cukup”.  

image

image

image

Setelah basah-basahan di gua pindul, maka lanjut langsung ke Malioboro. Disana yaa sama aja ‎, pedagang batik tumpah ruah di jalan-jalan, sampe bingung mau mampir dimana.. yang pasti biasanya adalah Mirota Batik. Memang barang-barangnya lebih variatif daripada yang dijual di emperan dan terkesan eksklusif dan yang pasti gak bisa ditawar. Tergantung tujuan wisatanya, kalau mau niat cari yang antik-anti maka Mirota tempatnya. Kalau mau cari yang murah dan menyalurkan hobi tawar menawar maka diluar atau sepanjang jalan itu lah tempatnya.

image

Setelah puas cuci mata maka acara lanjut dengan isi perut. Dulu waktu ke Jogja sudah pernah makan di Bale Raos, sekarang mau coba tempat yang punya tema sama yaitu Gadri Resto yang dimiliki oleh Pengeran Joyokusumo dan merupakan adik dari Sultan Hamengkubuwono X. Makanannya sih kebanyakan sudah pernah dilihat yaitu nasi uduk, steak, ikan asam manis tapi dengan penamaan yang berbeda dan tentu rasa yang berbeda. Dari makanannya juva kelihatan kalo sang sultan juga adalah penyuka makanan barat tapi kayanya gak sekental wajtu bwrkunjung ke kesultanan solo. Waktu kesana suasana sepi, cuma ada dua bule yang cuma minum coca cola dan dua tamu lainnya yang lagi minum kopi. Jadi ragu waktu datang kok gak ada yang makan, jangan-jangan harga jackpot nih. Mana datang rombongan lagi sama bocah-bocah.

image

Selain menyajikan nuansa jawa yang kental, disini juga dipajang berbagai peninggalan kerajaan dan kondisi rumah yang dibuka untuk umum. Saking bingungnya bahkan kita gak ngerti mana batas cafe dan rumahnya karena masuk je dalam dikit setelah ruang tamu sudah ada meja mkan besar lagi dan dapur lengkap dengan ruang keluarga alhasil cuma intip mengintip ajalah, karena gak lucu nanti kalo kita mergokin sang pangeran lagi nyantai pake celana pendek atau kaos oblongan kan. Yang pasti tempatnya posisinya agak nyempil lah, kita juga gak paham kalo gak dikasih tahu bapak kusir sang penarik delman, yang sudah berusia 85 tahun , hasil dari sewaan di Malioboro ke resto tersebut.

image

image

Tapi dari semua cerita ada satu hal yang langsung terbersit ketika mengunjungi Yogyakarta adalah lirik ini 

Musisi jalanan mulai beraksi, seiring laraku kehilanganmu… “

Lagu Yogyakarta dari Kla Project seakan jadi lagu sepanjang zaman untuk menggambarkan keakraban kota jogja. Keramahan orang-orangnya, keunikan tradisinya, jalanan malioboro yang ikonik, jajanan murah nan meriah ditambah suasana khas jawa yang kental.  Yogya memang selalu menarik untuk dikunjungi bahkan sampai saat ini.

Mecca

1

image

‎Sekarang mau ngulas tentang pengalaman spiritual di mekkah. Antara mekkah dan madina ternyata kota pertama lebih meninggalkan kesan yang dalam. Haha.

image

Pertama kali ke mekkah awalnya sebenarnya memang ingin menemukan pengalaman spiritual yang dicari-cari. Ternyata Allah mendengar doa tersebut. Hal pertama yang terbersit ketika sampai di kota jeddah adalah

image

“Waw, gak percaya bisa sampai disini”

Datang sebagai manusia undangan terpilih untuk mengunjungi rumah Allah Swt. Karena sudah langsung berihram ketika di pesawat maka mau tidak mau perkataan dan perbuatan harus sudah mulai dijaga. Yang ada hanyalah pikiran yang terngiang-ngiang di kepala dan hati yang selalu bertasbih. 

image

Umroh ini benar-benar coba dinikmati setiap detik dan jengkal tanahnya. Perasaan deg-degan ketika akan memasuki tanah suci mekah. Tentu ada alasan kenapa tanah ini disebut sebagai tanah suci. Tanah dimana setiap jengkal nya adalah mustajab, dimana setiap jengkalnya akan dilindungi oleh Allah dari kerusakan hingga hari kiamat. Mekkah memiliki pintu masuk yang benar-benar membuat setiap manusia terpesona. Terowongan menembus bukit cadas yang panjang seolah membawa jemaah ke dunia lain diluar imajinasi manusia. Setelah masuk rasanya diri setiap orang terberkahi sebagai undangan Allah Swt. Sang maha pencipta alam semesta. 

image

Kebetulan waktu itu adalah hari jumat, dimana waktu sudah sangat dekat menunjukkan waktu beribadah sholat jumat. Dalam jendela bis menuju hotel, di setiap jarak kota mekkah terdapat orang dengan baju ihram dari berbagai jenis wajah di dunia ini datang dengan satu tujuan yang sama. Pertama kali merasakan sholat berjamaah di kota mekkah benar-benar membuat terharu. Suara azan yang terdengar lantang di setiap sudut jalan, derap antusias manusia memenuhi panggilan azan untuk sholat jumat, dan hati nurani manusia yang bertasbih dan bertalbiah seolah-lah bergema menusuk telinga tanpa perlu mereka bersuara. Suatu budaya yang menyenangkan untuk para muslim tanpa harus menyembunyikan identitas atau sekedar gengsi untuk terlalu taat beragama.‎ 

image

Ingin rasanya jantung ini meledak ketika tidak sabar untuk melihat kabah secara langsung. Ya betul, kabah memang hanya sebuah bangunan kotak persegi dengan ditutupi oleh kain hitam bertuliskan arab. Tapi tentu saja sanubari manusia tidak berbohong kepada Sang Khalik nya. Dentuman jantung yang semakin keras ketika langkah demi langkah menuju Baitullah dan melihatnya untuk pertama kali. Subhanallah..

image

Banyak yang bilang pertama kali melihat kabah pasti akan menangis, hal itu seolah-olah menjadi sebuah mainstream bagi jemaah. Tapi pertama yang terlintas dalam benak ini pertama kali adalah keberuntungan melihat dan mengunjungi kota ini dan menyaksikan saksi sejarah keagungan kabah dari masa ke masa semenjak Nabi Ibrahim dan tertulis dalam kitab suci Alquran. Maha Benar Allah yang menurunkan Alquran yang telah menunjukkan bukti-bukti keberanannya kepada mereka yang percaya.‎ 

image

Hari pertama kedua dan ketiga terlewati dengan sungguh berkesan. Masih teringat bagaimana setiap hari dihabisi dengan sholat berjamaah di masjidil haram. Berbaris dengan berbagai umat Nabi Muhammad dari berbagai belahan dunia dan melakukan gerakan ibadah yang sama satu sama lain. Berbagi sejadah dengan orang-orang rupa rupa fisik dan budaya seolah persaudaraan telah terjalin antara setiap orang disana dan dalam benak masing-masing orang. Semua berbaris, bersujud, dan menangis pada satu titik di masjidil haram tanpa perlu ada yang mengatur dan semua terjadi dengan sendirinya seperti telah terlatih untuk melakukannya. Maha Besar Allah yang telah menanamkan kebenaran pada diri-diri manusia di bumi ini. Kebenaran yang hanya tertutupi oleh ego dan ambisi dan nafsu. 

image

Hari itu kemudian adalah waktu Fajr, pukul 05.38. Mencari barisan sholat untuk kemudian menggelar sejadah dan menanti waktu kumandang azan. Sungguh tidak sulit untuk menemukan orang Indonesia disana. Tapi disini kami masing-masing, tidak lagi dilabeli oleh negara dan simbolisme semata. Kami adalah ummat, ummat yang diucapkan sampai tiga kali dalam doa Nabi Muhammad ketika beliau akan wafat. Nabi yang telah mencintai kami ribuan tahun sebelumnya bahkan sebelum kami lahir dan memohonkan ampun atas dosa kami bahkan sebelum kami melakukannya. Nabi yang penuh kasih sayang dan seketika dapat menjadi seorang yang begitu pemberani diantara yang lainnya. Beliau adalah Raja bagi kami, ayahanda bagi kami, dan pemberi syafaat kami bahkan ketika nanti kami diadili di akhirat. Tiba-tiba kerinduan ini muncul seketika, ingin bertemu langsung dengan beliau dan hidup bersamanya di akhirat sana kelak. Tapi apakah kita seberuntung itu? 

image

Fajar kali ini entah terasa lain dari fajar-fajar sebelumnya. Masjidil haram yang begitu terang benderang, bahkan di kala langit masih gelap gulita. Ya, bahkan guratan-guratan dindingnya di kala itu masih terlihat jelas dalam ingatan. Tiba-tiba suara sang imam pun bergema dan seketika itu juga para jemaah melakukan gerakan sholat dan bertakbir bersama. Tidak tahu kenapa, tapi saat itu bacaan imam terdengar sangat menggetarkan hati dan tanpa sadar meneteslah air mata ini. Mengingat kembali dosa-dosa yang dilakukan dan bagaimana saat itu terpikir betapa beruntungnya jika dapat mati di tempat ini. Ya Allah, sungguh indah bacaan imam ini. Berkahilah dia Ya Allah. Begitulah kira-kira doa yang terlintas dalam benak sambil menikmati bacaan Alquran yang teramat merdu yang pernah di dengar sepanjang hidup ini. Imam tersebut bernama Syekh Bandar Baleela, seorang manusia beruntung yang terpilih menjadi imam di Masjidil Haram. Masjid dengan keutamaan tertinggi dimana sholatnya akan dinilai 100.000 kali lipat daripada tempat lain. Indahnya kontrak imam tersebut sampai ketika mati pun dia akan termasuk orang-orang beruntung yang akan di sholati oleh seluruh penduduk mekkah dan jenazahnya akan di kubur dengan tanah-tanah suci di kota mekkah. Kuburan para imam masjidil haram semenjak zaman ke khalifahan, yaitu kuburan tanpa makam, nisan dan hanya sebuah patok. 

image

image

image

image

Hari-demi hari semakin terasa indah di kota mekkah. Seolah sudah menjadi salah satu warga mekkah. Hal yang mungkin kuinginkan di dunia ini saat itu. Menjadi penduduk kota ini dan di sholati oleh seluruh penduduk mekkah untuk kemudian ditimbun dalam tanah suci kota mekkah. Waktu tiga hari diisi dengan sholat dan umroh berturut-turut. Mengumrohkan diri sendiri untuk kemudian di hari berikutnya mengumrohkan ayahanda tercinta yang bahkan belum sempat menunaikan umroh nya dan waktu terlanjur memanggilnya pulang ke Rahmatullah. Pada hari mengumrohkan ayahanda tercinta, di depan kabah sebagai saksi , hati ini menangis dan air mata berlinang memohon kepada Allah Swt menyampaikan pahala umroh ini untuk ayahanda tercinta di alam sana sebagai bakti anaknya kepada orang tua. Pahala yang ikhlas diberikan untuk sang ayah yang mungkin tidak dapat melakukan umrohnya karena harus berkeringat membiayai anak-anaknya bersekolah. Ya Allah jika memang begitu kenyataannya, jadikanlah setiap tetesan keringat beliau sebagai ibadah dihadapanMu. Dan tak lupa sampaikan pahala ini dan salam hamba kepada beliau karena perpisahan ini hanya sementara sampai kami kembali dikumpulkan lagi di alam barzah kelak. Punggung yang sakit, kaki yang lecet, dan peluh yang terus keluar seolah tidak menghentikan langkah ini untuk terus bertalbiah kepadaNya. Sungguh keikhlasan yang ada ketika memang harus mati meninggalkan jasad ini disana. Dunia ini terkadang sungguh membuat lelah, lelah untuk menahan godaan-godaan kesenangan duniawi yang ternyata hanyalah jebakan nafsu belaka. 

image

Oiya,, apa kalian tahu dimana bagian terbaiknya? Yaitu suatu malam setelah menunaikan umroh dan sholat isya di masjidil haram bersama istri tercinta. Istri tercantik dengan kerudung hitamnya yang anggun. Saling berpegang tangan dengan penuh cinta dan kasih sayang. Berjalan menyusuri jalanan kota mekkah bersama ribuan orang lain yang berlalu lalang menunaikan ibadah dilatar belakangi masjidil haram dan sinar bulan di kota mekkah. Alhamdulillah. Undang lagi kami kesana…

Mesjid agung surakarta

0

image

‎Rencana waktu kemarin di solo mau mengunjungi dua mesjid tertua sekaligus. Mulai dari mesjid agung surakarta lalu mesjid laweyan. Tapi karena kesalahan teknis maka mesjid laweyan tidak bisa dikunjungi. Jadi sekarang bahas mesjid keraton aja alias mesjid agung surakarta.

image

Pertama kali lihat mesjidnya keliatan seperti rumah-rumah jawa yang besar. Dengan gerbang yang agak-agak vintage dan tinggi besar menyambut. Dikanannya ada tulisan mesjid agung surakarta, cagar budaya. 

image

Mesjid agung surakarta memiliki halaman mesjid yang luas dengan satu tower untuk kumandang azan kayanya. ‎Selain itu pelatarannya juga lumayan luas. Banyak orang duduk disitu entah lagi nunggu azan selanjutnya atau nunggu orang atau sekedar tidur-tidur. Yang menarik perhatian itu adalah kotak amalnya yang seperti peti besar dengan ukiran-ukiran jawa terbuat dari kayu jati yang oke. Selain itu lantainya yang banyak menggunakan tegel kunci di beberapa bagian benar-benar menambah oke suasana mesjid nya. Karena sekarang trend memakai lantai tegel lagi booming lagi makanya jadi catchy lagi. Di toiletnya ada tulisan angka tahun 1929 dan mungkin itulah tanggal dibuatnya toilet itu. 

Ketika masuk ke dalam mesjid maka soko-soko guru dari kayu jati sudah nampak dari pintu masuk. Pintu-pintu dengan ukiran-ukiran khas batik benar-benar luar biasa. Di depan juga ada mimbar untuk khotib seperti milik Rasulullah di madinah. Walaupun didominasi dengan kayu jati dan ukirannya. Atap-atap yang tinggi tanpa eternit membuat ruangan didalam mesjid jadi sejuk dan betah berlama-lama di dalam.